Intel Nyamar Malah Diciduk Brimob, Ini Kronologi Anggota BAIS Dituduh Provokator Demo Ricuh di Slipi

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 05 September 2025 | 17:18 WIB
Intel Nyamar Malah Diciduk Brimob, Ini Kronologi Anggota BAIS Dituduh Provokator Demo Ricuh di Slipi
Ilustrasi demo ricuh di Slipi
Baca 10 detik
  • Seorang perwira BAIS TNI berpangkat Mayor (SS) ditangkap oleh anggota Brimob di Slipi
  • Identitas Mayor SS, termasuk foto wajah dan kartu anggota
  • Mabes TNI mengklarifikasi bahwa keberadaan anggotanya di lokasi demo

Suara.com - Sebuah insiden menegangkan yang berpotensi memicu gesekan antara TNI dan Polri terjadi di tengah panasnya aksi demonstrasi. Seorang perwira menengah TNI dari Badan Intelijen Strategis (BAIS), Mayor SS, ditangkap oleh anggota Brimob karena dituduh sebagai provokator saat kericuhan pecah di kawasan Flyover Slipi, Jakarta Barat.

Insiden salah tangkap ini sontak viral setelah foto wajah dan kartu anggota Mayor SS menyebar luas di media sosial dengan narasi yang menyudutkan. Menanggapi hal tersebut, Mabes TNI akhirnya buka suara dan membeberkan kronologi lengkap kejadian tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa keberadaan anggota BAIS di lokasi demonstrasi adalah bagian dari tugas resmi untuk melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman.

"Anggota BAIS TNI memang harus melaksanakan deteksi dini, kemudian cegah dini terhadap segala upaya-upaya ancaman, karena itu dimanapun situasi yang sekiranya mengancam, pasti akan ada rekan-rekan kita di situ," kata Freddy dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dilansir Antara, Jumat (5/9/2025).

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (28/8) malam, sekitar pukul 23.25 WIB. Saat itu, situasi di Flyover Slipi memanas, massa aksi terlibat bentrok dengan aparat Brimob. Pasukan Brimob kemudian memukul mundur massa hingga terpecah ke dua arah, yakni Pejompongan dan Bendungan Hilir.

Mayor SS, yang sedang bertugas memonitor situasi, mengikuti pergerakan pasukan Brimob dari Bendungan Hilir yang hendak bergabung dengan rekannya di Pejompongan. Namun, kondisi menjadi kacau akibat tembakan gas air mata.

"Pukul 23.25 WIB, Mayor SS dan rekannya memonitor unjuk rasa di area pom bensin, namun Mayor SS dan rekannya berbagi jarak di area pom bensin sekitar 50 meter terpisah karena adanya asap gas air mata," jelas Freddy.

Dalam posisi terpisah dari rekannya itulah, Mayor SS tiba-tiba didatangi dan ditangkap oleh seorang anggota Brimob. Terjadilah percakapan dengan nada tinggi.

"Nah di sini ada percakapan dari rekan Brimob dan Mayor SS. Percakapan itu yaitu, dari Brimob menyampaikan 'kamu itu ikut-ikutan demo?' dengan nada surat tinggi. Kemudian dijawab oleh Mayor, 'saya tidak ikut demo pak' Lanjut, 'kamu ngapain kamu disini kalau tidak ikut demo?' kata Mayor SS," ujar Freddy, menirukan kembali dialog tegang tersebut.

Meskipun Mayor SS telah menjelaskan bahwa dirinya adalah anggota BAIS yang sedang bertugas, anggota Brimob tersebut tidak langsung percaya. Setelah Mayor SS menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI, anggota Brimob itu lantas memfoto wajah dan KTA tersebut sebelum akhirnya melepaskannya.

Freddy menyayangkan foto inilah yang kemudian menyebar di media sosial dengan narasi hoaks bahwa TNI menjadi provokator aksi anarkis.

Sebelumnya, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita juga telah merespons insiden ini. Ia secara khusus menyoroti tindakan aparat yang membongkar identitas seorang intelijen yang sedang bertugas.

"Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen," kata Tandyo kepada awak media di gedung DPR, Jakarta Pusat.

Tandyo menegaskan bahwa menyamar dan masuk ke dalam sebuah kelompok, termasuk kerumunan demonstran, adalah metode yang lumrah dalam dunia intelijen untuk menggali informasi.

