Siapa Denny JA? Pendiri LSI Kini jadi Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi

Yazir F

Jum'at, 11 Juli 2025 | 16:03 WIB
Siapa Denny JA? Pendiri LSI Kini jadi Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi
Denny JA Pendiri LSI Kini jadi Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi

Suara.com - Denny Januar Ali, atau lebih dikenal dengan nama Denny JA, telah resmi diangkat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha Pertamina di sektor hulu migas.

Pengumuman ini disampaikan melalui laman resmi perusahaan pada Kamis, 10 Juli 2025, dan menjadi bagian dari perombakan jajaran komisaris yang dilakukan oleh pemegang saham.

Penunjukan Denny JA menjadi perhatian publik karena kiprahnya yang luas di berbagai bidang, mulai dari politik, riset sosial, hingga kebudayaan.

Bersamaan dengan pengangkatan tersebut, sejumlah nama lain juga turut masuk dalam susunan dewan komisaris terbaru.

Mereka adalah Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta pengamat politik Muhammad Qodari.

Denny JA, konsultan politik serta pemimpin lembaga survei LSI Denny JA. [Antara]
Denny JA, konsultan politik serta pemimpin lembaga survei LSI Denny JA. [Antara]

Langkah ini diyakini sebagai upaya strategis PHE untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus menjawab tantangan sektor energi yang semakin kompleks dan dinamis.

Rekam Jejak Panjang Denny JA

Nama Denny JA sudah sangat akrab di kalangan publik, khususnya sejak era reformasi.

Dia merupakan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), lembaga riset opini publik yang sangat berpengaruh dalam pelaksanaan pemilu nasional maupun daerah.

baca juga

Di balik layar politik Indonesia, Denny dikenal sebagai konsultan politik yang tangguh dan berhasil mengantarkan kemenangan calon presiden dalam lima Pilpres berturut-turut, dari 2004 hingga 2024.

Pengaruh dan reputasinya sebagai ahli strategi politik membuatnya dihormati berbagai kalangan.

Bahkan, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Lemprid) memberikan penghargaan Legend Award atas kontribusinya di dunia politik elektoral Indonesia.

Pendidikan Tinggi dari UI hingga Amerika Serikat

Denny memulai karier intelektualnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, tempat ia meraih gelar sarjana pada tahun 1989.

Tak berhenti di situ, dia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan berhasil mendapatkan gelar Master of Public Administration dari University of Pittsburgh pada 1994.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia LSI, Denny JA , [Suara.com/oke Atmaja]
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia LSI, Denny JA , [Suara.com/oke Atmaja]

Kemudian, pada 2001, dia meraih gelar doktor dalam bidang Politik Perbandingan dari Ohio University.

Latar belakang pendidikan yang komprehensif ini menjadikannya salah satu pemikir multidisipliner Indonesia yang mampu menjembatani teori dan praktik dalam dunia kebijakan publik.

Aktif di Akademik, Media, dan Dunia Sastra

Sebelum dikenal luas sebagai konsultan politik, Denny JA sempat menjabat sebagai Direktur Eksekutif Universitas Jayabaya Jakarta (2000–2003), dan juga menjadi presenter program politik di Metro TV serta Radio Delta FM.

Dia rutin menulis opini di sejumlah surat kabar nasional selama hampir dua dekade, membentuk karakter publiknya sebagai intelektual yang konsisten dalam menyuarakan isu-isu kebangsaan.

Tak hanya di ranah politik dan akademik, Denny aktif di dunia sastra. Dia menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) untuk periode 2021–2026.

Denny juga mendirikan Yayasan Indonesia Tanpa Diskriminasi yang mengusung nilai-nilai toleransi dan kebebasan berekspresi.

Penghargaan Nasional hingga ASEAN

Kiprah Denny JA tak luput dari apresiasi dalam dan luar negeri. Selain penghargaan dari Lemprid, dia pernah masuk dalam daftar 33 tokoh sastra paling berpengaruh dalam sejarah sastra modern Indonesia versi Yayasan H.B. Jassin.

Dia juga menerima Penghargaan Sastra Kemanusiaan dan Diplomasi ASEAN dari Badan Bahasa dan Sastra Malaysia pada tahun 2020.

Pada 2021, Satupena menganugerahkan Lifetime Achievement Award atas dedikasinya di dunia literasi.

Di ranah digital, ia pernah mencetak rekor sebagai pemilik Golden Tweet Nomor 2 Dunia dan Tweet Nomor 1 Indonesia versi Twitter pada tahun 2014, membuktikan pengaruhnya yang lintas media.

Reaksi Publik Denny JA jadi Komisaris PHE

Masuknya Denny JA ke jajaran komisaris PHE diharapkan mampu membawa energi baru dalam tata kelola perusahaan.

Pengalaman panjangnya dalam riset kebijakan, konsultan politik, dunia akademik, hingga advokasi sosial menjadikannya aset penting dalam menyusun arah strategis perusahaan energi nasional.

Namun, tidak sedikit netizen yang sinis. Mereka menduga Denny JA termasuk ke dalam daftar "kebagian jatah kue" alias penerima jabatan.

Sebagai pendiri LSI, Denny aktif dalam mendukung salah satu kandidat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, yakni Prabowo Subianto.

Banyak yang merasa jabatan ini didapatkan Denny sebagai bentuk imbalan atau rekonsiliasi politik setelah kontestasi.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:41 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya

30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:37 WIB

Tanggapi Survei LSI Denny JA, PKB Sebut Pilkada Lewat DPRD Bagian dari Demokrasi

Tanggapi Survei LSI Denny JA, PKB Sebut Pilkada Lewat DPRD Bagian dari Demokrasi

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:53 WIB

Gen Z Paling Vokal! 84 Persen Tolak Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

Gen Z Paling Vokal! 84 Persen Tolak Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 18:18 WIB

Komisaris Utama PHE Lapor LHKPN, Harta Kekayaan Tembus Rp3,08 Triliun

Komisaris Utama PHE Lapor LHKPN, Harta Kekayaan Tembus Rp3,08 Triliun

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 06:19 WIB

Rapor 1 Tahun Prabowo Versi LSI: Ekonomi Jeblok, 5 Sektor Lain Lolos, Hubungan Internasional Juara

Rapor 1 Tahun Prabowo Versi LSI: Ekonomi Jeblok, 5 Sektor Lain Lolos, Hubungan Internasional Juara

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:25 WIB

CEO Danantara Ungkap Ada Komisaris BUMN Ubah Laporan Keuangan, Bahkan Fraud

CEO Danantara Ungkap Ada Komisaris BUMN Ubah Laporan Keuangan, Bahkan Fraud

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 15:01 WIB

Richard Lee ke Hasan Nasbi: Enak Nggak Pak Jadi Komisaris BUMN?

Richard Lee ke Hasan Nasbi: Enak Nggak Pak Jadi Komisaris BUMN?

Entertainment | Minggu, 05 Oktober 2025 | 17:50 WIB

165 Kursi Komisaris BUMN Dikuasai Politisi, Anak Buah Prabowo Merajai

165 Kursi Komisaris BUMN Dikuasai Politisi, Anak Buah Prabowo Merajai

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 19:13 WIB

Terkini

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

×