Jejak Sejarah Akulturasi Budaya Tionghoa di Tangerang

Hairul Alwan | Suara.com

Selasa, 24 Juni 2025 | 12:05 WIB
Jejak Sejarah Akulturasi Budaya Tionghoa di Tangerang
Seorang warga tengah berdoa di Klenteng Boen Tek Bio di kawasan Pasar Lama, Tangerang. [ANTARA/Sinta Ambar]

Namun pada 1973 bangunan yang berada di Jalan Cilangkap 44 ini dijual ke orang Jakarta yang kemudian dimanfaatkan untuk menjadi sarang burung walet yang bernilai ekonomi tinggi. Untuk mencegah pencurian sarang walet, sang pemilik lantas mengecor dinding rumah dan membuat bagian dalam rumah hancur.

Rumah itu pun kembali beralih tangan ke sosok pengusaha sekaligus budayawan Udaya Halim, pada 2013 hingga 2014 merestorasi bangunan ini dan mengubahnya ke bentuk awal dan menggunakan kembali kayu hingga atap.

Kini Roemah Boeroeng (Roemboer) Tangga Ronggeng menjadi museum kuliner sembari mengumpulkan materi dan biaya untuk operasional, dan menjadi bangunan yang dimanfaatkan untuk acara-acara tertentu seperti acara budaya saat sincia atau imlek, Cap go meh, Peh Cun serta menyambut tamu khusus dengan jamuan makanan khas peranakan.

Penamaan Roemboer Tangga ronggeng tak lepas dari sejarah bangunan yang dulunya merupakan rumah sarang burung walet, sementara tangga ronggeng mengacu pada tangga yang digunakan penari ronggeng menuju jamban di tepi sungai Cisadane yang berlokasi tak jauh dari gedung tiga lantai ini. Gedung ini memiliki sederet koleksi kuno salah satunya kaligrafi.

2. Klenteng Boen Tek Bio

Berjarak tak jauh dari sungai Cisadane, salah satu klenteng tertua di Tangerang ini menghadirkan makna mendalam bagi masyarakat keturunan Tionghoa dan menjadi tempat ibadah yang dihormati masyarakat sekitar.

Bangunan ini dibangun pada abad ke-17 oleh pedagang Tionghoa yang akhirnya menetap di Kawasan itu, serta berperan sebagai pemersatu etnis Tionghoa di Tangerang termasuk merayakan bersama berbagai perayaan besar seperti imlek hingga Cap go meh.

3. Museum Benteng Heritage

Bangunan yang diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke-17 ini merupakan bangunan milik Udaya Halim yang dibeli pada 2009 dengan tujuan menyelamatkan bangunan tertua di Pasar Lama, Tangerang ini.

Diresmikan pada 11 November 2011, bangunan ini masih menjaga keaslian struktur mulai dari lantai yang berasal dari terakota, kayu hingga plafon sehingga saat tiba di museum ini, pengunjung akan serasa tenggelam menjelajah peninggalan masa lampau.

Memasuki area lantai satu, pengunjung akan melihat hiasan lung atau naga berwarna emas pada sisi kiri serta tulisan mandarin dengan ukuran yang besar dengan warna emas pada bagian tengah tembok, juga lukisan-lukisan menawan yang memanjakan mata.

Beranjak ke lantai dua, menaiki tangga kayu yang cukup menanjak, koleksi berupa fengshui bakal menyapa, alat ini konon berguna untuk menentukan arah dalam pembangunan rumah, kemudian beragam timbangan yang salah satunya digunakan untuk menimbang opium.

Museum ini juga diperkaya dengan sejumlah furnitur khas Tiongkok berbahan kayu serta hiasan porselen, patung dewa-dewa, buku terjemahan, ranjang pengantin khas Tiongkok, hingga kebaya encim yang didonasikan oleh masyarakat keturunan Tionghoa hingga topi petani khas Tiongkok yang berbentuk panjang ke belakang untuk melindungi tubuh bagian belakang dari paparan sinar matahari.

Menariknya lagi,sebuah ukiran yang tersemat pada salah bagian museum yang dekat dengan atap. Konon, ukiran yang awalnya sebuah bongkahan batu besar ini masih asli dengan warna yang belum memudar. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Korupsi Bansos saat Covid-19, Eks Mensos Juliari Peter Batubara Diperiksa KPK di Tangerang

Kasus Korupsi Bansos saat Covid-19, Eks Mensos Juliari Peter Batubara Diperiksa KPK di Tangerang

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 14:56 WIB

Perluas Akses Pendidikan di Tangerang Selatan, Anak Mitra Driver Ojol Dapat 50 Ribu Buku

Perluas Akses Pendidikan di Tangerang Selatan, Anak Mitra Driver Ojol Dapat 50 Ribu Buku

Lifestyle | Jum'at, 13 Juni 2025 | 10:11 WIB

Pelatih Buangan Persija Dikasih Target Setinggi Langit untuk Persita Tangerang

Pelatih Buangan Persija Dikasih Target Setinggi Langit untuk Persita Tangerang

Bola | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:57 WIB

Proyek Pelebaran Jalan Tol Tangerang-Merak Mulai Digarap

Proyek Pelebaran Jalan Tol Tangerang-Merak Mulai Digarap

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 16:21 WIB

Truk Muatan Pasir Terguling di Tol Jakarta-Tangerang: Kernet Tewas, Kemacetan Mengular

Truk Muatan Pasir Terguling di Tol Jakarta-Tangerang: Kernet Tewas, Kemacetan Mengular

News | Sabtu, 31 Mei 2025 | 20:05 WIB

Diduga Untung Rp 6,8 Juta per Hari, 2 Tersangka Penyelewengan LPG Subsidi di Tangerang Diringkus

Diduga Untung Rp 6,8 Juta per Hari, 2 Tersangka Penyelewengan LPG Subsidi di Tangerang Diringkus

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 05:52 WIB

Terkini

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:46 WIB

Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:45 WIB

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:34 WIB

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:28 WIB

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

Sengketa Temuan Kasus Andrie Yunus: Polisi Sebut Tak Ada Sipil, KontraS Ungkap 'Operasi Sadang'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:25 WIB

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB

Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak

Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

Jaksa Agung Didesak Turun Tangan Seret Penyiram Air Keras Andrie Yunus ke Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:17 WIB

Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan

Terkuak! Korban Mutilasi di Serang Baru Ternyata Dibunuh karena Tolak Curi Mobil Majikan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:15 WIB

PDIP-Demokrat Kompak Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

PDIP-Demokrat Kompak Desak Prabowo Bentuk TGPF Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:14 WIB