Gegara Rumbai Agustusan, Istri Kades di Gorontalo Ngamuk Pukul Warga Hingga Dipanggil DPRD

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 09 September 2025 | 18:07 WIB
Gegara Rumbai Agustusan, Istri Kades di Gorontalo Ngamuk Pukul Warga Hingga Dipanggil DPRD
Ilustrasi pemukulan, penganiayaan. (Antara)
Baca 10 detik
  • Penganiayaan oleh Istri Kades
  • Komisi I DPRD Gorontalo Utara telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)
  • Korban Tempuh Jalur Hukum

Suara.com - Sebuah insiden yang mencoreng citra aparat desa terjadi di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Persoalan sepele terkait warna rumbai-rumbai untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI diduga menjadi pemicu aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum istri kepala desa terhadap seorang warganya. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam dan telah sampai ke meja Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

DPRD Gorontalo Utara terpaksa turun tangan setelah menerima laporan langsung dari warga yang menjadi korban. Untuk menindaklanjuti aduan tersebut, dewan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) guna mengurai benang kusut persoalan yang viral di media sosial ini.

"Kami menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk menyikapi laporan warga, yaitu seorang ibu dari Desa Dulukapa Kecamatan Sumalata Timur, yang menjadi korban pemukulan oleh oknum isteri kepala desa," kata anggota Komisi I DPRD Gorontalo Utara, Hendra Nurdin, di Gorontalo, sebagaimana dilansir Antara, Selasa (9/9/2025).

Menurut Hendra, insiden pemukulan yang terjadi pada 8 Agustus 2025 itu berawal dari hal yang sangat ironis. Korban, seorang ibu, dipukul hanya karena keputusannya menghias rumah dengan nuansa kemerdekaan yang berbeda dari arahan panitia lomba desa.

"Laporan kami terima dari pihak korban, adalah seorang ibu warga Desa Dulukapa, telah dipukul oleh oknum isteri kepala desa, karena memilih memasang rumbai-rumbai berwarna merah putih," katanya.

Rupanya, pilihan warna merah putih tersebut menyulut amarah sang istri kades. Pelaku menilai tindakan korban tidak sejalan dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Lomba Kebersihan dan Penataan Lingkungan dalam rangka HUT ke-80 RI yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam Juklak tersebut, warga diminta seragam memasang rumbai-rumbai warna kuning, serta mengecat pagar dengan kombinasi merah di bagian atas dan putih di bagian bawah.

Bagi DPRD, tindakan main hakim sendiri ini tidak bisa dibenarkan, apalagi dilakukan oleh figur yang seharusnya menjadi panutan. "Bagi DPRD kata Hendra, pemukulan oleh oknum isteri kepala desa perlu mendapat perhatian serius dan diharapkan dapat diselesaikan semestinya."

Sayangnya, upaya mediasi dan klarifikasi dalam RDP tersebut berjalan timpang. Pihak teradu, yakni istri kepala desa, bersama suaminya dan perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, justru mangkir dari panggilan dewan.

"Kami mengundang pihak pelapor, oknum isteri kepala desa, kepala desa, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, mengingat pelaku adalah isteri kepala desa yang juga menjabat ketua tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Namun RDP hanya dihadiri pelapor, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat, serta Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Daerah," ungkap Hendra.

Hendra menyayangkan insiden ini, menekankan bahwa status pelaku sebagai istri pejabat desa sekaligus Ketua PKK seharusnya menjadi teladan.

"Masih ada cara lain atau pendekatan lebih humanis kepada warga untuk menyelesaikan persoalan di desa. Apalagi pilihan memasang rumbai-rumbai merah putih pada peringatan HUT kemerdekaan, bukan suatu kesalahan atau tindakan melanggar hukum," tegasnya.

Sementara itu, pihak korban tidak tinggal diam. Didampingi anggota BPD Desa Dulukapa, Rizan Demanto, korban kini menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan. Rizan menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan, terlebih korban yang sudah masuk kategori usia lanjut, tidak bisa ditoleransi.

"Kita menempuh jalur hukum untuk memberi perlindungan hukum kepada korban," kata Rizan setelah mendampingi korban menjalani asesmen di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kabupaten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Fakta Viral Siswi SD Duel Gara-Gara Video TikTok di Gorontalo, Sekolah Larang Bawa HP!

3 Fakta Viral Siswi SD Duel Gara-Gara Video TikTok di Gorontalo, Sekolah Larang Bawa HP!

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 16:19 WIB

Merayakan Kemerdekaan di Balik Jeruji: Porsenap Warga Binaan LPP Gorontalo Meriahkan HUT RI ke-80

Merayakan Kemerdekaan di Balik Jeruji: Porsenap Warga Binaan LPP Gorontalo Meriahkan HUT RI ke-80

Video | Minggu, 10 Agustus 2025 | 12:00 WIB

"Kades Jangan Hadiri Nikahan Dini!" DPRD Gorut Geram Angka Pernikahan Anak Meningkat

"Kades Jangan Hadiri Nikahan Dini!" DPRD Gorut Geram Angka Pernikahan Anak Meningkat

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 09:42 WIB

Job Batal-Identitas Dipaksa Hilang, Arus Pelangi Kecam Kebijakan Waria Dilarang Tampil di HUT RI

Job Batal-Identitas Dipaksa Hilang, Arus Pelangi Kecam Kebijakan Waria Dilarang Tampil di HUT RI

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:27 WIB

Kronologi Larangan Waria Tampil di HUT RI Gorontalo: dari Surat Edaran hingga Sanksi Rok untuk Camat

Kronologi Larangan Waria Tampil di HUT RI Gorontalo: dari Surat Edaran hingga Sanksi Rok untuk Camat

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:32 WIB

Merdeka untuk Siapa? Mami Yuli Kecam Keras Pemkab Gorontalo Soal Larangan Waria di Acara HUT RI

Merdeka untuk Siapa? Mami Yuli Kecam Keras Pemkab Gorontalo Soal Larangan Waria di Acara HUT RI

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:12 WIB

Kontroversi HUT RI di Gorontalo: Larangan bagi Waria dan Ancaman Sanksi 'Pakai Rok' untuk Pejabat

Kontroversi HUT RI di Gorontalo: Larangan bagi Waria dan Ancaman Sanksi 'Pakai Rok' untuk Pejabat

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 10:48 WIB

Terkini

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:20 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB