Zainal Arifin: Demokrasi Indonesia Cuma Lari di Tempat

Bella | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:14 WIB
Zainal Arifin: Demokrasi Indonesia Cuma Lari di Tempat
Zainal Arifin Mochtar (Instagram/@zainalarifinmochtar)
  • Profesor UGM, Zainal Arifin Mochtar, memperingatkan dunia termasuk Indonesia bergerak menuju konservatisme otoriter.
  • Fenomena ini disebabkan kegagalan kekuatan liberal global dan meningkatnya konservatisme anak muda Indonesia.
  • Zainal menilai Indonesia mengalami "Efek Treadmill," banyak usaha namun tetap diam di tempat pasca-Reformasi.

Suara.com - Profesor Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Zainal Arifin Mochtar, memberikan peringatan serius mengenai kondisi demokrasi di Indonesia dan dunia.

Pria yang akrab disapa Uceng ini menyebut bahwa saat ini dunia, termasuk Indonesia, sedang bergerak ke arah konservatisme yang memicu penguatan gejala otoritarianisme.

Menurut Zainal, fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia.

Ia menyoroti kemenangan kelompok konservatif di berbagai belahan dunia, mulai dari Belanda, Jepang, Amerika Serikat, hingga negara-negara di Eropa dan Afrika.

Zainal menilai salah satu penyebab utamanya adalah kegagalan kekuatan liberal dalam tampil meyakinkan.

"Kekuatan liberal di banyak negara gagal tampil meyakinkan. Mereka tampil terlalu kiri sehingga tidak menarik," ujar Zainal pada kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (6/1/2026).

Kondisi global ini berkaitan dengan situasi domestik. Zainal mengungkapkan adanya peningkatan signifikan tren konservatisme di kalangan anak muda Indonesia.

Meski belum mencapai mayoritas mutlak (50 persen plus 1), jumlah anak muda yang berpindah ke arah konservatif meningkat hampir 100 persen.

Zainal melihat adanya 'kebosanan kolektif' terhadap demokrasi.

"Setelah 20 hingga 30 tahun menjalani demokrasi, muncul pertanyaan mendasar: apakah demokrasi menjamin kesejahteraan ekonomi? Pertanyaan ini membawa kita kembali ke square one," tuturnya.

Menanggapi transisi demokrasi Indonesia sejak Reformasi 1998, Zainal memberikan perumpamaan yang tajam. Ia menyebut Indonesia sedang mengalami 'Efek Treadmill'.

"Kita banyak berlari, berkeringat banyak, tapi sebenarnya tidak bergerak dari tempat semula. Kita diam di tempat," tegasnya.

Lebih jauh, ia mengutip teori Juan Linz mengenai transisi demokrasi yang diibaratkan sebagai jalan berliku.

Sering kali sebuah negara merasa sedang berlari maju menuju demokrasi, namun tanpa disadari justru melakukan putar balik (U-turn) kembali ke pola-pola lama atau otoritarianisme.

Dalam perbincangan tersebut, Zainal juga menyoroti realitas politik praktis di mana pemilu sebagai salah satu pilar demokrasi kerap dianggap gagal membawa perubahan nyata menuju masa depan yang dicita-citakan.

Ia menyiratkan bahwa tantangan Indonesia ke depan bukan sekadar menyelenggarakan prosedur demokrasi, melainkan bagaimana mencegah agar 'lari di tempat' ini tidak benar-benar berubah menjadi 'putar balik' menuju era otoriter yang pernah ditinggalkan.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa

Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 10:31 WIB

Menteri HAM Minta Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Aktivis Pengkritik Bencana Sumatra

Menteri HAM Minta Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Aktivis Pengkritik Bencana Sumatra

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 19:18 WIB

Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan

Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 20:57 WIB

Elit PDIP soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Akan Marah, Hak-haknya Diambil

Elit PDIP soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Akan Marah, Hak-haknya Diambil

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:24 WIB

Potret Kemunduran Demokrasi dan Menguatnya Corak Otoritarian di Indonesia

Potret Kemunduran Demokrasi dan Menguatnya Corak Otoritarian di Indonesia

Your Say | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:35 WIB

Belajar dari Pembubaran Diskusi Reset Indonesia: Mengapa Ruang Diskusi Perlu Dilindungi

Belajar dari Pembubaran Diskusi Reset Indonesia: Mengapa Ruang Diskusi Perlu Dilindungi

Your Say | Rabu, 24 Desember 2025 | 12:55 WIB

Rapor Merah Timnas Indonesia U-22: Indra Sjafri Lebih Buruk dari Gerald Vanenburg

Rapor Merah Timnas Indonesia U-22: Indra Sjafri Lebih Buruk dari Gerald Vanenburg

Bola | Jum'at, 19 Desember 2025 | 17:12 WIB

CERPEN: Catatan Krisis Demokrasi Negeri Konoha di Meja Kantin

CERPEN: Catatan Krisis Demokrasi Negeri Konoha di Meja Kantin

Your Say | Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:20 WIB

Pengamat: Usulan Kapolri Dipilih Langsung Presiden Masuk Akal, DPR Justru Ganggu Check and Balances

Pengamat: Usulan Kapolri Dipilih Langsung Presiden Masuk Akal, DPR Justru Ganggu Check and Balances

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:52 WIB

Pesan Anies Baswedan untuk Relawan Muda: Demokrasi Tumbuh dari Warga yang Mau Turun Tangan

Pesan Anies Baswedan untuk Relawan Muda: Demokrasi Tumbuh dari Warga yang Mau Turun Tangan

News | Senin, 08 Desember 2025 | 10:33 WIB

Terkini

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:33 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:49 WIB

AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat

AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:39 WIB

Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla

Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:38 WIB