3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
Stabilitas ekonomi dunia terancam setelah dialog diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan resmi. (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir buntu tanpa menghasilkan kesepakatan damai.

  • Status Selat Hormuz tetap tertutup karena perbedaan pandangan pada isu keamanan maritim internasional.

  • Wakil Presiden J.D. Vance meninggalkan Pakistan tanpa membawa hasil kesepakatan diplomatik yang konkret.

Ketidakhadiran Steve Witkoff dan Jared Kushner dalam pengumuman hasil akhir menunjukkan betapa alotnya posisi tawar yang terjadi.

Blokade yang dilakukan Iran terhadap Selat Hormuz telah memicu guncangan hebat pada pasar komoditas minyak mentah dunia.

Sekitar 20 persen dari total pasokan minyak bumi global sangat bergantung pada akses terbuka di jalur sempit tersebut.

Selain minyak, pengiriman gas alam cair dan pupuk menuju pasar Asia kini mengalami hambatan distribusi yang sangat serius.

Pihak Amerika Serikat bahkan telah mengerahkan kapal perusak untuk bersiap melakukan pembersihan ranjau yang diduga terpasang di sana.

Iran membantah klaim militer Amerika Serikat tersebut namun tetap mempertahankan posisi defensif mereka di sekitar wilayah perairan selat.

Rapuhnya Gencatan Senjata di Tengah Konflik

Situasi di lapangan semakin rumit karena eskalasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon terus berlangsung masif.

Washington menyatakan serangan di Lebanon tidak termasuk dalam ruang lingkup kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Teheran.

baca juga

Hal ini memicu kemarahan pihak Iran yang diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dalam meja perundingan formal.

Tuntutan Amerika Serikat dianggap terlalu berlebihan oleh perwakilan Iran sehingga menghambat tercapainya kesepakatan yang adil bagi kedua pihak.

Ketidaksamaan persepsi mengenai batas-batas konflik regional ini menjadi penghambat utama dalam merumuskan draf perdamaian jangka panjang.

Konflik ini memuncak setelah Iran melakukan penutupan efektif terhadap Selat Hormuz sebagai respons atas dinamika politik di Timur Tengah.

Langkah tersebut berdampak langsung pada lonjakan harga inflasi global karena terganggunya rantai pasok energi internasional secara mendadak.

Upaya mediasi yang diprakarsai oleh Pakistan bertujuan untuk menurunkan tensi militer sekaligus membuka kembali akses perdagangan laut dunia.

Namun perbedaan ideologis dan kepentingan keamanan nasional masing-masing negara masih terlalu kuat untuk dijembatani dalam satu pertemuan singkat.

Kini dunia menanti langkah selanjutnya dari Gedung Putih dan Teheran untuk mencegah krisis ini berubah menjadi konfrontasi militer terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Terkini

Saatnya Ganti Provider: Ketika Lini Masa Ramai-ramai Pindah ke XL

Saatnya Ganti Provider: Ketika Lini Masa Ramai-ramai Pindah ke XL

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Kenali Metode MICS, Operasi Bypass Jantung yang Tak Selalu Harus Belah Tulang Dada

Kenali Metode MICS, Operasi Bypass Jantung yang Tak Selalu Harus Belah Tulang Dada

Health | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Tayang Oktober, Film Paradise Lost Rilis Poster Perdana dan Teaser Mencekam

Tayang Oktober, Film Paradise Lost Rilis Poster Perdana dan Teaser Mencekam

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Namaku May Sarah: Kisah Perempuan yang Bangkit dari Luka Mei 1998

Namaku May Sarah: Kisah Perempuan yang Bangkit dari Luka Mei 1998

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan

Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Usai Demo Ricuh, Gedung DPR Kembali Kondusif Jumat Siang

Usai Demo Ricuh, Gedung DPR Kembali Kondusif Jumat Siang

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:58 WIB

PLN dan Pemprov Bali Kembangkan 5 Klaster PLTS 1.000 MWp

PLN dan Pemprov Bali Kembangkan 5 Klaster PLTS 1.000 MWp

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Ingin Lunasi Utang pada Tuhan: Manuver Gus Yahya di Muktamar ke-35 NU

Ingin Lunasi Utang pada Tuhan: Manuver Gus Yahya di Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:51 WIB

The Seven Knights of the Marronnier Kingdom Ungkap Seiyuu, Tayang 3 Oktober

The Seven Knights of the Marronnier Kingdom Ungkap Seiyuu, Tayang 3 Oktober

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Sekolah Diliburkan karena Asap Karhutla, KPAI Ingatkan Negara Tak Boleh Lepas Tangan dari Anak

Sekolah Diliburkan karena Asap Karhutla, KPAI Ingatkan Negara Tak Boleh Lepas Tangan dari Anak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:45 WIB

×