Samakan Jokowi dengan Nabi, Politisi PSI Disindir Pengamat: Perlu Diperiksa Jasmani dan Rohaninya

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 12 Juni 2025 | 14:08 WIB
Samakan Jokowi dengan Nabi, Politisi PSI Disindir Pengamat: Perlu Diperiksa Jasmani dan Rohaninya
Kaesang Pangarep bersama kader PSI Dedy Nur yang menyebut Jokowi memenuhi syarat sebagai seorang nabi. [Instagram]

Suara.com - Kader Partai Solidaritasi Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, dinilai sebagai orang yang irasional usai menyebut mantan Presiden Joko Widodo memenuhi syarat untuk disebut nabi.

Pernyataan Dendy itu nampak sebagai bentuk pengkultusan terhadap tokoh politik yang tidak masuk akal.

"Politisi PSI yang menyamakan Joko Widodo dengan nabi adalah orang yang suka mengkultuskan seseorang. Orang yang suka mengkultuskan seseorang tentu tipikal orang irasional. Karena itu, penilaian orang seperti ini tak perlu dihiraukan," kata pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, kepada Suara.com, Kamis (12/6/2025).

Ia bahkan menyarankan agar yang bersangkutan diperiksa kondisi jasmani dan rohaninya.

"Sebab, orang yang normal tidak akan menyamakan Jokowi dengan nabi," kata dia.

Jamiluddin mengatakan kalau Jokowi hingga saat ini masih menjadi figur yang kontroversial, bahkan dalam banyak hal kerap disebut sebagai sosok antagonis. Kutipan seperti yang dilontarkan Dedy, menurutnya, hanya dilakukan untuk curi perhatian.

"Penilaian irasional semacam itu akan terus bermunculan bila di negeri ini banyak yang asal bapak senang (ABS). Sosok seperti ini umumnya penjilat dan pernyataannya selayaknya dianggap angin lalu," pungkasnya.

Sebelumnya pernyataan Dedy itu menjadi viral di media sosial. Tak lama setelahnya, Dedy memvuat cuitan bantahan tentang 'Jokowi Layak Disebut Nabi' dan ditujukan kepada akun @jhonsitorus_19.

la kemudian menjelaskan tentang Socrates, Buddha, Marx dan 'Gelar Nabi'. Di mana ia membenarkan secara historis formal, tidak ada dokumen resmi yang menyebut Socrates sebagai "Nabi Akal Budi", atau Buddha sebagai "Nabi Kesadaran", atau Marx sebagai "Nabi Revolusi".

baca juga

Namun dalam literatur filsafat dan kritik budaya modern, metafora ini digunakan secara luas untuk menceritakan bahwa mereka adalah pembawa pesan besar yang mengguncang zamannya.

la kemudian memberikan contoh: Slavoj iek menyebut Marx sebagai "the last prophet of modernity." Dalam kajian postmodern, banyak teks menyebut Socrates sebagai the prophet of ethical doubt.

Bahkan dalam bahasa akademik, istilah "prophetic voice" sering digunakan bagi tokoh-tokoh yang membawa pencerahan di luar agama.

"Jadi, istilah "nabi" di sini adalah kiasan intelektual, bukan klaim teologis, catat dengan tinta besar ini bukan klaim teologis," katanya.

Joko Widodo atau Jokowi dan Kaesang Pangarep. (Antara/ist)
Joko Widodo atau Jokowi dan Kaesang Pangarep. (Antara/ist)

Kemudian Dedy menjelaskan terkait cuitan Jokowi Nabi, ia menyebut Jokowi bukan nabi dalam pengertian wahyu, tetapi nabi dalam pengertian sosial yaitu “penunjuk jalan dalam krisis politik dan moral publik.”

Seperti diberitakan, jejak digital kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka dikuliti menyusul pernyataan kontroversialnya tentang mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Penasihat Ahli Kapolri Teriak Histeris Saat Debat dengan Roy Suryo Cs: Diam!

Heboh Penasihat Ahli Kapolri Teriak Histeris Saat Debat dengan Roy Suryo Cs: Diam!

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 13:10 WIB

Tuai Badai Kritik, Kader PSI Jelaskan Cuitannya Soal 'Jokowi Penuhi Syarat Disebut Nabi'

Tuai Badai Kritik, Kader PSI Jelaskan Cuitannya Soal 'Jokowi Penuhi Syarat Disebut Nabi'

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 12:32 WIB

Makin Ngotot Tolak Pulau Kucing, PSI Kini Bongkar Masalah AMDAL, Apa Katanya?

Makin Ngotot Tolak Pulau Kucing, PSI Kini Bongkar Masalah AMDAL, Apa Katanya?

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 02:12 WIB

Kapan Waktu yang Tepat Buat Jokowi Bergabung dengan Partai Politik?

Kapan Waktu yang Tepat Buat Jokowi Bergabung dengan Partai Politik?

Liks | Rabu, 11 Juni 2025 | 20:59 WIB

Terseret Isu Nikel, IMC Pelita Logistik Tepis Kapal JKW Mahakam-Dewi Iriana Terkait Keluarga Jokowi

Terseret Isu Nikel, IMC Pelita Logistik Tepis Kapal JKW Mahakam-Dewi Iriana Terkait Keluarga Jokowi

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 20:11 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×