Jeritan Pemilik Warung Madura: Harga Plastik Naik Dua Kali Lipat, Modal Makin Terkuras

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 06 April 2026 | 13:00 WIB
Jeritan Pemilik Warung Madura: Harga Plastik Naik Dua Kali Lipat, Modal Makin Terkuras
Ilustrasi warung Madura. (Suara.com/ Tsabita Aulia)
baca 10 detik
  • Konflik di Timur Tengah menyebabkan gangguan pasokan bahan baku plastik impor, sehingga memicu kenaikan harga signifikan di Indonesia.
  • Pelaku usaha warung kelontong terdampak lonjakan biaya modal karena harga plastik kemasan meningkat tajam  setelah Lebaran.
  • Pemilik warung menyiasati kenaikan harga dengan melakukan efisiensi penggunaan plastik serta berbelanja dalam jumlah besar guna menekan pengeluaran.

“Ya gimana ya, harapannya ya supaya bisa turun lagi aja. Asalnya kan dampaknya mau ngejual yang lainnya kan nggak bisa naik. Ini misalnya Rp 3 ribu (barang dagangan), kita naikin Rp 3 setengah kan nggak mungkin,” ungkapnya.

Endang pun megungkapkan bahwa plastik adalah biaya modal yang seringkali dianggap remeh oleh orang awam.

Pedagang melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (3/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Pedagang melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (3/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

“Padahal pakai plastik itu juga modal ya, tapi kadang kayak cuma-cuma gitu kan. Padahal modalnya gede juga ya Mbak,” ucapnya.

Untuk mensiasati pengeluaran, Sony memilih berbelanja dalam jumlah besar guna mendapatkan selisih harga grosir yang lebih murah dibanding eceran.

“Kalau plastik itu jutaan saya itu kalau sekali belanja buat bungkus-bungkus tuh, tapi nanti ya bisa buat sebulan. Soalnya kalau beli ngecer itu harganya sudah beda lagi. Ada perbedaan aja,” ujarnya.

Penjelasan Menteri

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, menjadi penyebab utama tersendatnya pasokan. Ia menyebut kawasan tersebut merupakan tumpuan bagi mayoritas kebutuhan bahan baku nasional.

"Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana, Jakarta, yang dikutip pada Senin (6/4/2026).

Reporter: Tsabita Aulia

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya

Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 10:39 WIB

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:01 WIB

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 17:15 WIB

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang

Lifestyle | Minggu, 05 April 2026 | 14:18 WIB

Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar

Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar

Lifestyle | Kamis, 02 April 2026 | 21:47 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×