- Program MBG direncanakan berlanjut Ramadan 2026, penting untuk edukasi nutrisi anak saat berpuasa dan menjaga stabilitas energi.
- Keberlanjutan intervensi gizi ini penting bagi kesehatan anak agar konsentrasi belajar dan daya tahan tubuh tetap terjaga baik.
- Anggaran Rp335 triliun untuk MBG menjadi katalisator penguatan ekonomi nasional dengan melibatkan UMKM penyedia bahan baku pangan.
"Seluruh pelaku UMKM yang terlibat wajib menyediakan bahan baku kualitas premium. Mulai dari tempe, tahu, ayam, ikan, sayuran, buah, hingga bahan lainnya. Kebutuhan bahan baku mendekati 4.000 kilogram per hari. Untuk ayam saja 300–350 kilogram, sementara sayuran 100–200 kilogram setiap hari," ucapnya.
Sementara itu, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menilai perlunya sinergi pemerintah dengan UMKM atau katering yang sudah berjalan agar program MBG dapat menggerakkan roda perekonomian lokal. Mengingat UMKM di tingkat lokal juga sudah bekerja sama dengan pemasok setempat.
“Program MBG ini bisa menggerakkan roda perekonomian lokal itu tergantung dari seberapa banyak pihak yang dilibatkan dan juga model dapurnya. Sebetulnya ini kan kita bisa memanfaatkan dapur existing yang milik UMKM, hanya saja ada standarisasi,” ujarnya.
Dapur UMKM atau kantin sekolah, menurut Eliza, dapat dimanfaatkan tanpa perlu investasi terlalu besar untuk meningkatkan standar kualitas dan kebersihannya.
“Tinggal mereka dilatih bagaimana untuk memproduksi makanan yang higienis. Yang paling penting ini adalah kalau misalkan UMKM dilibatkan ini kan akan sangat baik menggerakkan roda perekonomian lokal,” tandas Eliza.