Sebut Anggaran Fantastis MBG Irasional, Ekonom Ferry Latuhihin: Kok Maksa Banget, Ini Proyek Siapa?

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 28 April 2025 | 20:50 WIB
Sebut Anggaran Fantastis MBG Irasional, Ekonom Ferry Latuhihin: Kok Maksa Banget, Ini Proyek Siapa?
Sebut Anggaran Fantastis MBG Irasional, Ekonom Ferry Latuhihin: Kok Maksa Banget, Ini Proyek Siapa? (tangkapan layar/Youtube Prof. Rhenald Kasali)

Suara.com - Ekonom, Ferry Latuhihin mempertanyakan mengenai anggaran fantastis dalam program makam bergizi gratis yang kini sedang digeber di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia pun menganggap jika anggaran MBG yang mencapai ratusan triliun pertahunnya cuma pemborosan.

Dalam siniar yang tayang di channel Youtube Prof. Rhenald Kasali pada Minggu (27/4/2025), Ferry Latuhihin menyebut jika anggaran MBG senilai ratusan triliun rupiah per tahun itu tidak sesuai dengan data anak-anak yang kekurangan gizi di Indonesia. Sebab, berdasar data yang diperolehnya, anak-anak yang kekurangan gizi hanya mencapai 10 juta lebih.

"Nah, ini juga kan akhirnya apa? Akhirnya salah alokasi dana ya. Bagaimana mereka fight (bertarung) gede-gedean untuk mendanai MBG yang katanya jumlahnya Rp25 triliun tiap bulan, berarti 1 tahun Rp300 triliun," ujar analis pasar modal yang berpenampilan nyentrik itu seperti dikutip Suara.com, Senin (28/4/2025).

Ekonom yang juga mantan Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto, Ferry Latuhihin. (Tangkapan layar/Youtube Prof Rhenald Kasali)
Ekonom yang juga mantan Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto, Ferry Latuhihin. (Tangkapan layar/Youtube Prof Rhenald Kasali)

"Sementara saya bilang kalau memang benar, saya tidak saya tidak against (melawan) MBG ya, tapi saya cuma bilang ya supaya tepat sasaran, (MBG) itu berikan kepada mereka-mereka yang memang membutuhkan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Tidak (sampai) 82 juta manusia itu bahkan dengan bugjet Rp10 T pun kita we can afford it gitu loh ya," sambung Ferry.

Dari data yang dipaparkannya itu, mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 itu pun mempertanyakan data 82,9 juta penerima MBG seperti yang diklaim oleh pemerintah. Bahkan, dia pun menyebut jika data penerima MBG versi pemerintah itu memicu pertanyaan besar dari publik.

"Nah itu makanya saya bilang ini koplak gitu kan. Kenapa? Karena jumlah ke populasi yang kekurangan gizi berdasarkan data chips itu cuma 21 juta manusia, bukan 80 juta. Dari 21 juta manusia pun ini campur aduk bukan anak-anak semua ya kan? Taruh separuhnya lah anak-anak itu kan cuman 10,5 juta gitu loh ya," ungkapnya.

Profil Yayasan Media Berkat Nusantara, Jadi Sorotan Usai Kisruh Dana MBG (indonesia.go.id)
ILUSTRASI menu program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo. (indonesia.go.id)

"Kok kenapa harus Rp82 juta yang harus disuap-in? Ini yang menjadi pertanyaan besar sehingga masyarakat bertanya-tanya," imbuh Ferry Latuhihin.

Terkait kejanggalan data penerima dan anggaran fantastis MBG itu, Ferry pun mengingatkan soal masalah utang Indonesia yang kian menumpuk.

"Pertama kita (negara) enggak punya duit ya kan, APBN kita defisit, utang begitu bertumpuk dan jatuh tempo defisit 616. Baru aja kalau enggak salah nih Menteri Keuangan mengeluarkan lagi surat utang baru ya kan Rp 250 T (Triliun)," papar Ferry.

Karena dianggap cenderung memaksakan di tengah kondisi uang RI yang kian membengkak, Ferry pun mencurigai jika program MBG tersebut lebih untuk mementingkan segelitir pihak. Di sisi lain, anggaran fantastis dalam program MBG itu dianggap cuma pemborosan.

"Kok maksa banget sehingga orang bertanya ini proyek siapa ya kan, apa ini benar-benar proyek makan bergizi gratis atau ini proyek siapa? Nah itulah saya tidak anti makan bergizi gratis tapi please be rational in the sense bahwa kita cuma perlu Rp10 T kok, enggak sampai Rp300 (Triliun). Ini kan pemborosan yang maha dahsyat gitu loh," beber Ferry blak-blakan.

"Kenapa harus Rp82 juta disuap-in? Dan mereka enggak enggak meminta dan enggak kekurangan gizi, Bos. Tapi kalau sampai Rp300 triliun, sementara kita enggak punya uang ini kan kelewatan," imbuh Ferry Latahulilin. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa Saksi ke Polisi, Relawan Tepis Polisikan Roy Suryo Cs karena Arahan Jokowi: Ini Murni...

Bawa Saksi ke Polisi, Relawan Tepis Polisikan Roy Suryo Cs karena Arahan Jokowi: Ini Murni...

News | Senin, 28 April 2025 | 20:24 WIB

Fachrul Razi Dkk Desak Wapres Gibran Dicopot, PPAD: Bukan Wakili Seluruh Purnawirawan TNI AD!

Fachrul Razi Dkk Desak Wapres Gibran Dicopot, PPAD: Bukan Wakili Seluruh Purnawirawan TNI AD!

News | Senin, 28 April 2025 | 18:34 WIB

Forum Purnawirawan TNI Desak Gibran Dicopot, Feri Amsari: Kalau Mau Diusulkan Pemakzulan ke DPR

Forum Purnawirawan TNI Desak Gibran Dicopot, Feri Amsari: Kalau Mau Diusulkan Pemakzulan ke DPR

News | Senin, 28 April 2025 | 17:24 WIB

Dicap Koplak, Ekonom Ferry Latuhihin Skakmat Kepala Bappenas soal MBG: Ini Sekolahnya di Mana?

Dicap Koplak, Ekonom Ferry Latuhihin Skakmat Kepala Bappenas soal MBG: Ini Sekolahnya di Mana?

News | Senin, 28 April 2025 | 14:38 WIB

Terkini

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:34 WIB

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:10 WIB

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:45 WIB

Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya

Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:19 WIB

Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi

Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:04 WIB

Soal Pendidikan di Era Prabowo, DPR: Ada Perubahan Nyata, Tapi Tantangannya Masih Sangat Berat

Soal Pendidikan di Era Prabowo, DPR: Ada Perubahan Nyata, Tapi Tantangannya Masih Sangat Berat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:00 WIB

Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG

Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:10 WIB

Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku

Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:07 WIB