Tumbuh di Wilayah Rob, Peran Stimulasi di Tengah Krisis Iklim yang Mengancam Masa Depan Anak Pesisir

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 25 November 2025 | 20:21 WIB
Tumbuh di Wilayah Rob, Peran Stimulasi di Tengah Krisis Iklim yang Mengancam Masa Depan Anak Pesisir
Anak-anak sedang bermain di genangan air sekitar pesisir Semarang Utara (Suara.com/Chyntia Sami)
baca 10 detik
  • Rob semakin parah akibat perubahan iklim, membuat lingkungan anak di pesisir Semarang kian tidak layak.
  • Tumbuh kembang anak usia dini terancam karena kesehatan dan aktivitas terganggu.
  • Stimulasi dini memegang peranan penting untuk menyelamatkan masa depan anak.

Suara.com - Banjir rob yang semakin ekstrem mengancam masa depan anak pesisir Semarang. Tumbuh kembang anak usia dini terganggu. Stimulasi jadi kunci, tapi bagaimana melakukannya di tengah krisis iklim yang tak kunjung usai?

Masih membekas jelas dalam ingatan Siti Minar Halimah, bagaimana ia harus bertahan membawa janin di perut besarnya saat banjir rob menggenangi rumahnya di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, Kota Semarang. Matanya memerah, suaranya bergetar setiap kali mengenang hari-hari itu. Dua kali banjir besar datang selama ia mengandung, dua kali pula ia harus mempertaruhkan keselamatan dirinya dan calon buah hatinya di tengah air asin yang merangsek masuk ke dalam rumahnya.

Sejak kecil, Siti sudah bersahabat dengan rob. Tapi dulu air laut itu hanya sampai jalanan depan rumah. Kini, tiap kali pasang datang, air langsung menerobos masuk ke ruang tamu, dapur hingga kamar tidurnya.

Saat usia kehamilannya baru empat bulan, air laut kembali naik. Ia dan suaminya tergopoh-gopoh memindahkan barang ke lantai dua, menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Ia, suaminya, ibunya, serta keluarga kakaknya berdesakan di lantai dua rumah. Ruang sempit itu mereka jadikan tempat makan, tidur dan berdoa agar air segera surut.

"Kalau ingat itu sampai sekarang saya masih nangis. Saya selalu berdoa, ya Allah lancarkan rezeki saya supaya bisa meninggikan rumah, jadi nggak kebanjiran lagi," kata Siti sambil menyeka air matanya saat berbincang dengan Suara.com, Sabtu (25/10/2025).

Selama beberapa hari mereka hidup di tengah genangan air asin. Dapur digenangi air setinggi lutut orang dewasa, namun Siti tetap memasak sambil menahan nyeri di perut. Naik turun tangga berkali-kali membuat tubuhnya cepat lelah, kontraksi datang lebih sering. Ia tahu itu berbahaya, tapi tak ada pilihan lain.

Setelah melahirkan, kehidupan tak banyak berubah. Anaknya baru berusia beberapa bulan ketika rob kembali menggenang. Udara dingin dan lingkungan yang lembap membuat sang anak demam hingga mogok makan. Ujungnya berat badan menurun dan aktivitas stimulasi tak bisa dilakukan.

"Masih ada fotonya kening Afshina (anak Siti) pakai plester penurun panas. Waktu itu masuk angin karena kedinginan," kata Siti.

Kini Afshina telah berusia dua tahun. Di masa emas pertumbuhan Afshina, Siti masih dibayang-bayangi ancaman banjir rob ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu. Beruntung Siti bisa merenovasi rumahnya menjadi lebih tinggi sehingga air laut tak langsung masuk ke dalam rumah.

Namun, tetap saja aktivitasnya terhambat kala rob datang karena akses jalan yang tergenang, stimulasi dan proses belajar Afshina pun ikut terganggu. Padahal menurut penelitian, 80 persen perkembangan otak anak terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Air laut bukan hanya menggenangi daratan, tapi juga perlahan merampas hak anak-anak untuk tumbuh di lingkungan yang sehat dan belajar tanpa hambatan. Perubahan iklim dan penurunan muka tanah yang tak terkendali menyebabkan banjir rob yang datang semakin tinggi. Beberapa titik di pesisir Semarang kini berada di bawah permukaan laut. Rumah-rumah ditinggikan, jalanan diuruk, tapi air laut terus naik mengancam masa depan anak-anak pesisir.

