- Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menanggapi rencana Presiden Prabowo menertibkan pengamat tidak patriotik.
- Andreas menilai tindakan penertiban adalah konsekuensi pilihan politik masyarakat dalam pemilihan umum sebelumnya.
- PDI Perjuangan fokus pada capaian kerja pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, bukan polemik kritik pengamat.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, memberikan tanggapan tajam terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti adanya pengamat yang dianggap tidak patriotik dan tidak menyukai pemerintah.
Berdasarkan laporan intelijen, Presiden mengisyaratkan adanya langkah untuk menertibkan pihak-pihak yang bersikap demikian.
Merespons hal tersebut, Andreas menilai bahwa gaya kepemimpinan yang cenderung ingin menertibkan pandangan berbeda merupakan konsekuensi dari pilihan politik masyarakat pada pemilu lalu.
"Ini risiko yang harus dialami rakyat yang telah memilih. Sehingga Pak Prabowo, sebagai presiden mungkin merasa bisa melakukan apa saja yang tidak sejalan dengan pikirannya, sehingga perlu menertibkan," ujar Andreas kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Politisi senior PDI Perjuangan ini juga menjelaskan posisi partainya dalam menyikapi dinamika pemerintahan saat ini.
Menurut Ketua DPP PDIP itu, pihaknya lebih memilih fokus pada hasil nyata kerja pemerintah bagi kesejahteraan rakyat ketimbang terjebak dalam polemik mengenai kritik para pengamat.
"Kalau PDI Perjuangan suka kalau pemerintahan ini berhasil sehingga lapangan kerja tersedia, kebutuhan sandang pangan rakyat tersedia dan daya beli masyarakat terjangkau, pendidikan bagi generasi muda terjamin," tegasnya.
Terkait penilaian subjektif Presiden terhadap pengamat yang dianggap tidak mendukung pemerintah, Andreas menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada kepala negara.
"Kalau ada yang menurut presiden tidak suka, ya Terserah presiden," pungkasnya.
Sebelumnya, menanggapi laporan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Prabowo bicara mengenai penilaiannya terhadap sejumlah pengamat yang tidak suka dengan pemerintah.

"Ya ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya, ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi," kata Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut Prabowo sikap yang ditunjukan para pengamat seperti tersebut bukan sikap patriotik. Ia menilai ada faktor penyebab mengapa mereka bersikap demikian.
"Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rejeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor ya kan, ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita. Kita mau tertibkan," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan dirinya paham mengapa ada pihak-pihak yang bersikap demikian. Pemahaman tersebut tidak lain diketahui berdasarkan laporan dan daya intelijen.
"Ya saya juga punya data-data intelijen ya kan. Kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi saya tiap hari dapat laporan intel ya kan. Jadi saya mengertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai," kata Prabowo.