Balita Sukabumi Tewas Akibat Cacingan, DPR Murka Salahkan Pemda dan Warga

Galih Prasetyo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 20 Agustus 2025 | 23:51 WIB
Balita Sukabumi Tewas Akibat Cacingan, DPR Murka Salahkan Pemda dan Warga
Ilustrasi cacingan pada orang dewasa. (Unsplash/Julien Tromeur)

Suara.com - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, angkat bicara mengenai kasus meninggalnya seorang balita berusia 4 tahun di Sukabumi yang diduga akibat cacingan.

Marwan menyebut tragedi ini sebagai bentuk kelalaian fatal yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda), tetapi juga oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena kondisi orang tua balita yang disebut mengalami gangguan jiwa (ODGJ), sehingga tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk merawat anaknya.

Marwan menyatakan kejadian ini sungguh menyedihkan dan seharusnya tidak boleh terjadi di tengah berbagai program perlindungan sosial yang telah digulirkan pemerintah.

"Yang namanya anak tetap perlindungannya apapun. Apalagi kita punya Kementerian Sosial yang khusus menangani itu," kata Marwan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Ia mempertanyakan mengapa keluarga tersebut bisa luput dari jangkauan bantuan pemerintah, padahal dengan kondisi orang tua yang seperti itu, mereka seharusnya masuk dalam kategori prioritas utama (Desil 1) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Kita sudah menganggarkan dan sudah membuat program untuk perlindungan itu. Ada PKH, ada BPNT, bahkan ada pembagian paket-paket sembako. Kenapa bisa terabaikan seperti itu?," katanya.

Marwan tidak hanya menyoroti kegagalan pemerintah daerah, yang ia sebut "sudah sangat lalai", tetapi juga mengkritik tajam sikap abai dari lingkungan sekitar.

Menurutnya, di era kecanggihan media sosial di mana informasi sepele bisa viral dengan cepat, sungguh ironis jika penderitaan seorang anak hingga meninggal dunia tidak ada yang melaporkan.

"Patut kita pertanyakan, masa gak ada orang di sekelilingnya yang melaporkan itu? Kok bisa terjadi ya? Ular saja meloncat, itu masuk di media sosial. Ini sampai meninggal kok sampai terjadi," sindirnya.

"Jangankan pemda, masyarakat sekelilingnya lalai kok," sambungnya.

Kekecewaan Marwan semakin mendalam saat mengetahui bahwa balita tersebut telah meninggal sejak bulan Juli namun kasusnya baru terungkap sekarang.

"Sungguh tragis juga buat dia. Menuju meninggal tidak ada yang memberitakan. Setelah meninggal juga lama sekali baru terangkat," ujarnya.

Sebagai penutup, Marwan menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peka dan proaktif terhadap lingkungan sosialnya. Ia meminta agar warga tidak ragu melapor jika menemukan ada tetangga atau orang di sekitarnya yang membutuhkan bantuan mendesak.

"Bila ada hal-hal yang perlu dapat dukungan, ayolah kita sampaikan," imbaunya.

Kasus viralnya seorang balita meninggal tragis karena tubuhnya dipenuhi cacing di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), jadi sorotan publik. Balita malang itu bernama Raya (3).

Raya mengembuskan napas terakhir setelah sembilan hari menjalani perawatan intensif di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Kisah tragis ini menimbulkan keprihatinan luas, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaji PNS Batal Naik Tahun Depan, DPR: Situasi Rakyat Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Gaji PNS Batal Naik Tahun Depan, DPR: Situasi Rakyat Sedang Tidak Baik-Baik Saja

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 23:24 WIB

Tak Punya Akal, Celios Kritik Keras Kenaikan Tunjangan DPR: Lebih Baik Digunakan Untuk Daerah

Tak Punya Akal, Celios Kritik Keras Kenaikan Tunjangan DPR: Lebih Baik Digunakan Untuk Daerah

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 23:01 WIB

Tepergok Pakai LPG 3 Kg, Kekayaan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Nyaris Rp10 Miliar!

Tepergok Pakai LPG 3 Kg, Kekayaan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Nyaris Rp10 Miliar!

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:12 WIB

Punya Rumah Rp 23 Miliar, Terima Tunjangan Rp 50 Juta, Sahroni: Jangan Senang Lihat Orang Susah!

Punya Rumah Rp 23 Miliar, Terima Tunjangan Rp 50 Juta, Sahroni: Jangan Senang Lihat Orang Susah!

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:02 WIB

Janji Audiensi RUU KUHAP Ditagih, Lokataru ke Komisi III DPR: Kapan dan di Mana Suratnya?

Janji Audiensi RUU KUHAP Ditagih, Lokataru ke Komisi III DPR: Kapan dan di Mana Suratnya?

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:25 WIB

Heboh Gaji Anggota DPR Naik, Kekayaan Kris Dayanti Melonjak Sejak Duduk di Senayan

Heboh Gaji Anggota DPR Naik, Kekayaan Kris Dayanti Melonjak Sejak Duduk di Senayan

Entertainment | Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:58 WIB

Terkini

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:13 WIB

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:02 WIB

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:33 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:49 WIB