12 Tuntutan Mengguncang Prabowo! Gebrak Ultimatum: Hentikan Kekerasan, Adilkan Rakyat!

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 04 September 2025 | 08:22 WIB
12 Tuntutan Mengguncang Prabowo! Gebrak Ultimatum: Hentikan Kekerasan, Adilkan Rakyat!
Presiden Prabowo Subianto. (Foto dok. Prabowo)
Baca 10 detik
  • Gebrak menilai Presiden Prabowo menggiring opini untuk menyudutkan aksi protes rakyat sebagai makar
  • Gebrak desak hentikan kekerasan aparat, bebaskan tahanan aksi, dan lakukan reformasi sistemik
  • Mereka sampaikan 12 tuntutan untuk atasi masalah struktural dan dorong perjuangan rakyat berlanjut

Suara.com - Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak menilai Presiden Prabowo, sedang berupaya menggiring opini untuk menyudutkan gerakan perlawanan rakyat dalam aksi unjuk rasa di berbagai daerah yang berlangsung pada 25-30 Agustus 2025.

Gebrak terdiri dari sejumlah organisasi buruh hingga organisasi HAM, di antaranya Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia atau KASBI.

Ketua Umum Konfederasi KASBI Sunarno menyebut, upaya penggiringan opini tercermin dari pernyataan Presiden Prabowo menginstruksikan aparat kepolisian dan tentara untuk “menindak tegas" massa aksi yang dikaitkan dengan perusakan fasilitas umum, penjarahan, dan serangan terhadap institusi kepolisian—dengan tuduhan makar dan terorisme.

"Seolah-olah gelombang aksi protes yang terjadi beberapa waktu belakangan merupakan sebuah tindakan subversif, mengaburkan fakta sesungguhnya mengenai gelombang protes rakyat yang berakar dari persoalan struktural yang semakin menghimpit kehidupan mereka," kata Sunarno lewat keterangannya yang diterima Suara.com, Rabu (3/9/2025).

Gebrak menduga penggiringan opini sengaja dilakukan demi melegitimasi tindakan represif oleh aparat seperti penangkapan hingga penembakan menggunakan peluru karet.

Menurut mereka, dalam situasi krusial seperti itu, Prabowo justru menyederhanakan kompleksitas masalah menjadi sekadar pelanggaran hukum dan tuduhan makar.

Massa saat menggelar aksi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Massa saat menggelar aksi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Bagi kami, itu adalah narasi yang menyesatkan dan berpotensi mendelegitimasi perjuangan rakyat. Hal ini menandakan Rezim Pemerintahan Prabowo telah gagal menyelami suasana kebatinan dan penderitaan rakyat akibat kebijakan yang diskriminatif dan serampangan oleh pemerintahannya sendiri," tegas Sunarno.

Gebrak menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang meluas hingga di 50 titik kabupaten/kota merupakan akumulasi dari persoalan ekonomi-politik yang semakin mencekik rakyat.

"Kenaikan pajak, kenaikan harga kebutuhan pokok, upah murah, PHK massal, perampasan tanah, biaya kuliah mahal, beserta masalah lainnya yang memotret tingkat kemiskinan dan ketimpangan yang semakin parah adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh rakyat," kata Sunarno.

baca juga

Persoalan itu, lanjutnya, berkelindan erat dengan degradasi demokrasi, pengangkangan konstitusi, arogansi dan kepongahan pejabat tinggi negara, brutalitas aparat, dan kemewahan hidup orang-orang super kaya.

"Rakyat marah dan muak atas perilaku dan sikap elit politik yang nir-empati dan tidak sensitif terhadap penderitaan yang dihadapi oleh rakyat," ujarnya.

Di sisi lain Gebrak juga menilai bahwa tuntutan masyarakat tidak akan terselesaikan dengan hanya menonaktifkan sejumlah anggota DPR dan permintaan maaf.

"Apalagi hanya dengan melaksanakan pertemuan dan kongkow-kongkow para elit di Istana. Rakyat membutuhkan komitmen politik yang kuat dari Presiden dan DPR RI untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan struktural yang menjadi akar masalah dari penderitaan rakyat selama ini," tegas Sunarno.

