Disebut Ancaman Bagi Konservasi, PSI Tolak Wacana Pramono Bikin Pulau Kucing: Langgar Aturan!

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 02 Juni 2025 | 12:37 WIB
Disebut Ancaman Bagi Konservasi, PSI Tolak Wacana Pramono Bikin Pulau Kucing: Langgar Aturan!
ILUSTRASI--Disebut Ancaman Bagi Konservasi, PSI Tolak Wacana Pramono Bikin Pulau Kucing: Langgar Aturan! (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo menyatakan penolakan terhadap rencana pembuatan Pulau Kucing di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu.

Francine Widjojo menyebut lokasi yang direncanakan, yakni Pulau Tidung Kecil merupakan kawasan konservasi dan kawasan strategis provinsi yang dilindungi. Menurutnya, klaim bahwa pulau itu bukan kawasan konservasi sama sekali tidak berdasar.

"Jelas disebutkan di Perda DKI Jakarta nomor 7 tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah," ujar Francine Widjojo kepada wartawan, Minggu (1/6/2025).

Mengutip Pasal 70 ayat 2 dalam Perda RTRW tersebut, Francine menyebut bahwa Pulau Tidung Kecil termasuk dalam kawasan konservasi perairan seluas 1.337 hektare. Kawasan ini juga meliputi Pulau Damar Kecil, Pulau Karang Beras, Pulau Pari, Pulau Payung Besar, dan lainnya.

Tak berhenti di situ, Pasal 94 ayat 1 dari perda yang sama menegaskan bahwa Pulau Tidung Kecil termasuk kawasan strategis dari sisi lingkungan hidup.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo. (ist)
Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Francine Widjojo. (ist)

"Jadi tidak benar kalau Pulau Tidung Kecil disebut hanya masuk zona wisata dan bukan wilayah konservasi," beber Francine Widjojo.

Francine Widjojo juga mengingatkan bahwa Pulau Tidung Kecil sebelumnya ditetapkan sebagai kawasan perlindungan biota. Bahkan, pada 2019, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta sempat melepasliarkan 55 burung kutilang untuk memperkaya biodiversitas di wilayah itu.

"Ini merupakan bagian dari master plan Pulau Tidung Kecil sebagai Pusat Informasi dan Edukasi Konservasi Laut," jelas Francine Widjojo

Menurut Francine, rencana menjadikan pulau tersebut sebagai penampungan kucing liar justru membahayakan ekosistem yang telah dijaga. Ia menyebut kucing sebagai predator invasif yang dapat memangsa spesies asli, mulai dari burung, reptil, hingga penyu.

baca juga
Calon gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, blusukan ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jumat (8/11/2024). (Suara.com/Faqih)
Pramono Anung saat melakukan blusukan ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jumat (8/11/2024). Aksi blusukan Pramono dilakukan saat maju menjadi Calon gubernur Jakarta nomor urut 3 di Pilkada Jakarta 2024, (Suara.com/Faqih)

"Mereka dapat menjadi ancaman bagi konservasi," kata mantan Direktur LBH PSI itu.

Pulau Tidung Kecil saat ini menjadi rumah bagi berbagai program konservasi, seperti penangkaran penyu sisik, budidaya ikan laut, pembibitan mangrove, hingga pengelolaan kebun bibit karang yang dikelola langsung oleh UPT Dinas KPKP DKI Jakarta.

Francine Widjojo juga menyoroti ketimpangan kondisi geografis Kepulauan Seribu yang membuatnya tak bisa disamakan dengan wilayah daratan Jakarta dalam hal penanganan kucing liar.

"Apalagi di pulau-pulau kecil yang bukan kawasan pemukiman. Kita tidak bisa menyamakan kondisi kucing di wilayah lain di Jakarta dengan jika sejumlah besar kucing dilepaskan di Pulau Tidung Kecil," papar Francine Widjojo.

Dalam situasi tanpa manusia, kata Francine, kucing akan kembali ke naluri liar mereka sebagai predator puncak. Ini bisa mengancam berbagai spesies lain di pulau tersebut.

"Mereka dapat memangsa satwa di sana, termasuk burung-burung yang tinggal maupun yang tengah melintasi pulau tersebut," pungkas Francine. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Tak Sudi Rakyat Ditipu, Prabowo: Pejabat dan Pemimpin yang Melanggar, Laporkan!

Ngaku Tak Sudi Rakyat Ditipu, Prabowo: Pejabat dan Pemimpin yang Melanggar, Laporkan!

News | Senin, 02 Juni 2025 | 12:26 WIB

Klaim Tak Pandang Parpolnya, Prabowo Siap Pecat Pejabat Bobrok: Lebih Baik Mundur Ketimbang Dicopot!

Klaim Tak Pandang Parpolnya, Prabowo Siap Pecat Pejabat Bobrok: Lebih Baik Mundur Ketimbang Dicopot!

News | Senin, 02 Juni 2025 | 11:59 WIB

Rombak Aplikasi Sirukim Buatan Era Anies, Pramono: Kenapa Saya Gembira? Karena...

Rombak Aplikasi Sirukim Buatan Era Anies, Pramono: Kenapa Saya Gembira? Karena...

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 13:56 WIB

Warga Cakung Korban Gusuran Tagih Utang ke Pramono: Saya Sudah ke Gibran tapi Tak Ada Jawaban!

Warga Cakung Korban Gusuran Tagih Utang ke Pramono: Saya Sudah ke Gibran tapi Tak Ada Jawaban!

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 10:20 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×