Tembus 3.264 Aduan: Jabar, Sumut, dan Kalteng Jadi Provinsi Paling Rawan Konflik Agraria

Bella, Lilis Varwati

Senin, 09 Maret 2026 | 15:25 WIB
Tembus 3.264 Aduan: Jabar, Sumut, dan Kalteng Jadi Provinsi Paling Rawan Konflik Agraria
Ilustrasi konflik agraria (Pinterest/Tama)
baca 10 detik
  • Komnas HAM memetakan tiga provinsi paling rawan konflik agraria 2020–2025 yaitu Sumut, Jabar, dan Kalteng berdasarkan tingginya laporan sengketa lahan.
  • Konflik di Sumatera Utara terkait tumpang tindih perkebunan dan lahan masyarakat; Jawa Barat dominan sengketa properti perkotaan administratif.
  • Di Kalimantan Tengah, konflik disebabkan ketimpangan besar penguasaan lahan antara korporasi besar dan wilayah masyarakat adat.

Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memetakan sejumlah wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap konflik agraria. Dari hasil kajian yang dilakukan dalam rentang 2020–2025, tiga provinsi menempati posisi teratas: Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Kalimantan Tengah.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan ketiga wilayah itu menjadi sorotan karena laporan sengketa lahan yang masuk ke Komnas HAM tergolong tinggi dibandingkan provinsi lain.

Tercatat ada 3.264 aduan konflik agraria di tiga provinsi tersebut selama periode 2020–2025.

Menurutnya, Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang paling sering diadukan masyarakat ke Komnas HAM, termasuk terkait konflik agraria.

"Sumatera Utara itu paling sering diadukan ke Komnas HAM sehingga masuk tiga besar provinsi yang sering diadukan, termasuk untuk konflik agraria," kata Uli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, konflik lahan di Sumatera Utara banyak berkaitan dengan tumpang tindih antara konsesi perkebunan dengan lahan yang digarap masyarakat maupun kawasan hutan. Dalam sejumlah kasus, perusahaan besar disebut beroperasi di wilayah yang sebelumnya telah dimanfaatkan warga secara turun-temurun.

Situasi berbeda terlihat di Jawa Barat. Di provinsi ini, konflik agraria lebih sering muncul di kawasan perkotaan dan berkaitan dengan status kepemilikan properti.

Kasus sengketa lahan di Tamansari, Kota Bandung, hingga konflik di kawasan Dago Elos menjadi contoh bagaimana warga harus berhadapan dengan pengembang dalam memperebutkan klaim atas tanah.

Menurut Uli, sengketa di wilayah perkotaan biasanya dipicu persoalan administratif, seperti tumpang tindih sertifikat, perbedaan klaim kepemilikan lahan, hingga kebijakan penataan kawasan yang berujung penggusuran warga.

baca juga

Sementara itu, konflik agraria di Kalimantan Tengah memiliki pola yang berbeda. Di wilayah tersebut, ketimpangan penguasaan lahan antara korporasi dan masyarakat adat menjadi faktor dominan.

"Karakteristiknya ketimpangan penguasaan lahan, sekitar 4 juta hektare konsesi korporasi berhadapan dengan wilayah adat yang jauh lebih kecil," ujarnya.

Dalam kajian tersebut, Komnas HAM juga menyoroti sejumlah penyebab konflik agraria yang terus berulang di berbagai daerah, mulai dari tumpang tindih perizinan, data pertanahan yang tidak sinkron antar lembaga, hingga belum kuatnya pengakuan negara terhadap wilayah adat.

Persoalan ini dinilai tidak hanya menyangkut kepemilikan tanah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut.

Konflik agraria, kata Uli, bisa memengaruhi akses warga terhadap sumber pangan, air, serta pekerjaan. Dampaknya paling terasa bagi kelompok rentan seperti masyarakat adat, perempuan, dan anak.

Komnas HAM berharap pemetaan wilayah rawan konflik agraria tersebut dapat menjadi pijakan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan penyelesaian sengketa yang lebih tepat sasaran.

Pendekatan penyelesaian konflik, menurut Komnas HAM, perlu diarahkan pada jalur mediasi, perbaikan administrasi pertanahan, serta penanganan yang mempertimbangkan perspektif hak asasi manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Soroti Polisi Terlalu Cepat Masuk ke Sengketa Tanah: Rawan Kriminalisasi Warga

Komnas HAM Soroti Polisi Terlalu Cepat Masuk ke Sengketa Tanah: Rawan Kriminalisasi Warga

News | Senin, 09 Maret 2026 | 14:34 WIB

Kuota Mudik Gratis Pemprov Jabar Sisa 660 Kursi, Cek Rute yang Tersedia di Sini!

Kuota Mudik Gratis Pemprov Jabar Sisa 660 Kursi, Cek Rute yang Tersedia di Sini!

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 19:35 WIB

Pemulihan Pascabencana Banjir Sumut Harus Didukung Data Valid

Pemulihan Pascabencana Banjir Sumut Harus Didukung Data Valid

DPR | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:14 WIB

Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov Jabar: Kuota Terbatas, Cek Rutenya

Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov Jabar: Kuota Terbatas, Cek Rutenya

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:47 WIB

Paradoks Negara Agraria dan Maritim: Kaya Alam, Miskin Akses, Pangan Mahal

Paradoks Negara Agraria dan Maritim: Kaya Alam, Miskin Akses, Pangan Mahal

Your Say | Selasa, 10 Februari 2026 | 14:15 WIB

Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?

Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:20 WIB

Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek

Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 06:35 WIB

Konflik Agraria Padang Halaban: Realita Hak Anak Ikut Tergusur Bersama Rumah Warga

Konflik Agraria Padang Halaban: Realita Hak Anak Ikut Tergusur Bersama Rumah Warga

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:59 WIB

SPI Jambi Sebut Reforma Agraria Era Prabowo seperti 'Cuaca Mendung: Birokrasi Lemah

SPI Jambi Sebut Reforma Agraria Era Prabowo seperti 'Cuaca Mendung: Birokrasi Lemah

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 18:09 WIB

Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025

Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 16:23 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×