Untuk itu, mereka menyampaikan 12 tuntutannya untuk segera dilaksanakan pemerintahan Presiden Prabowo:

  1. Hentikan brutalitas aparat kepolisian dan TNI, bebaskan seluruh peserta aksi dan aktivis pro-demokrasi yang ditangkap; bentuk tim independen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelanggaran HAM terutama kasus kematian 10 orang warga dan massa aksi;
  2. Bentuk pengadilan HAM untuk mengadili para pelaku pelanggaran HAM di masa lalu dan sekarang;
  3. Reformasi total institusi kepolisian, dan kembalikan TNI ke barak;
  4. Reformasi total sistem pemilu dan partai politik yang menjadi biang kerok kerusakan sistem demokrasi;
  5. Hapuskan hak istimewa, potong gaji dan tunjangan pejabat negara, perwira tinggi,pejabat lembaga non kementerian, komisaris dan direktur BUMN hingga setara upah buruh rata-rata, yang kemudian dialihkan untuk anggaran pendidikan dan kesehatan gratis, subsidi serta program kesejahteraan bagi rakyat;
  6. Batalkan kenaikan tarif pajak bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah dan mengalihkan bebannya kepada konglomerat, korporasi dan perbankan dengan memberlakukan pajak progresif;
  7. Sahkan RUU Perampasan Aset untuk mengadili dan menyita aset para koruptor;
  8. Turunkan harga pangan dan sembako, tarif air dan listrik, bahan bakar minyak; serta batalkan kenaikan iuran BPJS yang semakin mencekik kehidupan rakyat;
  9. Hapus sistem outsourcing; memastikan jaminan kerja dan upah layak, hentikan PHK massal, dan bangun industrialisasi nasional di bawah kontrol penuh rakyat;
  10. Tertibkan monopoli konsesi dan tanah terlantar korporasi, distribusikan kepada rakyat melalui reforma agraria untuk menjamin keadilan dan pemerataan ekonomi;
  11. Batalkan dan cabut kebijakan yang bertentangan dengan konstitusi dan menindas rakyat (UU Cipta Kerja, KUHP, UU Minerba, Proyek Strategis Nasional, UU Kehutanan, RKUHAP, dan lain-lain);
  12. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan gerakan rakyat di berbagai daerah untuk meneruskan perjuangan; fokus pada cita-cita perjuangan sampai tuntutan-tuntutan kita dilaksanakan oleh Rezim Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Adapun kelompok masyarakat yang tergabung dalam Gebrak di antaranya, KASBIH, KPBI, SGBN, KSN, SINDIKASI, Jarkom SP Perbankan, KPA, SEMPRO, KPR, FPBI, SMI, LMID, FIJAR, LBH Jakarta, YLBHI, FSBMM, FSPM, FKI, SPAI, WALHI, GreenPeace, Trend Asia, Aliansi Jurnalis Independen, KONTRAS, BEM STIH Jentera, SPK, Rumah Amartya, Pembebasan, LIPS, Perempuan Mahardhika, KSPTMKI, DFW, PKBI, Perserikatan Sosialis, Organisasi Kaum Muda Sosialis, PPR

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RUU Perampasan Aset Kapan Disahkan? Ini Janji Prabowo Subianto

RUU Perampasan Aset Kapan Disahkan? Ini Janji Prabowo Subianto

News | Rabu, 03 September 2025 | 15:02 WIB

Elit Politik Miskin Etik, Ubedillah Badrun: Pejabat RI Harus Belajar dari Jepang

Elit Politik Miskin Etik, Ubedillah Badrun: Pejabat RI Harus Belajar dari Jepang

News | Rabu, 03 September 2025 | 14:51 WIB

YLBHI Sebut Perintah Prabowo Bikin Demo Berdarah: 10 Tewas, 3.337 Ditangkap

YLBHI Sebut Perintah Prabowo Bikin Demo Berdarah: 10 Tewas, 3.337 Ditangkap

News | Rabu, 03 September 2025 | 14:24 WIB

Prabowo Hadir Parade Militer di China: Diri Sejajar dengan Xi Jinping, Bincang Bareng Vladimir Putin

Prabowo Hadir Parade Militer di China: Diri Sejajar dengan Xi Jinping, Bincang Bareng Vladimir Putin

News | Rabu, 03 September 2025 | 13:55 WIB

Banyak Orang Hilang Semasa Demo, Fedi Nuril Sentil Budiman Sudjatmiko: Terasa Familiar?

Banyak Orang Hilang Semasa Demo, Fedi Nuril Sentil Budiman Sudjatmiko: Terasa Familiar?

News | Rabu, 03 September 2025 | 13:41 WIB

Mantan Intelijen Kuliti Teror Politik: Penjarahan Rumah Demi Bungkam DPR?

Mantan Intelijen Kuliti Teror Politik: Penjarahan Rumah Demi Bungkam DPR?

News | Rabu, 03 September 2025 | 12:30 WIB

Terkini

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:46 WIB

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:45 WIB

Tepis Isu Abaikan Komnas HAM, Ketua Komisi XIII DPR Pastikan Anggaran Justru Ditambah

Tepis Isu Abaikan Komnas HAM, Ketua Komisi XIII DPR Pastikan Anggaran Justru Ditambah

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:44 WIB

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 18:39 WIB

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

×