5 Fakta Karier Pasha Ungu, Dari Rocker ke Politisi Senayan Hingga Isu Hoax Mundur dari DPR

Tasmalinda

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 23:48 WIB
5 Fakta Karier Pasha Ungu, Dari Rocker ke Politisi Senayan Hingga Isu Hoax Mundur dari DPR
Pasha Ungu. [Dok. Antara]

Suara.com -  Di tengah viralnya hoax yang menyebut Pasha Ungu mundur dari DPR karena menolak "makan uang haram", sebuah pertanyaan menarik muncul yakni mengapa harus Pasha?

Mengapa bukan politisi lain? Jawabannya terletak pada perjalanan kariernya yang penuh liku dan kontras, yang secara tak sadar menjadikannya ikon sempurna bagi narasi kekecewaan publik.

Dari seorang penyanyi idola remaja hingga menjadi bagian dari elite politik di Senayan, inilah lima fase penting dalam karier Pasha Ungu yang menjelaskan mengapa publik begitu mudah merayakan kebohongan tentang dirinya.

1. Fase Musisi Idola Generasi

Bagi jutaan orang Indonesia, nama Pasha pertama kali melekat sebagai vokalis band Ungu dengan rambut gondrong dan suara khasnya.

Di awal tahun 2000-an, ia adalah idola. Citranya adalah seorang seniman, figur panggung yang jauh dari dunia politik yang kaku dan korup. Ingatan kolektif tentang Pasha sebagai "anak band" inilah yang menjadi fondasi utama mengapa ia dianggap sebagai "orang luar" yang berbeda.

2. Kejutan Terjun ke Politik sebagai Wakil Wali Kota Palu

Langkah Pasha untuk terjun ke politik pada tahun 2016 adalah sebuah kejutan besar.

Ia berhasil terpilih sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah. Fase ini menandai transformasinya dari seorang seniman menjadi seorang birokrat.

baca juga

Meskipun banyak yang meragukan, ia berhasil menyelesaikan masa jabatannya, membuktikan bahwa ambisi politiknya bukan sekadar main-main.

3. Fase Naik Kelas: Menjadi Anggota DPR RI di Senayan

Inilah titik di mana Pasha secara resmi menjadi bagian dari institusi yang paling tidak dipercaya oleh publik.

Terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) untuk periode 2024-2029, ia kini duduk di Senayan.

Posisinya sebagai "orang dalam" inilah yang membuat narasi hoax "mundur dari dalam" menjadi sangat kuat dan dramatis.

Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu (Instagram/pashaungu_vm)
Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu (Instagram/pashaungu_vm)

4. Politisi Cukup Pragmatis

Di sinilah letak ironi terbesarnya.

Berbeda dengan narasi heroik dalam hoax, rekam jejak politik Pasha menunjukkan bahwa ia adalah seorang politisi yang cenderung pragmatis dan mengikuti alur.

Tidak ada catatan bahwa ia adalah seorang pemberontak vokal yang sering mengkritik keras lembaganya sendiri dari dalam.

Karakternya sebagai politisi adalah bagian dari sistem, bukan penentangnya. Inilah yang membuat klaim dalam video viral tersebut sangat tidak sesuai dengan realitasnya.

5. Informasi Hoaksnya Viral

Wajah yang Dikenal: Sebagai selebriti, wajahnya mudah dikenali dan beritanya mudah menyebar.

Publik masih menyimpan memori tentang "Pasha si anak band", seorang outsider.. Posisinya di DPR membuat klaim "mundur karena muak" menjadi sangat relevan dan menusuk.

Pada akhirnya, viralnya hoax ini bukanlah tentang Pasha Ungu sebagai individu. Ini adalah tentang bagaimana perjalanan kariernya yang unik, dari panggung ke parlemen, secara tak sengaja menjadikannya wadah yang paling ideal bagi luapan amarah dan kerinduan publik akan integritas.

Menurut Anda, mengapa figur selebriti yang terjun ke politik seringkali menjadi subjek narasi yang begitu kuat, baik positif maupun negatif?

Diskusikan di kolom komentar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 5 Fakta Viral Pasha Ungu Mundur dari DPR yang Ternyata Hoaks

Ini 5 Fakta Viral Pasha Ungu Mundur dari DPR yang Ternyata Hoaks

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 23:07 WIB

Kekayaan Pasha Ungu, Viral Mundur dari DPR RI Gegara Tak Mau Makan Uang Haram, Benarkah?

Kekayaan Pasha Ungu, Viral Mundur dari DPR RI Gegara Tak Mau Makan Uang Haram, Benarkah?

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 22:35 WIB

Benarkah Viral Pasha Ogah 'Makan Uang Haram' dan Pilih Mundur dari DPR?

Benarkah Viral Pasha Ogah 'Makan Uang Haram' dan Pilih Mundur dari DPR?

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 22:35 WIB

Kursi Wamenaker Kosong, DPR Serahkan ke Prabowo Ajukan 2 Syarat Mutlak!

Kursi Wamenaker Kosong, DPR Serahkan ke Prabowo Ajukan 2 Syarat Mutlak!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 22:35 WIB

DPR Dikatai Tak Punya Empati, Sahroni: Kerja Kami di Dapil Tak Terekspos, Silakan Maki-Maki Saja!

DPR Dikatai Tak Punya Empati, Sahroni: Kerja Kami di Dapil Tak Terekspos, Silakan Maki-Maki Saja!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 21:55 WIB

Sahroni Bela Pernyataannya 'Mental Orang Tolol Sedunia' : Kami Juga Manusia!

Sahroni Bela Pernyataannya 'Mental Orang Tolol Sedunia' : Kami Juga Manusia!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 22:11 WIB

Terobosan atau Kemunduran? DPR Usulkan Gerbong Merokok di Kereta Api, Nasib Penumpang Lain?

Terobosan atau Kemunduran? DPR Usulkan Gerbong Merokok di Kereta Api, Nasib Penumpang Lain?

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 21:35 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×