Gegara Soroti Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Dapat Makian: Anak Saya sampai Dibully

Lintang Siltya Utami

Rabu, 18 Juni 2025 | 15:58 WIB
Gegara Soroti Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Dapat Makian: Anak Saya sampai Dibully
Youtube DRTF Channel [Tangkap Layar]

Suara.com - Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa dokter Tifa baru-baru ini angkat bicara tentang perundungan yang dialaminya setelah dirinya menjadi salah satu tokoh yang vokal dalam kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.

Selain dokter Tifa, diketahui Roy Suryo dan Rismon Sianipar pun menjadi tokoh yang mempertanyakan keaslian ijazah Sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jokowi. Ketiganya bahkan sempat berkunjung secara langsung ke UGM untuk mengecek skripsi Jokowi.

Kunjungan itu pula yang menjadikan ketiganya dilaporkan oleh Jokowi ke Bareskrim Polri.

Tak hanya itu, dokter Tifa mengaku bahwa dirinya mulai diserang oleh orang-orang tak dikenal yang mendukung Jokowi. Hal tersebut dibeberkan oleh dokter Tifa melalui podcast di kanal YouTube Refly Harun berjudul "Geger Anggota DPR Sampai Turun Tangan Bela JKW! Ngeri Dokter Tifa Ngaku Diancam Hingga Diteror".

Dokter Tifa membeberkan bahwa perundungan yang diterimanya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan Roy Suryo dan Rismon Sianipar.

"Yang saya terima itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang diterima oleh Roy Suryo dan Rismon Sianipar," ucap dokter Tifa.

Ia menjelaskan bahwa perundungan tersebut dilakukan dengan menyudutkan dan mempertanyakan kredensial tokoh-tokoh yang vokal dalam kasus ijazah palsu Jokowi ini.

"Mereka itu perundungannya, bullyingnya adalah sekarang ini kalau saya lihat tendensinya oleh para termul, oleh para buzzer itu adalah soal kredensial keilmuan mereka. Jadi, dikecilkan kredensial mereka, seperti Rismon Sianipar dipertanyakan doktornya dari universitasnya, seperti itu," jelas dokter Tifa.

Dokter Tifa mengaku dirinya mendapat serangan hampir dari seluruh wilayah di Indonesia. Berbagai macam kata-kata cacian dan makian diterimanya.

"Kalau saya makian dari Sabang sampai Merauke itu saya dapat semua, makian apa? Makian yang paling kotor, makian yang paling jahat, makian yang paling keji, itu saya dapat," ujar dokter Tifa lagi.

Kata-kata makian tersebut tak hanya diterimanya melalui akun media sosialnya seperti X (dulunya Twitter) dan TikTok, namun juga nomor pribadi yang terhubung ke aplikasi perpesanan WhatsApp.

"Tambahan lagi ini teror verbal disampaikan melalui media sosial, Twitter, TikTok, langsung ke WhatsApp jga banyak sekali," aku dokter Tifa.

Bahkan karena terlalu banyak menerima kata-kata makian seperti itu, dokter Tifa mengaku dirinya sampai enggan mengecek ponselnya.

"Ada satu masa di mana saya nggak mau pegang HP saya karena isinya itu bahkan sampai telepon, sampai WhatsApp, udah nggak bisa dibaca lagi. Sampai tengah malam, sampai dini hari," tambahnya lagi.

Dokter Tifa menyayangkan bahwa serangan yang diterimanya berupa caci maki, sedangkan ia berharap bahwa pihak yang tak menyukai argumennya dapat mengkritik secara ilmiah dan diskusi terbuka.

"Sekarang ini serangannya baik on air di media, di TV, maupun yang ada di media sosial itu serangannya serangan-serangan yang bersifat pribadi, bahkan fitnah-fitnah pribadi yang sama sekali nggak ada isinya tentang substansi, tentang hakikat counter terhadap apa yang kami sampaikan," jelas dokter Tifa.

Melihat aksi para pendukung Jokowi yang sedemikian rupa menyerangnya, dokter Tifa menilai bahwa mereka mulai merasa panik.

"Jadi memang itu menunjukkan justru kepanikan dari bagaimana mereka katakanlah yang melaporkan saya ini panik. Kenapa harus menggunakan termul-termul yang diternakkan begitu banyak, kenapa harus menggunakan buzzer senior pun diturunkan, kenapa? Serang aja dengan bukti, bicara aja diskusi dengan substansi," timpal dokter Tifa.

Selain itu, dokter Tifa mengaku bahwa tak hanya dirinya yang mendapatkan perundungan, namun anaknya pun turut mendapat teror. Dokter Tifa mengatakan alamat tempat tinggalnya berusaha untuk dilacak dan sang anak pun mendapatkan bullying.

Tindakan tersebut dinilai keterlaluan dan mengerikan karena terjadi pada anak-anak.

"Bahkan anak saya pun kena korban. Sekarang anak say dibully juga, anak saya diteror juga, sampai alamatnya di mana ini anak tinggalnya di mana, kan itu mengerikan sekali," kata dokter Tifa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Kasus Tambang, Said Didu Sebut Jokowi Ubah Undang-undang untuk Jual Negara

Soroti Kasus Tambang, Said Didu Sebut Jokowi Ubah Undang-undang untuk Jual Negara

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 14:57 WIB

Publik Soroti Gestur Jokowi Sembunyikan Tangan Saat Wawancara, Sakit Kulit Makin Parah?

Publik Soroti Gestur Jokowi Sembunyikan Tangan Saat Wawancara, Sakit Kulit Makin Parah?

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 11:14 WIB

Ada yang Janggal, Dokter Tifa Pertanyakan Keaslian Map Wisuda Jokowi

Ada yang Janggal, Dokter Tifa Pertanyakan Keaslian Map Wisuda Jokowi

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 21:00 WIB

Terkini

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

KPK Pindahkan Penahanan Bupati Nonaktif Pati Sudewo ke Rutan Semarang

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:00 WIB

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

Berjalan Sesuai Rencana, Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Permanen di Jambi Capai 70%

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:47 WIB

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

Kawal Sekolah Rakyat: Ombudsman Beri Masukan Tata Kelola, Sarpras hingga SDM

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:00 WIB

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:51 WIB

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:09 WIB

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 22:05 WIB

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:13 WIB

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:06 WIB