"Saya sampaikan ya, namanya orang memberikan informasi itu kan kita harus masuk di dalam ya, itu kita ikut mereka, kegiatan mereka," kata Tandyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Laras Faizati? Jadi Tersangka Provokator Demo Lewat Sosmed Padahal Followersnya Cuma Segini

Siapa Laras Faizati? Jadi Tersangka Provokator Demo Lewat Sosmed Padahal Followersnya Cuma Segini

News | Jum'at, 05 September 2025 | 16:44 WIB

Sepatu Adidas Terrex Cocok untuk Apa? Viral Dipakai Terduga Provokator Demo

Sepatu Adidas Terrex Cocok untuk Apa? Viral Dipakai Terduga Provokator Demo

Lifestyle | Kamis, 04 September 2025 | 17:00 WIB

Kepala BIN Tiba-tiba Dipanggil ke Istana, Siap Ungkap Aktor di Balik Demo Ricuh?

Kepala BIN Tiba-tiba Dipanggil ke Istana, Siap Ungkap Aktor di Balik Demo Ricuh?

News | Kamis, 04 September 2025 | 15:43 WIB

BIN: Situasi Nasional Kondusif Pasca-Demo, Keamanan di Bawah Kendali TNI-Polri

BIN: Situasi Nasional Kondusif Pasca-Demo, Keamanan di Bawah Kendali TNI-Polri

News | Kamis, 04 September 2025 | 14:30 WIB

Korban Kerusuhan Demo Dilindungi Jaminan Sosial, OJK Pastikan Penyaluran Santunan

Korban Kerusuhan Demo Dilindungi Jaminan Sosial, OJK Pastikan Penyaluran Santunan

News | Kamis, 04 September 2025 | 12:10 WIB

Pesan Teroris untuk Pemerintah dalam Film 13 Bom di Jakarta, Relate dengan Kondisi Terkini

Pesan Teroris untuk Pemerintah dalam Film 13 Bom di Jakarta, Relate dengan Kondisi Terkini

Entertainment | Kamis, 04 September 2025 | 07:55 WIB

Angin Segar dari Senayan: Pimpinan DPR Janji Lobi Kapolri untuk Bebaskan Mahasiswa

Angin Segar dari Senayan: Pimpinan DPR Janji Lobi Kapolri untuk Bebaskan Mahasiswa

News | Rabu, 03 September 2025 | 21:23 WIB

Terkini

Pengedar Ganja 3,6 Kg Diciduk di Tanah Abang Usai Ambil Paket dari Ekspedisi

Pengedar Ganja 3,6 Kg Diciduk di Tanah Abang Usai Ambil Paket dari Ekspedisi

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:22 WIB

Eskalasi Konflik Global Meningkat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Misi TNI di UNIFIL

Eskalasi Konflik Global Meningkat, Puan Minta Pemerintah Evaluasi Misi TNI di UNIFIL

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:16 WIB

Rustam Effendi Piliang Sebut Pratikno Otak Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo

Rustam Effendi Piliang Sebut Pratikno Otak Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:12 WIB

Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak

Dunia di Ambang Krisis Avtur, Harga Tiket Pesawat Bisa Melonjak

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:07 WIB

Di Balik Ambisi B50 Dikritik: Diklaim Hemat Energi, Tapi Bebani Lingkungan dan Rakyat

Di Balik Ambisi B50 Dikritik: Diklaim Hemat Energi, Tapi Bebani Lingkungan dan Rakyat

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:06 WIB

Tinjau Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar

Tinjau Sekolah Rakyat Sigi, Gus Ipul Pastikan Laptop Dimanfaatkan untuk Kegiatan Belajar

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:05 WIB

KPK Limpahkan Suap Impor Bea Cukai ke Pengadilan Tipikor, Nilai Lebih Rp40 Miliar

KPK Limpahkan Suap Impor Bea Cukai ke Pengadilan Tipikor, Nilai Lebih Rp40 Miliar

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:03 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri

Kasus Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Periksa Staf PBNU Syaiful Bahri

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:58 WIB

Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka

Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:50 WIB

Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?

Bos FBI Klaim Punya Bukti Kecurangan Pemilu 2020, Joe Biden Bakal Ditangkap?

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:46 WIB