Bacok Petugas Pakai Parang, 11 Napi Lapas Nabire yang Kabur Terafiliasi OPM

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 04 Juni 2025 | 16:05 WIB
Bacok Petugas Pakai Parang, 11 Napi Lapas Nabire yang Kabur Terafiliasi OPM
Kasus kaburnya 19 Narapidana di Lapas Nabire, Senin (2/6). Saat melarikan diri, para napi turut menyerang tiga orang petugas. Bahkan, ada petugas yang mengalami luka akibat sabetan parang. (ANTARA/HO/Dokumentasi)

Suara.com - Kasus narapidana melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan alias Lapas kembali terjadi. Kali ini, peristiwa kaburnya napi terjadi di Lapas Nabire, Papua Tengah pada Senin (2/6/2025) lalu. Aksi pelarian napi di Lapas Nabire pun kekinian viral setelah rekaman kamera alias CCTV di lapas itu beredar di media sosial. 

Mengutip laporan Antara pada Rabu (4/6/2025), 19 narapidana kabur dari Lapas Nabire setelah mereka menyerang tiga orang petugas. Peritiwa napi kabur itu saat jadwal besukan di lapas. 

Aksi pelarian berlangsung brutal, karena salah satu narapidana yaitu Ardinus Kogoya, tiba-tiba menyerang petugas menggunakan parang panjang yang diduga disembunyikan di balik punggung dan dari laporan yang diterima parang tersebut digunakan untuk menyerang petugas diduga berasal dari dalam lapas dan digunakan untuk memotong kayu bakar.

Setelah menyerang petugas, para narapidana melarikan diri melalui area belakang lapas menuju kompleks KPR Pemda dan perbukitan.

Anggota Lapas Nabire terluka saat menangani kaburnya 19 narapidana. (ANTARA/HO/Dokumentasi)
Kasus narapidana melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan alias Lapas kembali terjadi. Kali ini, peristiwa kaburnya napi terjadi di Lapas Nabire, Papua Tengah pada Senin (2/6/2025) lalu. 19 narapidana kabur setelah mereka menyerang tiga orang petugas. Peritiwa napi kabur itu saat jadwal besukan di lapas. . (ANTARA/HO/Dokumentasi)

Di lokasi pelarian, ditemukan pakaian napi yang dibuang dan terpantau sempat berada di area Pasar Oyehe, Siriwini, dan Jalan Marthadinata, Nabire.

Serangan itu menyebabkan tiga petugas Lapas Nabire mengalami luka yaitu Kepala Jaga Rahman (35) mengalami luka serius di jari telunjuk kiri, Kasi Kamtib Yan Nawipa (50) luka sayat di tangan kiri dan anggota jaga Jhosua Mess (22), terluka di jari tangan kanan.

Adapun korban Rahman dan Yan Nawipa kekinian masih dirawat di RSUD Nabire. Sementara, korban Johusa telah dipulangkan ke rumahnya setelah mendapatkan penanganan medis. 

Perihal kondisi ketiga korban yang diserang oleh para napi lapas diungkapkan oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu. 

Kapolres Samuel pun mengaku pihaknya masih menyelidiki kasus kaburnya belasan napi di Lapas Nabire. 

"Saat ini penyidik masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap dalang kaburnya narapidana," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu. 

11 Napi Disebut Anggota OPM

Satgas Damai Cartenz ikut turun tangan untuk memburu belasan napi yang kabur dari Lapas Nabire. Pasalnya, 11 dari 19 napi itu disebut-sebut merupakan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengerahkan tim gabungan untuk mencari 19 narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, Senin (2/6/2025). (ANTARA/HO-Humas Polri)
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengerahkan tim gabungan untuk mencari 19 narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, Senin (2/6/2025). (ANTARA/HO-Humas Polri)

Perihal 11 anggota napi yang terafiliasi OPM diungkapkan oleh Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Rahmadani.

"11 narapidana adalah anggota anggota KKB yang berasal dari wilayah Puncak Jaya, Puncak, dan Paniai," beber Brigjen Pol Faizal Rahmadani yang dikutip dari Antara. 

Brigjen Faizal pun membeberkan identitas dari 11 narapidana yang dianggap anggota OPM.

Mereka terdiri dari Yotenus Wonda, Alison Wonda, Tandangan Kogoya, Alenus Tabuni, Junius Waker, Yantis Murib, Ardinus Kogoya, Pelinus Kogoya, Marenus Tabuni, Anan Nawipa dan Yakobus Nawipa.

Sedangkan delapan narapidana lainnya adalah Agus Gobay, Yeheskiel Degei, Noak Tekege, Gimun Kogoya, Jenison Gobay, Roy Wonda, Andreas Tekege dan Salomo Tekege, kata Brigjen Pol Faizal.

"Satgas Damai Cartenz telah mengerahkan tim untuk melakukan pengejaran para narapidana yang kabur," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngotot Lengserkan Gibran, Surat Fachrul Razi Dkk Ternyata Tak Bisa Ujug-ujug Diproses DPR, Kenapa?

Ngotot Lengserkan Gibran, Surat Fachrul Razi Dkk Ternyata Tak Bisa Ujug-ujug Diproses DPR, Kenapa?

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 14:53 WIB

Legislator PDIP Kritik Telak usai Prabowo Batalkan Diskon Tarif Listrik: Rakyat bukan Konten Viral!

Legislator PDIP Kritik Telak usai Prabowo Batalkan Diskon Tarif Listrik: Rakyat bukan Konten Viral!

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 12:22 WIB

Respons Surat Jenderal Fachrul Razi dkk, PDIP Ungkap Celah Pemakzulan Wapres Gibran Lewat DPR

Respons Surat Jenderal Fachrul Razi dkk, PDIP Ungkap Celah Pemakzulan Wapres Gibran Lewat DPR

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 11:25 WIB

Dorong MPR-DPR Lengserkan Gibran, PDIP Angkat Topi ke Fachrul Razi dkk: Patut Diapresiasi, karena...

Dorong MPR-DPR Lengserkan Gibran, PDIP Angkat Topi ke Fachrul Razi dkk: Patut Diapresiasi, karena...

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 10:38 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB