- Presiden Prabowo menunjuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satgas Percepatan Transisi Energi pada Jumat (6/3/2026).
- Satgas ini bertugas mengakselerasi implementasi energi bersih, termasuk PLTS skala 100 GW, serta mengurangi subsidi energi.
- Bahlil juga mengemban tugas mengkonversi 120 juta motor berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik dalam 3-4 tahun.
Presiden Prabowo secara spesifik meminta Bahlil untuk mengoptimalkan program konversi kendaraan bermotor.
Target yang dipatok tidak main-main, yakni mengubah profil kendaraan masyarakat dari berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik secara masif.
Secara bertahap, pemerintah akan mengonversi 120 juta sepeda motor dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang matang di Indonesia, sekaligus menurunkan emisi karbon di kawasan perkotaan yang selama ini menjadi penyumbang polusi udara terbesar.
"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," sebut Bahlil.
Melalui Satgas Percepatan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia kini memegang kendali penuh dalam memastikan koordinasi antarlembaga berjalan mulus untuk mencapai target 100 GW energi terbarukan.
Fokus kerja satgas ini akan mencakup penyederhanaan regulasi, percepatan investasi di sektor hijau, hingga pengawasan langsung di lapangan terkait proyek-proyek PLTS dan konversi kendaraan listrik yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.