Kepala BGN Sambangi Banggar DPR, Said Abdullah Sebut Ada Penajaman Prioritas Anggaran Rp20 Triliun

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 16:44 WIB
Kepala BGN Sambangi Banggar DPR, Said Abdullah Sebut Ada Penajaman Prioritas Anggaran Rp20 Triliun
Kepala BGN, Dadan Hindayana [Suara.com/Fakhri]
  • Kepala BGN bertemu pimpinan Banggar DPR RI pada Senin, 6 April 2026, untuk membahas progres program Makan Bergizi Gratis.
  • Badan Gizi Nasional berhasil membentuk lebih dari 26.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh wilayah Indonesia saat ini.
  • BGN berkomitmen melakukan penajaman anggaran sebesar Rp20 triliun serta menindak tegas layanan yang tidak memenuhi standar operasional prosedur.

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mendatangi Gedung DPR RI untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, pada Senin (6/4/2026).

Pertemuan ini dilakukan guna mendalami progres pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta membahas sensitivitas fiskal di tengah dinamika ekonomi global.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum berbagi informasi untuk memantau sejauh mana program prioritas pemerintah tersebut berjalan di lapangan.

"Nggak bukan rapat tertutup, tadi itu kami bertemu dengan pimpinan Banggar. Forum sharing information dengan kepala BGN dan wakilnya. Yang dibahas kami ingin tahu sejauh mana pelaksanaan program MBG," kata Said usai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Dadan memaparkan perkembangan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini telah mencapai puluhan ribu titik di seluruh Indonesia.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah. (Suara.com/Bagaskara)
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah. (Suara.com/Bagaskara)

"Kepala BGN tentu menjelaskan kepada kami panjang lebar dan kami memberikan apresiasi bahwa sampai saat ini sudah ada 26.000 lebih SPPG," ujar Said.

Meski memberikan apresiasi, Said tidak menampik adanya berbagai kendala dalam realisasi program MBG.

Ia menekankan pentingnya komitmen BGN dalam menegakkan tata kelola agar program tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Nah, memang harus diakui bahwa di dalam realisasinya ada kendala-kendala sebagaimana kita tahu semua. Dan Kepala BGN punya komitmen untuk menyelesaikan pada aspek-aspek penegakan tata kelolanya," tutur Said.

Said mengungkapkan, ketegasan dalam pengawasan sudah mulai terlihat dengan adanya penangguhan hingga pencabutan izin bagi sejumlah titik layanan yang dianggap tidak memenuhi standar.

"Bahkan Kepala BGN menyampaikan ada banyak titik koordinat yang dicabut kembali, kemudian ada yang di-suspend karena tidak melaksanakan SOP sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Said menyinggung soal kondisi fiskal Indonesia yang saat ini sedang menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah.

Ia mendorong adanya koordinasi erat antara lembaga pemerintah dan Banggar untuk melakukan efisiensi dan penajaman prioritas anggaran.

"Sama, kami memang dalam kondisi sebagaimana minggu lalu saya bahwa kita harus punya sensitivitas yang sama, berbagai tekanan fiskal kita, ayo bareng sharing. Lakukan penajaman prioritas dan Alhamdulillah dari BGN juga memberikan sumbangsih yang nyata bisa melakukan penajaman sampai Rp 20 triliun. Itu saja," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Demi Hemat Anggaran, Gedung DPR Gelap Gulita: Lampu dan AC Mati Sejak Sore

Demi Hemat Anggaran, Gedung DPR Gelap Gulita: Lampu dan AC Mati Sejak Sore

Video | Sabtu, 04 April 2026 | 20:00 WIB

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai

Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai

News | Jum'at, 03 April 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi

Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi

News | Senin, 06 April 2026 | 16:44 WIB

Di Sidang Noel, Saksi Ungkap Setor Rp 6,4 Miliar ke Kemnaker untuk Sertifikasi K3

Di Sidang Noel, Saksi Ungkap Setor Rp 6,4 Miliar ke Kemnaker untuk Sertifikasi K3

News | Senin, 06 April 2026 | 16:37 WIB

Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei

Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei

News | Senin, 06 April 2026 | 16:12 WIB

Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara

Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara

News | Senin, 06 April 2026 | 16:06 WIB

Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?

Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?

News | Senin, 06 April 2026 | 15:59 WIB

Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?

Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?

News | Senin, 06 April 2026 | 15:58 WIB

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

News | Senin, 06 April 2026 | 15:53 WIB

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

News | Senin, 06 April 2026 | 15:47 WIB

Driver Online Cabuli Penumpang di Jakarta Pusat, Pelaku Positif Sabu

Driver Online Cabuli Penumpang di Jakarta Pusat, Pelaku Positif Sabu

News | Senin, 06 April 2026 | 15:40 WIB

Pakar Kehutanan UGM: Pembangunan Ancam Tutupan Hutan Indonesia

Pakar Kehutanan UGM: Pembangunan Ancam Tutupan Hutan Indonesia

News | Senin, 06 April 2026 | 15:30 WIB