Siti Minar Halimah sedang bermain dengan anaknya di Rumah Anak SIGAP Tanoto Foundation (Suara.com/Chyntia Sami)
Siti Minar Halimah sedang bermain dengan anaknya di Rumah Anak SIGAP Tanoto Foundation (Suara.com/Chyntia Sami)

Perubahan Iklim yang Merenggut Hak Anak

Kota Semarang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak perubahan iklim. Kombinasi kenaikan permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah membuat Kota Semarang terancam tenggelam. Dalam riset berjudul 'Subsidence in Coastal Cities Throughout the World Observed by InSAR' (Penurunan Tanah di Kota-kota Pesisir di Dunia yang Diamati inSAR) yang menyoroti 99 kota pesisir di dunia tahun 2022, Semarang menduduki posisi kedua sebagai kota dengan laju penurunan tanah tertinggi setelah Tianjin di China, kemudian disusul Jakarta.

Penurunan tanah yang terjadi di Semarang melampaui peningkatan permukaan laut dengan 20-30 mm/per tahun line-of-sight (LOS). Artinya, setiap tahun sebagian wilayah kota ini semakin tenggelam dan masyarakat pesisir semakin kehilangan ruang hidup yang aman bagi anak-anak mereka.

Kondisi ini juga berdampak langsung terhadap status gizi anak-anak. Riset UNICEF dan Bappenas dalam buku 'Perubahan Iklim dan Gizi di Indonesia' mengungkap perubahan iklim semakin memperburuk malnutrisi pada anak. Selain itu, perubahan iklim memberikan dampak tidak langsung lainnya, mulai dari gangguan praktik pemberian makan, perawatan anak, peningkatan risiko penyakit dan berkurangnya akses ke layanan penting.

Kasus stunting di Kota Semarang (Olah data Suara.com/Dinkes Semarang)
Kasus stunting di Kota Semarang (Olah data Suara.com/Dinkes Semarang)

Kondisi tersebut tercermin dalam data Dinas Kesehatan Kota Semarang, tercatat angka kasus stunting mengalami kenaikan dari 845 kasus pada Desember 2024 meningkat menjadi 2.250 kasus pada Oktober 2025. Wilayah dengan temuan kasus stunting terbanyak adalah wilayah pesisir, yakni Kecamatan Semarang Utara dari 229 kasus pada Desember 2024, naik menjadi 334 kasus pada Oktober 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Belajar Menjaga Harmoni dengan Laut Lewat Tradisi Tetulak Tamperan

Belajar Menjaga Harmoni dengan Laut Lewat Tradisi Tetulak Tamperan

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:00 WIB

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Bajo Sangkuang, Kampung Nelayan yang Mengapung di Perairan Halmahera Selatan

Bajo Sangkuang, Kampung Nelayan yang Mengapung di Perairan Halmahera Selatan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:00 WIB

BPBD Peringatkan Ancaman Rob di Jakarta, Puncak Pasang Laut Siang Hari

BPBD Peringatkan Ancaman Rob di Jakarta, Puncak Pasang Laut Siang Hari

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:34 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Wujudkan Gaya Hidup Aktif dan Finansial Terencana, bank bjb Hadirkan Promo Semarang 10K

Wujudkan Gaya Hidup Aktif dan Finansial Terencana, bank bjb Hadirkan Promo Semarang 10K

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Cara Pertamina Berdayakan Anak Pesisir

Cara Pertamina Berdayakan Anak Pesisir

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

Gerakan Italia Sadar: Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Gaji dan Protes Biaya Hidup

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Sukses Besar, Serial Carrie Resmi Lanjut Musim 2 Gandeng Mike Flanagan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:00 WIB

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 19:57 WIB

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 19:52 WIB

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:45 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

×