Roy Suryo Bisa Terima Hasil Uji Lab Forensik Ijazah Jokowi Tapi dengan Syarat, Apa Itu?

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Rabu, 14 Mei 2025 | 12:58 WIB
Roy Suryo Bisa Terima Hasil Uji Lab Forensik Ijazah Jokowi Tapi dengan Syarat, Apa Itu?
Roy Suryo (Ria Rizki/Suara.com)

Suara.com - Bareskrim Polri sebelumnya mengungkapkan bahwa proses penyelidikan laporan dugaan ijazah palsu mantan Presiden Republik Indonesia Jokowi sudah berjalan 90 persen dan sebanyak 10 persen sisanya adalah hasil uji laboratorium forensik.

Menanggapi proses penyelidikan tersebut, salah satu tokoh yang cukup vokal dalam mempertanyakan keaslian ijazah Joko Widodo, yaitu Roy Suryo pun angkat bicara.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia tersebut berusaha untuk percaya dengan proses penyelidikan yang dilakukan Bareskrim Polri. Namun, ia tetap mewanti-wanti pihak berwajib untuk tetap menyajikan hasil yang bersifat ilmiah dan dapat dibuktikan.

Hal ini diungkapkan oleh Roy Suryo secara langsung dalam wawancara yang tayang di kanal YouTube Refly Harun pada Rabu (14/5/2025).

"Semoga saja hasil dari pemeriksaan lab itu nanti benar-benar ilmiah. Artinya, jangan sampai hasil itu tidak ilmiah ya, jangan sampai penjelasan itu hanya satu kalimat pendek yang sama sekali tidak saintifik. Misalnya, kalau itu diuji maka harusnya pengujian itu harus detail banget," ucap Roy Suryo.

Lebih lanjut, Roy Suryo mengatakan bahwa pengujian perihal ijazah saja meliputi berbagai hal yang harus diperiksa, mulai dari uji karbon hingga tinta yang digunakan guna mengetahui pada tahun berapa ijazah tersebut dibuat.

"Soal ijazah saja, ijazah itu setidaknya diuji dari beberapa hal, misalnya dari uji karbon kertasnya. Kemudian, tinta pun ini ada setidaknya minimal ada tiga jenis tinta di dalam ijazah. Seperti yang pertama, tinta asli dari percetakan yang itu misalnya menuliskan ijazah, kemudian logo dan logo pun mungkin tintanya juga beda karena logonya emboss, yang kemudian itu beda ada lagi watermark kecil-kecil itu juga tintanya beda. Nah, kemudian tinta yang digunakan untuk menuliskan nama, di situ kan ada dia menuliskan Joko Widodo, itu pun dianalisis beda juga," jelasnya.

Meski begitu, Roy Suryo menduga skenario terburuk jika pihak berwajib bersikeras bahwa ijazah Jokowi asli dan memberatkan dirinya, Rismon Sianipar, dan dokter Tifa dengan pasal pencemaran nama baik.

"Itulah worst skenario yang kemudian akan dijalankan. Kemudian, ketika itu dijalankan, masuklah kemudian Pasal 32 dan 35 yang selama ini dikatakan pasal colongan itu. Nanti dianggap kalau saudara Rismon, Roy, dan dokter Tifa mengatakan itu tidak otentik atau palsu, maka berarti yang dianalisis salah. Kemudian diselewengkan dengan keterangan dalam Pasal 32 yang padahal bukan itu maksud dari tujuan pasal itu dibuat dulu dalam naskah akademiknya," lanjutnya.

Roy Suryo menambahkan padahal ijazah yang dianalisis olehnya dan Rismon Sianipar berasal dari Dian Sandi Utama, kader PSI yang mengunggah foto ijazah Jokowi di media sosial dan mengklaim bahwa ijazah tersebut asli.

Tetapi, belakangan diketahui bahwa ijazah yang diterima Dian Sandi Utama bukan bersumber dari Jokowi langsung.

"Kalau kita disalahkan, maka yang kita analisis adalah sesuatu yang dianggap asli," imbuh Roy Suryo.

Oleh karena itu, Roy Suryo akan mempercayai hasil uji laboratorium forensik yang dilakukan oleh Polri tetapi dengan syarat pihaknya diperbolehkan untuk mengecek kembali hasil tersebut.

"Kita harus challenge karena yang namanya barang bukti itu harus netral, harus kemudian bisa diuji di laboratorium mana pun dengan independen, dan kemudian dikaji hasilnya kayak apa dan hasil ujinya harus sangat-sangat saintifik base ya," sambungnya.

Roy Suryo menegaskan jika hasil uji laboratorium forensik atas ijazah Jokowi tidak berbasis saintifik atau ilmiah maka hal tersebut juga akan mempermalukan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ragu Konsep Super Tbk, Analis Curiga e-Votting Pemilihan Ketum PSI: Bisa Diatur Kemauan Elite?

Ragu Konsep Super Tbk, Analis Curiga e-Votting Pemilihan Ketum PSI: Bisa Diatur Kemauan Elite?

News | Rabu, 14 Mei 2025 | 12:25 WIB

Didoakan Gantikan Kaesang jadi Ketum, Jokowi Disebut Masih Punya Hasrat, PSI Butuh Efek Elektoral

Didoakan Gantikan Kaesang jadi Ketum, Jokowi Disebut Masih Punya Hasrat, PSI Butuh Efek Elektoral

News | Rabu, 14 Mei 2025 | 11:57 WIB

Anggota Baru Bisa Langsung Daftar Calon Ketum PSI, Jokowi Berpeluang Bersaing dengan Kaesang?

Anggota Baru Bisa Langsung Daftar Calon Ketum PSI, Jokowi Berpeluang Bersaing dengan Kaesang?

News | Selasa, 13 Mei 2025 | 21:11 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB