Mardiono Terbuka Merangkul Kubu Agus Suparmanto: Belum Ada Komunikasi, Belum Lihat Utuh SK Kemenkum

Dythia Novianty, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 04 Oktober 2025 | 13:44 WIB
Mardiono Terbuka Merangkul Kubu Agus Suparmanto: Belum Ada Komunikasi, Belum Lihat Utuh SK Kemenkum
Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Kakbah (GPK), Thobahul Aftoni di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Mardiono membuka pintu rekonsiliasi bagi kubu Agus Suparmanto.

  • Kubu Agus belum ambil sikap karena belum melihat SK kepengurusan secara resmi.

  • Kedua pihak menekankan pentingnya persatuan dan demokrasi internal partai

Suara.com - Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Kakbah (GPK), Thobahul Aftoni, mewakili kubu Agus Suparmanto, menanggapi pernyataan M. Mardiono, yang membuka pintu bagi kubu Agus untuk bergabung.

Pernyataan Mardiono ini muncul setelah Kementerian Hukum menyebut telah mengesahkan SK kepengurusan PPP hasil Muktamar Ancol di bawah kepemimpinan Mardiono.

Aftoni menyatakan bahwa meskipun pernyataan Mardiono telah menjadi konsumsi publik, hingga saat ini belum ada komunikasi formal yang terjalin antara kedua belah pihak.

"Ya itu pernyataan di publik kan. Belum ada komunikasi secara itu, saya belum terkonfirmasi," ujar Aftoni di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2025).

Lebih lanjut, Aftoni menegaskan bahwa pihaknya belum melihat secara utuh dan formal bentuk SK kepengurusan PPP yang baru. Hal ini menjadi krusial bagi kubu Agus Suparmanto untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Dan kami juga sekali lagi belum melihat secara utuh secara formal bentuk dari SK-nya tadi kan," tambahnya.

Fokus utama kubu Agus Suparmanto saat ini adalah mengawal suara-suara elektoral mayoritas yang telah mengikuti muktamar sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART partai.

Aftoni menekankan pentingnya menjaga demokrasi internal partai agar tidak tercoreng oleh persoalan legal/formal.

Kolase Mardiono dan Agus Suparmanto saling klaim jadi ketum ppp. [Instagram]
Kolase Mardiono dan Agus Suparmanto saling klaim jadi ketum ppp. [Instagram]

"Yang kami jaga, yang kami kawal ini kan suara-suara elektoral mayoritas, yang sudah mengikuti muktamar sesuai mekanisme yang telah diatur dalam AD/ART. Dan ini harus kita kawal. Jangan sampai, demokrasi di internal partai ini tercoreng karena persoalan legal/formal," tegasnya.

baca juga

Aftoni mengisyaratkan bahwa kubu Agus Suparmanto akan mempertimbangkan langkah politik dan hukum setelah melihat secara resmi dan utuh bentuk SK kepengurusan PPP yang baru.

"Kalau kami sudah melihat secara formil bentuk SK-nya, ya nanti kami akan pertimbangkan secara politik maupun hukum," pungkasnya.

Sebelumnya, Muhammad Mardiono, menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen partai, termasuk kubu Agus Suparmanto, pasca-pengesahan kepengurusan PPP hasil Muktamar X Ancol di bawah kepemimpinannya oleh Kementerian Hukum.

Mardiono menyerukan persatuan demi memperkokoh perjuangan partai dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

Dalam pernyataannya, Mardiono secara lugas menjawab pertanyaan awak media mengenai upaya untuk merangkul pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan.

"Tentu, tentu. Saya masih menunggu, bukan hanya menunggu tapi mengajak. Yuk kita sekali lagi, bukan hanya yang ada di Jakarta, tapi seluruh Indonesia. Kita bersatu kembali untuk kita memperkokoh perjuangan Partai Persatuan Pembangunan, agar perjuangan Partai Persatuan Pembangunan itu bisa menghadirkan sebuah kemaslahatan bagi umat," jelas Mardiono di Kawasan Jakarta, Kamis (2/10/2025) malam.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan bertemu langsung dengan Agus Suparmanto untuk menunjukkan kepada publik soliditas partai, Mardiono menekankan pentingnya silaturahmi.

"Oh iya, silaturahmi kan harus terus kita bangun, silaturahmi harus kita lakukan, bukan hanya kepada, sekarang sesungguhnya yang enggak ada kubu-kubu ya, karena PPP itu adalah keluarga ya, kita semua adalah keluarga," tegasnya.

Mardiono juga menyampaikan pesan selamat datang kepada anggota baru yang bergabung dengan PPP.

"Jadi kalau yang baru bergabung mungkin ya ke Partai Persatuan Pembangunan, selamat datang ya, mari kita bersatu untuk membesarkan Partai Persatuan Pembangunan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rommy Diduga Mainkan 'Boneka Politik' Agus Suparmanto, Habil Marati: Nafsu Kuasanya Luar Biasa!

Rommy Diduga Mainkan 'Boneka Politik' Agus Suparmanto, Habil Marati: Nafsu Kuasanya Luar Biasa!

News | Selasa, 30 September 2025 | 14:20 WIB

Terpuruk Pasca-Muktamar, Mampukah PPP Buktikan Janji Politiknya? Pengamat Beberkan Strateginya

Terpuruk Pasca-Muktamar, Mampukah PPP Buktikan Janji Politiknya? Pengamat Beberkan Strateginya

News | Senin, 29 September 2025 | 23:30 WIB

Masa Depan PPP Suram? Pengamat: Di Mata Rakyat 'Mengurus Partai Saja Tidak Becus'

Masa Depan PPP Suram? Pengamat: Di Mata Rakyat 'Mengurus Partai Saja Tidak Becus'

News | Senin, 29 September 2025 | 18:41 WIB

Muktamar X PPP Ricuh dan Saling Klaim Jadi Ketum, Pakar: Partai Tua Tapi Belum Dewasa

Muktamar X PPP Ricuh dan Saling Klaim Jadi Ketum, Pakar: Partai Tua Tapi Belum Dewasa

News | Senin, 29 September 2025 | 17:47 WIB

PPP Punya 2 Ketum, Menteri Yusril 'Angkat Tangan': Pemerintah Takkan Campur Tangan!

PPP Punya 2 Ketum, Menteri Yusril 'Angkat Tangan': Pemerintah Takkan Campur Tangan!

News | Senin, 29 September 2025 | 17:37 WIB

Kudeta di Muktamar PPP? Begini Kronologi Kubu Agus Suparmanto Naik Takhta Usai Mardiono Walk Out

Kudeta di Muktamar PPP? Begini Kronologi Kubu Agus Suparmanto Naik Takhta Usai Mardiono Walk Out

News | Senin, 29 September 2025 | 17:34 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×