Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026

Andi Ahmad S, Novian Ardiansyah

Minggu, 11 Januari 2026 | 23:11 WIB
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
Prananda Prabowo dan Puan Maharani kompak memberikan kecupan kasih sayang kepada ibunya, Megawati Soekarnoputri [Dok PDIP]
  • Simbol Kehangatan Keluarga dan Partai Momen Prananda dan Puan mencium Megawati di Rakernas I PDIP 2026 menjadi simbol kehangatan keluarga sekaligus menunjukkan soliditas internal partai di hadapan seluruh kader yang hadir.

  • Peluncuran Buku Manajemen Risiko Bencana PDIP meluncurkan buku "Spirit Kemanusiaan" yang merangkum pemikiran Megawati Soekarnoputri mengenai manajemen mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, dan aksi nyata kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia secara mendalam.

  • Komitmen Kemanusiaan dan Pendidikan di Aceh Melalui dialog virtual dan Kapal RS Laksamana Malahayati, Megawati memastikan bantuan logistik medis serta pemulihan fasilitas pendidikan bagi warga terdampak bencana di Aceh berjalan dengan cepat.

Suara.com - Prananda Prabowo dan Puan Maharani kompak memberikan kecupan kasih sayang kepada ibunya, Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Kecuapan dari dua buah hatinya tersebut diterima Megawati pada hari kedua Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Momen hangat Prananda, Puan, dan Megawati tersebut berlangsung di depan latar peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan dan menjadi simbol kebersamaan keluarga sekaligus soliditas internal partai.

Tampak Prananda Prabowo dan Puan Maharani mencium pipi Megawati dari sisi kanan dan kiri secara bersamaan. Adapun Megawati berdiri di tengah, mengenakan busana merah khas partai.

Menyambut kecupan dan kedua anaknya, Megawati tampak tersenyum hangat, mencerminkan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Momen emosional tersebut terabadikan usai Megawati bersama Prananda dan Puan mengikuti agenda dialog virtual dengan warga terdampak bencana di Aceh dan kru Kapal RS Malahayati, serta meluncurkan buku berjudul ‘Spirit Kemanusiaan’.

Luncurkan Buku

DPP PDI Perjuangan melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) meluncurkan buku berjudul ‘Spirit Kemanusiaan: Manajemen Risiko Bencana ala Megawati Soekarnoputri’ dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Megawati Soekarnoputri bersama kedua anaknya, Ketua DPP Bidang Ekonomi Kreatif Prananda Prabowo dan Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani turut hadir.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan buku tersebut menggambarkan secara mendalam manajemen mitigasi bencana dan kepedulian tinggi Megawati Soekarnoputri terhadap gerakan pelestarian lingkungan.

“Buku ‘Spirit Kemanusiaan’ menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri dan perhatian beliau yang begitu besar terhadap berbagai gerakan menjaga lingkungan dan bumi,” kata Hasto.

Hasto menegaskan peluncuran buku bertepatan dengan aksi nyata kemanusiaan PDIP melalui Kapal RS Laksamana Malahayati yang tengah menjalankan misi gotong royong pengobatan dan pemulihan pascabencana banjir di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya.

Sebelum peluncuran, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning melaporkan aksi kemanusiaan PDIP di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

“Kami bergerak sejak 5 Desember. Tim kesehatan sudah kami turunkan ke Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh,” ujar Ribka.

Ia menjelaskan tim medis tersebut terdiri dari dokter-dokter diaspora lulusan China, Kuba, dan Irlandia, serta tenaga medis dalam negeri dari FK UKI dan Rumah Sakit Royal Prima Medan.

Pada 29 Desember 2025, PDIP mengirimkan 30 unit ambulans yang dibagi ke tiga provinsi, ditambah satu mobil tangki dan satu mobil komando khusus untuk wilayah Aceh.

“Setiap hari kami melakukan pengobatan gratis, trauma healing, dan dapur umum. Saya baru tiba kemarin malam karena ingin menerima medali dari Ibu. Kami bahkan pernah menempuh perjalanan 30 jam lewat darat demi tugas kemanusiaan ini,” ujarnya.

Instruksi Megawati

Megawati memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan pendidikan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh melalui dialog virtual via Zoom.

Prananda Prabowo, Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri [Dok PDIP]
Prananda Prabowo, Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri [Dok PDIP]

Sebelumnya, PDIP telah mengirimkan Kapal Rumah Sakit (RS) Laksamana Malahayati ke Aceh untuk membantu warga terdampak. Kapal tersebut membawa tim dokter, tenaga kesehatan, hingga sukarelawan Baguna (Badan Penanggulangan Bencana).

Melalui daring, Megawati berdialog dengan penanggung jawab tim di lapangan, yakni Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu dan tim dokter. Megawati menanyakan kebutuhan mendesak yang harus segera dikirimkan dari Jakarta guna mempercepat pemulihan warga.

Tim dokter melaporkan perlunya suplai susu untuk bayi usia 0-6 bulan dan makanan pendamping ASI. Setelah koordinasi logistik, Sri Rahayu mempersilakan seorang warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Megawati.

"Mohon izin Ibu, ada warga yang ingin menyampaikan terima kasih," ujar Sri Rahayu melalui sambungan Zoom.

"Assalamualaikum, Ibu Megawati," sapa warga tersebut.

"Waalaikumsalam," jawab Megawati.

"Terima kasih, Ibu Megawati. Hari ini saya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, mendapat tambahan vitamin, dan mendapat hadiah dari ulang tahun PDIP," ujarnya kepada Megawati.

Megawati lantas menanyakan jumlah anak warga tersebut. Ibu itu menjelaskan bahwa ia memiliki dua anak; yang sulung berusia 17 tahun dan yang bungsu berusia 21 bulan. Anak pertamanya saat ini duduk di bangku sekolah menengah.

Mendengar hal itu, Megawati langsung menanyakan kondisi akses pendidikan pascabencana.

"Maksud saya, apakah sekolah itu terkena bencana sehingga anaknya tidak masuk sekolah? Atau sekarang apakah sudah mulai bersekolah lagi?" tanya Megawati.

"Masih bersih-bersih sekolah, belum mulai belajar," tuturnya.

Megawati berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan segera tuntas agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.

"Insyaallah bisa cepat segera dilakukan (pembersihan), supaya anak-anak kembali bersekolah ya, Bu," ujar Megawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung Puji Pidato Megawati: Melampaui Politik Praktis!

Rocky Gerung Puji Pidato Megawati: Melampaui Politik Praktis!

Video | Minggu, 11 Januari 2026 | 16:30 WIB

Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo

Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 14:00 WIB

Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?

Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 13:47 WIB

PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo

PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 12:51 WIB

PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya

PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:34 WIB

Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara

Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:29 WIB

Terkini

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:58 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:58 WIB

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:44 WIB

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:37 WIB