Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 09 Oktober 2025 | 22:46 WIB
Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Instagram/nasaruddin_umar)
  • Suriah, di bawah kepemimpinan presiden barunya, berencana mengirim Menteri Wakaf untuk datang ke Indonesia.
  • Suriah ingin mempelajari secara langsung bagaimana Indonesia mengelola keberagaman, membangun Islam moderat, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila.
  • Suriah kini tengah memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed al-Sharaa. 

Suara.com - Suriah, di bawah kepemimpinan presiden barunya, berencana mengirim Menteri Wakaf untuk datang ke Indonesia. Tujuannya adalah untuk mempelajari secara langsung bagaimana Indonesia mengelola keberagaman, membangun Islam moderat, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat yang plural.

Rencana ini disampaikan oleh Duta Besar Suriah untuk Indonesia, Abdul Munim Annan, saat bertemu dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, pada Kamis (9/10/2025).

Dubes Abdul Munim Annan menjelaskan bahwa Menteri Wakaf Suriah, Mohammad Abu Al-Khair Shukri, sangat tertarik dengan pengalaman Indonesia.

"Menteri Wakaf Suriah ingin datang ke Indonesia untuk belajar dari pengalaman Indonesia, khususnya tentang Pancasila dan bagaimana Indonesia bisa menjaga keberagaman serta membangun Islam moderat di tengah pluralitas," ujar Abdul Munim Annan.

Menurut Dubes, kunjungan tersebut saat ini sedang dijadwalkan dan diperkirakan akan terlaksana pada akhir Oktober 2025.

"Kemungkinan antara tanggal 20–30 bulan ini," jelasnya.

Fase Baru Suriah: Perkuat Islam Moderat

Dubes Annan menambahkan bahwa Suriah kini tengah memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed al-Sharaa. Setelah bertahun-tahun dilanda konflik, presiden baru tersebut bertekad membangun perdamaian nasional dan meneguhkan arus Islam moderat.

"Dengan berakhirnya kekuasaan tiran... Presiden Ahmed al-Sharaa ingin membangun hubungan yang baik dan damai dengan seluruh negara, serta memperkuat Islam moderat," terangnya.

Ia mengakui adanya tantangan besar dari kelompok-kelompok bersenjata yang masih terpengaruh oleh fatwa-fatwa ekstrem. Oleh karena itu, pengalaman Indonesia dalam mengedepankan tafsir Islam yang inklusif dan toleran dianggap sangat relevan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam mengelola keberagaman dan memperkuat nilai-nilai Islam yang damai dan toleran.

"Kita memiliki visi yang sama, membangun kehidupan umat yang damai, rukun, dan penuh toleransi," ujar Nasaruddin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menag Yakin Tepuk Sakinah Bakal Tekan Angka Cerai di Indonesia, Bagaimana Lirik dan Apa Maknanya?

Menag Yakin Tepuk Sakinah Bakal Tekan Angka Cerai di Indonesia, Bagaimana Lirik dan Apa Maknanya?

Lifestyle | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 15:43 WIB

MQK Internasional Perdana di Indonesia, Menag Soroti Ekoteologi untuk Atasi Krisis Iklim

MQK Internasional Perdana di Indonesia, Menag Soroti Ekoteologi untuk Atasi Krisis Iklim

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:09 WIB

Tinjau Langsung Ponpes Al Khoziny yang Ambruk, Begini Pesan Menag Nasaruddin Umar

Tinjau Langsung Ponpes Al Khoziny yang Ambruk, Begini Pesan Menag Nasaruddin Umar

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:57 WIB

Terkini

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:35 WIB

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

News | Senin, 13 April 2026 | 16:32 WIB

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:19 WIB

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

News | Senin, 13 April 2026 | 16:11 WIB

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 16:02 WIB

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:47 WIB

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB