Geger Skandal Whoosh, Akademisi Sebut Jokowi, Luhut, Erick Thohir dan 2 Menteri Layak Diperiksa

Bangun Santoso

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 09:46 WIB
Geger Skandal Whoosh, Akademisi Sebut Jokowi, Luhut, Erick Thohir dan 2 Menteri Layak Diperiksa
Ilustrasi foto Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). (ANTARA)
  • Akademisi UNJ Ubedilah Badrun mendesak KPK memeriksa lima tokoh terkait dugaan korupsi Kereta Cepat Whoosh: Joko Widodo, Luhut Binsar Pandjaitan, Rini Soemarno, Erick Thohir, dan Budi Karya Sumadi
  • Ubedilah menuding akar masalah proyek KCJB adalah buruknya tata kelola pemerintahan (good governance), yang membuka celah untuk praktik korupsi
  • Upaya negosiasi ulang utang dengan China dinilai tidak akan menyelesaikan masalah, karena persoalan utamanya adalah dugaan korupsi yang harus dibongkar terlebih dahulu

Suara.com - Bau tak sedap dugaan korupsi dalam mega proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh semakin menyengat. Pegiat antikorupsi sekaligus akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, secara terbuka menyebut lima nama besar yang menurutnya harus bertanggung jawab dan segera diperiksa oleh penegak hukum.

Kelima sosok tersebut merupakan pejabat-pejabat kunci di era pembangunan proyek strategis nasional yang kini menjadi sorotan. Di urutan pertama, Ubedilah tanpa ragu menyebut nama Joko Widodo (Jokowi) yang harus dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jokowi harus dipanggil. Kenapa membuat peraturan presiden yang tidak konsisten dengan peraturan sebelumnya? Itu dipanggil," tegas Ubed dalam siniar Abraham Samad SPEAK UP, dikutip Jumat (31/10/2025).

Selain Jokowi, empat nama lain yang dinilai memiliki peran sentral dalam proyek ini juga masuk dalam daftar. Mereka adalah mantan Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, yang pernah menjabat Ketua Komite KCJB, serta dua Menteri BUMN di era Jokowi, yakni Rini Soemarno (2014-2019) dan Erick Thohir (2019-2025). Tak ketinggalan, eks Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga disebut.

"Semuanya harus diperiksa," kata Ubedilah.

Menurut aktivis 98 ini, akar masalah dari gaduhnya proyek Kereta Whoosh adalah tata kelola pemerintahan yang buruk. Ia mendesak KPK atau Kejaksaan Agung untuk tidak tinggal diam dan segera membongkar dugaan penyelewengan yang ada.

"Persoalan besar dari proyek kereta cepat itu, tidak ada good governance. Otomatis tata kelolanya buruk gitu. Nah, itu yang harus dibongkar," kata Ubed.

Lebih lanjut, Ubedilah juga menyoroti rencana pemerintah melakukan negosiasi utang dengan China. Menurutnya, langkah tersebut bukanlah solusi karena tidak menyentuh substansi masalah sebenarnya, yakni dugaan korupsi. Ia mengingatkan bahwa upaya restrukturisasi utang justru bisa menambah beban negara dalam jangka panjang.

"Jadi bukan gara-gara melakukan negosiasi ulang ke China, lalu sudah selesai perkara kereta cepat, no. Perkaranya adalah ada tanda-tanda korupsi dalam proses tata kelola pembangunan kereta cepat," tegas Ubed.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Whoosh Memanas: KPK Konfirmasi Penyelidikan Korupsi, Petinggi KCIC akan Dipanggil

Skandal Whoosh Memanas: KPK Konfirmasi Penyelidikan Korupsi, Petinggi KCIC akan Dipanggil

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:27 WIB

Rumah Pensiun Jokowi Rp120 Miliar Bakal Jadi Markas Termul? Roy Suryo Sindir Keras

Rumah Pensiun Jokowi Rp120 Miliar Bakal Jadi Markas Termul? Roy Suryo Sindir Keras

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:21 WIB

Borok Proyek Kereta Cepat: Nama Luhut dan Rini Soemarno Disebut, KPK Didesak Turun Tangan

Borok Proyek Kereta Cepat: Nama Luhut dan Rini Soemarno Disebut, KPK Didesak Turun Tangan

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:10 WIB

Sumber dan Harta Kekayaan Bobby Nasution, Pantas Royal Kirim Gift Rp 11 Juta di Acara Dangdut

Sumber dan Harta Kekayaan Bobby Nasution, Pantas Royal Kirim Gift Rp 11 Juta di Acara Dangdut

Entertainment | Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:34 WIB

Saham TOBA Milik Opung Luhut Kebakaran, Aksi Jual Investor Marak

Saham TOBA Milik Opung Luhut Kebakaran, Aksi Jual Investor Marak

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:34 WIB

Sedang Gempar, Amien Rais Kritik Jokowi dan Luhut soal 'Proyek Busuk Whoosh'

Sedang Gempar, Amien Rais Kritik Jokowi dan Luhut soal 'Proyek Busuk Whoosh'

Video | Kamis, 30 Oktober 2025 | 14:37 WIB

Bobby Nasution Kirim Virtual Gift 'DBoss' untuk Peserta D'Academy 7, Harganya Fantastis!

Bobby Nasution Kirim Virtual Gift 'DBoss' untuk Peserta D'Academy 7, Harganya Fantastis!

Entertainment | Kamis, 30 Oktober 2025 | 14:53 WIB

Terkini

Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:45 WIB

Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot

Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:44 WIB

Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas

Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:38 WIB

Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik

Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:38 WIB

DPR Bocorkan 2 Nama Naturalisasi Baru Timnas: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI!

DPR Bocorkan 2 Nama Naturalisasi Baru Timnas: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:33 WIB

Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak

Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:33 WIB

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:25 WIB

Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026

Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:24 WIB

Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap

Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:19 WIB