Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz

Arief Apriadi

Senin, 13 April 2026 | 11:54 WIB
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz. (BBC Indonesia)
baca 10 detik
  • Perundingan 21 jam antara AS dan Iran di Pakistan berakhir buntu karena Teheran menolak tuntutan untuk menghentikan program nuklirnya.
  • Gagal di meja perundingan, Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz dan mengirim pihak yang menyerang kapal AS ke neraka.
  • Garda Revolusi Iran merespons dengan peringatan keras bahwa setiap langkah salah musuh akan menciptakan "pusaran maut" dan menganggap kehadiran kapal militer sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Suara.com - Upaya diplomasi antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, kembali menemui jalan buntu.

Perundingan krusial selama 21 jam itu berakhir tanpa hasil, memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump yang langsung melontarkan ancaman mengerikan terkait pemblokiran Selat Hormuz.

Ancaman tersebut langsung dijawab dengan peringatan mematikan dari pihak Garda Revolusi Iran yang siap mengubah strategi perairan itu menjadi pusaran maut bagi musuh.

Kondisi geopolitik di Iran saat ini masih dianggap sebagai persoalan yang belum tuntas oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. (Gemini AI)
Kondisi geopolitik di Iran saat ini masih dianggap sebagai persoalan yang belum tuntas oleh sebagian besar warga Amerika Serikat. (Gemini AI)

Negosiasi kebuntuan ini dipicu oleh penolakan Teheran terhadap tuntutan Washington agar mereka menghentikan sepenuhnya program nuklir mereka.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut bahwa ia telah mengungkap "garis merah", namun Iran menolak menerimanya.

Sebaliknya, media Iran menuding kegagalan ini disebabkan oleh tuntutan AS yang terlalu berlebihan.

Menyikapi kebuntuan ini, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru, menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan memulai proses pemblokiran Selat Hormuz.

"Kami akan mencapai titik di mana setiap orang diperbolehkan masuk dan semua orang diperbolehkan keluar. Kami juga akan mulai menghancurkan ranjau yang dipasang Iran di selat tersebut," ujar Trump dikutip dari Haberler.

Ia bahkan secara terbuka mengancam, “Setiap orang Iran yang menembaki kami atau kapal yang damai akan dikirim ke neraka.”

baca juga

Tanggapan Keras Iran ke AS

Tanggapan pertama dari Iran datang dari Komando Pasukan Angkatan Laut Garda Revolusi yang langsung membagikan rekaman drone pengintai di Selat Hormuz.

Menyertai rekaman tersebut, mereka menegaskan bahwa seluruh lalu lintas laut berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Iran.

“Setiap langkah yang salah akan menjebak musuh dalam pusaran mematikan di Selat Hormuz,” bunyi peringatan keras dari Garda Revolusi Iran.

Dalam pernyataan lanjutannya, mereka menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk kapal sipil yang tidak berbahaya, bertentangan dengan klaim musuh.

Namun, mereka diperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer asing untuk mendekati selat tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dibalas dengan keras.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, juga angkat bicara, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada ancaman apa pun.

Jika Anda menguji kemauan kami, kami akan memberi Anda pelajaran besar. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz berada di bawah kendali kami, tegas Qalibaf.

Ia menambahkan, "Jika Anda melawan, kami akan melawan; jika Anda datang dengan cara yang rasional, kami akan merespons secara rasional."

Ketegangan ini menunjukkan bahwa tekanan militer AS selama 38 hari, di mana lebih dari 13.000 target diserang, gagal memaksa Iran untuk mundur.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menegaskan kembali tekad mereka untuk mempertahankan program nuklir sebagai hak kedaulatan negara.

Dengan Selat Hormuz menjadi pusat krisis, para ahli diberitahu bahwa konflik yang lebih besar dapat mengguncang pasar energi global, mengingat rute ini mengirimkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Menurut analisis The New York Times, kegagalan ini menyisakan dua opsi berbahaya bagi AS: memasuki proses negosiasi panjang yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, atau kemungkinan konflik berskala besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS

Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS

News | Senin, 13 April 2026 | 11:46 WIB

Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh

Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh

News | Senin, 13 April 2026 | 11:43 WIB

Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?

Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 11:36 WIB

Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu

Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu

News | Senin, 13 April 2026 | 11:21 WIB

Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'

Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'

News | Senin, 13 April 2026 | 11:17 WIB

Terkini

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

×