Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 07:16 WIB
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti
Serangan Israel ke Lebanon (Antara)
baca 10 detik
  • Iran mengancam batalkan gencatan senjata jika Israel terus melancarkan serangan udara di Lebanon.

  • Serangan Israel di Lebanon menewaskan ratusan orang saat periode gencatan senjata AS-Iran berlangsung.

  • Netanyahu mengklaim Lebanon tidak termasuk wilayah kesepakatan damai antara pihak Amerika dan Iran.

Sesuai jadwal yang telah disusun, kedua belah pihak seharusnya bertemu di Pakistan untuk melakukan negosiasi lanjutan.

Pertemuan penting tersebut rencananya bakal diselenggarakan pada tanggal 10 April sebagai upaya memperpanjang masa damai.

Namun, realita di lapangan justru menunjukkan pemandangan yang sangat kontras dengan semangat perdamaian di atas meja diplomasi.

Jet-jet tempur milik militer Israel dilaporkan masih aktif melakukan pemboman di berbagai titik strategis di wilayah Lebanon.

Eskalasi kekerasan ini membuat peluang keberhasilan negosiasi di Pakistan menjadi semakin kecil dan dipenuhi ketidakpastian.

Data terbaru menunjukkan bahwa serangan militer Israel telah memakan korban jiwa dalam jumlah yang sangat memprihatinkan.

Hanya dalam waktu satu hari pada hari Rabu, tercatat sedikitnya 254 nyawa melayang akibat serangan udara tersebut.

Selain korban tewas, otoritas kesehatan setempat juga mencatat sebanyak 1.165 orang mengalami luka-luka akibat ledakan bom.

Angka-angka ini menunjukkan betapa masifnya dampak serangan yang dilakukan di tengah periode yang seharusnya menjadi waktu tenang.

baca juga

Kondisi kemanusiaan di Lebanon semakin memburuk seiring dengan intensitas serangan yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Pihak militer Israel sendiri tidak membantah adanya aktivitas serangan besar-besaran yang mereka lakukan di wilayah tetangganya.

Mereka justru mengklaim bahwa aksi tersebut merupakan operasi terkoordinasi paling besar yang pernah dilakukan sejauh ini.

Sejak memulai kampanye militer pada 2 Maret lalu, operasi kali ini dianggap sebagai puncak dari strategi pertahanan mereka.

Klaim ini semakin menegaskan bahwa militer Israel tidak memiliki niat untuk menurunkan tensi serangan meskipun ada tekanan internasional.

Fokus militer Israel tetap konsisten pada penghancuran infrastruktur yang dianggap mengancam keamanan nasional negara mereka tersebut.

Persoalan menjadi semakin rumit karena adanya perbedaan interpretasi mengenai cakupan wilayah yang masuk dalam poin gencatan senjata.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas telah mengeluarkan pernyataan yang memicu perdebatan sengit di kalangan diplomat.

Netanyahu menyatakan bahwa wilayah Lebanon tidak termasuk dalam daftar area yang dilindungi oleh kesepakatan antara AS dan Iran.

Pandangan sepihak ini menjadi alasan utama bagi militer Israel untuk tetap melanjutkan operasi tempur mereka di Lebanon.

Ketidaksamaan visi antara Tel Aviv, Washington, dan Teheran inilah yang kini mengancam runtuhnya seluruh proses perdamaian Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Biaya Melewati Selat Hormuz? Ini Update Negara yang Boleh Lewat

Berapa Biaya Melewati Selat Hormuz? Ini Update Negara yang Boleh Lewat

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 07:03 WIB

Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF

Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:34 WIB

Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan

Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:26 WIB

Terkini

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

Api Kecil Bisa Jadi Bencana, Setop Bakar Lahan Selama El Nino Masih Sangat Kuat!

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Jarak Bukan Halangan, BRImo Taiwan Hadir Dekatkan Layanan Perbankan untuk WNI

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga

Viral Cekcok di Polsek Cengkareng, Ternyata Buntut Debt Collector Paksa Masuk Mobil Warga

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI

Asap Tak Punya Paspor, Airlangga Minta Negara ASEAN Tolong RI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:13 WIB

×