Kenapa Restorasi Ekosistem Laut Dalam Akibat Penambangan Sulit Tercapai? Ini Kata Ilmuwan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 21 Juli 2025 | 13:00 WIB
Kenapa Restorasi Ekosistem Laut Dalam Akibat Penambangan Sulit Tercapai? Ini Kata Ilmuwan
Ilustrasi laut dalam. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan yang terlibat dalam perumusan aturan internasional mengenai penambangan laut dalam menyatakan kekhawatirannya terhadap kemampuan manusia memulihkan ekosistem laut dalam yang rusak.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah pemulihan tersebut mungkin dilakukan, dan jika ya, berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Sebagai salah satu wilayah liar terakhir di Bumi, dasar laut kini menjadi incaran negara dan perusahaan swasta untuk mengeksplorasi sumber daya mineral penting seperti kobalt, nikel, tembaga, dan mangan.

Mineral ini dibutuhkan untuk menunjang teknologi energi baru, termasuk baterai kendaraan listrik.

Ilustrasi laut dalam. [PublicDomainPictures/Pixabay]
Ilustrasi laut dalam. [PublicDomainPictures/Pixabay]

Nodul polimetalik seukuran kentang yang kaya akan mineral tersebut ditemukan melimpah di dasar Samudra Pasifik tengah. Sejumlah perusahaan mengklaim bahwa penambangan nodul-nodul ini dapat dilakukan dengan dampak minimal terhadap lingkungan.

Namun, klaim ini dibantah oleh para ilmuwan dan pegiat konservasi laut.

"Jika kita menghilangkan nodul dari dasar laut, kita tidak tahu apa yang hilang, yang kita tahu hanyalah bahwa nodul itu hilang selamanya," demikian salah satu temuan dari proyek konservasi DEEP REST yang dipresentasikan di sela pertemuan Otoritas Dasar Laut Internasional (ISA) di Kingston, Jamaika.

Para peneliti dalam proyek ini menegaskan bahwa sejauh ini, semua upaya restorasi yang mereka lakukan masih bersifat jangka pendek, dan belum menunjukkan hasil menggembirakan.

"Ekosistem tidak pulih dalam beberapa tahun," kata Jozee Sarrazin, peneliti dari Institut Ilmu Kelautan Prancis (Ifremer).

Koordinator DEEP REST juga menambahkan bahwa jika pun restorasi memungkinkan, "itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, dan saat ini kami tidak memiliki data untuk mengatakan apakah itu akan memakan waktu 100 tahun atau 1.000 tahun."

Wilayah dasar laut yang diincar ini sebenarnya merupakan rumah bagi jutaan spesies laut, termasuk karang lunak, spons, dan anemon yang hanya bisa bertahan karena adanya nodul sebagai substrat tempat mereka menempel.

Studi MiningImpact yang dipresentasikan oleh Matthias Haeckel dari pusat riset GEOMAR Jerman menegaskan bahwa aktivitas penyedotan nodul serta penyebaran sedimen menyebabkan turunnya populasi, keragaman hayati, dan fungsi ekosistem.

"Singkatnya, pada akhirnya kita berbicara tentang masa pemulihan ribuan tahun," ujarnya.

Sejumlah eksperimen dengan nodul buatan sedang dilakukan, namun hasilnya belum diketahui.

"Kami menempatkan nodul buatan dari tanah liat laut dalam di beberapa lokasi pada kedalaman 4.500 meter," ujar Sabine Gollner, ahli biologi dari Royal Netherlands Institute for Sea Research.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak Baru Konsesi Tambang: PP untuk UMKM Masih Harmonisasi, Kapan Terbit?

Babak Baru Konsesi Tambang: PP untuk UMKM Masih Harmonisasi, Kapan Terbit?

News | Jum'at, 18 Juli 2025 | 21:40 WIB

Ada Tambang Batu Bara Ilegal di IKN, Bahlil: Bukan Domain Kami, Itu Aparat Penegak Hukum

Ada Tambang Batu Bara Ilegal di IKN, Bahlil: Bukan Domain Kami, Itu Aparat Penegak Hukum

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 18:21 WIB

Jantung IKN Diobrak-abrik Mafia Tambang, Negara Rugi Rp5,7 Triliun!

Jantung IKN Diobrak-abrik Mafia Tambang, Negara Rugi Rp5,7 Triliun!

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 20:20 WIB

Terkini

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:58 WIB

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:20 WIB

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:01 WIB

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:52 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:43 WIB