Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya

Bernadette Sariyem | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 18:23 WIB
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  • Survei di Amerika Serikat menunjukkan mayoritas warga tidak mendukung perang agresi bersama Israel terhadap Iran.
  • Dukungan publik terhadap perang yang dipimpin Trump (27% hingga 41%) sangat rendah dibanding presiden AS sebelumnya.
  • Rendahnya dukungan publik disebabkan kelelahan warga AS terhadap perang Timur Tengah dan komunikasi Trump yang buruk.

Suara.com - Mayoritas warga Amerika Serikat tidak mendukung perang agresi, yang dilakukan bersama Israel, terhadap Iran, demikian kesimpulan sejumlah survei di negeri Pakde Sam.

Dikutip dari surat kabar The New York Times, edisi Senin (9/3/2026), jajak pendapat yang dilakukan Reuters bersama Ipsos menunjukkan hanya 27 persen masyarakat AS mendukung Trump melakukan perang.

Sementara survei yang dilakukan CNN menunjukkan dukungan terhadap perang Trump lebih besar, yakni 41 persen.

Tapi, persentase itu terbilang kecil dibanding presiden-presiden sebelumnya yang bisa meraih dukungan di atas 50 persen masyarakat AS.

The New York Times membuka artikel laporan survei tersebut dengan gaya kritisisme, menyoroti klaim Donald Trump bahwa hanya dirinya nang mampu melakukan hal yang tak bisa dilakukan presiden-presiden AS sebelumnya.

"Presiden Trump suka menegaskan bahwa ia telah mencapai hal-hal yang belum pernah dicapai presiden lain. Dengan dimulainya serangan militer terhadap Iran, ia telah meraih prestasi lain: Ia adalah presiden pertama di era pemilu modern yang membawa Amerika Serikat berperang tanpa dukungan publik," tulis jurnalis NY Times, Peter Baker.

Secara tradisional, warga AS akan mendukung presiden ketika sang pemimpin menyatakan akan mengirim balatentara ke medan peperangan. 

Paling tidak, dukungan itu akan diberikan warga ketika presiden mereka memulai perang seperti di Korea atau Vietnam.

Berdasarkan survei Gallup, sejak era Perang Dunia II, presiden-presiden AS menikmati dukungan mayoritas warga ketika mendeklarasikan perang di berbagai negeri, meskipun hal itu berarti agresi.

Bill Clinton misalnya, meraih 51 persen dukungan warga saat melakukan intervensi dalam konflik Kosovo tahun 1999.

Sebelumnya, tahun 1983, Presiden Ronald Reagan mendapat dukungn 53 persen masyarakat AS ketika menginvasi Grenada.

Tahun 1991, ketika Goerge HW Bush mendeklarasikan perang melawan Irak, dia mendapatkan 83 persen dukungan publik.

Anaknya, George W Bush, bahkan mendapat 90 persen dukungan warga AS untuk berperang di Afghanistan tahun 2021 setelah peristiwa runtuhnya menara kembar WTC 9/11.

Satu-satunya presiden yang tak mendapatkan dukungan penuh saat berperang adalah ketika Barack Obama mengebom Libya tahun 2011.

Itu pun Obama masih mampu meraup 47 persen dukungan publik. Artinya, masih di atas Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

News | Senin, 09 Maret 2026 | 17:59 WIB

Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI

Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI

News | Senin, 09 Maret 2026 | 16:59 WIB

Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel

Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 16:04 WIB

Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran

Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 15:43 WIB

Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo

Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo

News | Senin, 09 Maret 2026 | 15:41 WIB

Trump Gusar usai Iran Tunjuk Pemimpin Baru, Israel Nekat Tembakkan Bom Fosfor

Trump Gusar usai Iran Tunjuk Pemimpin Baru, Israel Nekat Tembakkan Bom Fosfor

Tekno | Senin, 09 Maret 2026 | 14:20 WIB

Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur

Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur

News | Senin, 09 Maret 2026 | 14:18 WIB

Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti

Ekspor Mobil Toyota Indonesia ke Timur Tengah Tersendat, Produksi Tak Berhenti

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 13:45 WIB

Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa

Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 13:43 WIB

Terkini

Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita

Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:47 WIB

Viral Keributan di KRL Jakarta - Bogor, Diduga Pelecehan: Ternyata Salah Paham karena Sesak

Viral Keributan di KRL Jakarta - Bogor, Diduga Pelecehan: Ternyata Salah Paham karena Sesak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:41 WIB

Batch I Magang Nasional Berakhir, Kemnaker Genjot Sertifikasi dan Penempatan Kerja

Batch I Magang Nasional Berakhir, Kemnaker Genjot Sertifikasi dan Penempatan Kerja

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:29 WIB

5 Fakta Wacana Indonesia Pajaki Kapal yang Melintas di Selat Malaka, Negara Tetangga Gusar

5 Fakta Wacana Indonesia Pajaki Kapal yang Melintas di Selat Malaka, Negara Tetangga Gusar

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:15 WIB

Ekspresi Trump Lihat Bocah Nyeker dan Tidur Santai di Ruang Oval, Anak Siapa Tuh?

Ekspresi Trump Lihat Bocah Nyeker dan Tidur Santai di Ruang Oval, Anak Siapa Tuh?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 17:00 WIB

Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Krusial Perbaiki Demokrasi

Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Krusial Perbaiki Demokrasi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:53 WIB

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:40 WIB

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:36 WIB

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:33 WIB

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:27 WIB