Awal Mula Gunung Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono Hingga Kini Jadi TPS Dadakan

Vania Rossa | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 17:39 WIB
Awal Mula Gunung Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono Hingga Kini Jadi TPS Dadakan
Tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
  • Kolong Tol Wiyoto Wiyono di Jakarta Utara menumpuk sampah akibat kebiasaan warga membuang sampah selama puluhan tahun dan armada pengangkut yang terbatas.
  • Penutupan sementara TPS Danau Cincin membuat sampah dari beberapa kelurahan dialihkan ke kolong tol, sehingga tumpukan semakin tinggi menyerupai gunung.
  • Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup dapat menertibkan lokasi agar kolong tol tidak kembali digunakan sebagai tempat pembuangan liar setelah sampah diangkut.
 
 

Suara.com - Kolong Tol Wiyoto Wiyono di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, selama berbulan-bulan menjadi pemandangan tak sedap bagi warga. Area yang sejatinya bukan tempat pembuangan sementara (TPS) itu berubah menjadi “gunung sampah” layaknya TPS dadakan.

Trisno (58), warga sekitar yang juga menjadi relawan penanganan sampah, menceritakan bahwa kebiasaan warga membuang sampah di bawah tol sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan puluhan tahun. Namun, awalnya warga setempat membuang sampah di luar tembok pembatas kolong tol.

Warga pun mengeluhkan adanya tumpukan sampah di pinggir jalan karena merusak pemandangan dan mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, sudah dituliskan di tembok larangan untuk membuang sampah di pinggir jalan.

Lambat laun, kebiasaan warga berlanjut dengan melempar tumpukan sampah ke dalam tembok kolong tol. Kondisi menumpuk parah baru terjadi sejak setahun ini.

“Sebenarnya ini bukan TPS. Karena istilahnya ini sampah masyarakat. Sampah di sini sudah bertahun-tahun, mungkin ada dua puluh tahun. Awalnya dari depan, lalu pindah ke dalam,” kata Trisno saat ditemui Suara.com di lokasi, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, lokasi itu awalnya hanya dijadikan tempat transit sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan resmi. Namun, karena keterbatasan armada pengangkut, tumpukan makin tinggi hingga menyerupai gunung.

“Kalau menumpuk sebenarnya udah lama, udah satu tahun kali lah. Karena kendalanya ya begitu, dari armadanya. Kadang-kadang mobil ada yang rusak, terus di tempat pembuangannya kadang-kadang macet. Mereka dari pagi sampai pagi lagi kadang baru selesai,” jelasnya.

Trisno menyebut, sejak dulu di kawasan tersebut ada tujuh armada yang bertugas mengangkut sampah setiap hari. Namun, belakangan satu mobil tak lagi beroperasi, sehingga pengangkutan tidak lagi optimal.

“Dulu itu sampah selalu habis. Sebenarnya di sini jatah mobil tujuh buat ngangkut sampah, tapi karena satu libur jadi enam lah yang jalan tiap hari. Kalau enam mobil itu jalan semua, tuntas, enggak ada sampah yang menumpuk,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi makin memburuk setelah TPS Danau Cincin di Papanggo ditutup sementara untuk perbaikan jalan. Akibatnya, seluruh sampah dari empat kelurahan dialihkan ke bawah kolong tol tersebut.

“Menumpuknya ini karena awalnya tempat buang sampah di Danau Cincin itu ditutup sementara. Akhirnya dialihkan buang ke sini semua. Nah dari situ armadanya jadi tersendat, makanya sampah di sini numpuk,” tutur Trisno.

Trisno menjelaskan, sampah yang dibuang di lokasi berasal dari wilayah Sunter Jaya, Sungai Bambu, Kebon Bawang, Warakas, dan Papanggo. Bahkan ada juga yang datang dari kegiatan di luar kecamatan.

Kondisi itu membuat area di bawah tol berubah fungsi layaknya TPS. Namun, statusnya yang tidak resmi membuat pengangkutan sering kali tersendat, karena tidak masuk dalam rute utama Dinas Lingkungan Hidup.

“Ini kan sebenarnya area tol, bukan untuk pembuangan. Tapi karena udah lama dijadikan tempat buang, ya akhirnya jadi kebiasaan. Pemerintah juga enggak bisa langsung bersihin karena butuh armada tambahan,” ungkapnya.

Trisno berharap setelah sampah yang menumpuk itu selesai diangkut oleh Dinas LH, pemerintah dapat menertibkan lokasi agar tidak kembali digunakan warga sebagai tempat buang sampah liar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan Gunung Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Baru Ditangani Setelah Diberitakan

Penampakan Gunung Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Baru Ditangani Setelah Diberitakan

News | Selasa, 11 November 2025 | 16:37 WIB

Gubernur Pramono Lanjutkan Uji Coba RDF Rorotan Meski Diprotes: Tidak Kapasitas Maksimum

Gubernur Pramono Lanjutkan Uji Coba RDF Rorotan Meski Diprotes: Tidak Kapasitas Maksimum

News | Kamis, 06 November 2025 | 20:55 WIB

Gubernur Bobby Nasution Teken Kesepakatan Pengelolaan Sampah Jadi Energi

Gubernur Bobby Nasution Teken Kesepakatan Pengelolaan Sampah Jadi Energi

News | Kamis, 06 November 2025 | 17:19 WIB

Terkini

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:37 WIB

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:15 WIB

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49 WIB

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:40 WIB

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:20 WIB

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:02 WIB

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:01 WIB

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:46 WIB

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:45 WIB

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:04 WIB