KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

Bella

Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
Margianta (kiri ketiga) dalam konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil untuk UU PPRT di LBH Jakarta, Rabu (15/4/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti]
baca 10 detik
  • KSPI memboikot perayaan May Day di Monas pada 15 April 2026 akibat Presiden belum mengesahkan RUU PPRT.
  • Presiden dinilai gagal menepati janji pengesahan RUU PPRT dalam 90 hari yang disampaikan pada tahun lalu.
  • KSPI menuntut pemerintah segera menerbitkan Surpres agar pembahasan RUU PPRT bersama DPR dapat segera dimulai.

Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menegaskan sikap politiknya dengan memboikot perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional (Monas) tahun ini. Sikap tersebut diambil sebagai bentuk protes atas belum ditepatinya janji Presiden untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) dalam waktu 90 hari.

Dalam konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil untuk UU PPRT di LBH Jakarta, Rabu (15/4/2026), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Kahar S. Cahyono, menegaskan bahwa RUU PPRT bukan isu baru dan telah diperjuangkan selama puluhan tahun oleh berbagai elemen masyarakat.

“RUU PPRT ini bukan isu yang baru. Dia bukan isu satu dua tahun, dia belasan tahun bahkan sudah mencapai puluhan tahun,” ujar Kahar.

Ia menyoroti ketimpangan dalam proses legislasi di Indonesia, di mana sejumlah undang-undang dapat disahkan secara cepat, sementara RUU yang menyangkut perlindungan pekerja justru berlarut-larut.

“Tentu kelas pekerja tidak akan pernah lupa tentang bagaimana Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja disahkan. Ini adalah undang-undang yang ditolak juga oleh semua elemen... tapi kemudian bisa dengan cepat diloloskan dan kemudian disahkan. Tapi giliran kemudian ada Undang-Undang PPRT itu sangat lambat sekali,” tegasnya.

Kahar menekankan bahwa saat ini tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan Presiden, menyusul telah diserahkannya RUU PPRT sebagai inisiatif DPR kepada pemerintah. Ia mendesak agar pemerintah segera menerbitkan Surat Presiden (Surpres) sebagai langkah awal pembahasan bersama DPR.

“Tadi sudah ada update yang sangat menggembirakan bahwa saat ini memang bola ada di tangan Presiden. Maka karena dia ada di pemerintah, ada di Presiden, maka kita juga butuh sebuah komitmen untuk menunaikan ini dengan cara yang cepat,” katanya.

Lebih jauh, KSPI juga mengkritik minimnya partisipasi publik dalam proses pembahasan RUU tersebut. Kahar menyebut tidak adanya meaningful participation membuat masyarakat sipil seperti berada “di ruang gelap” tanpa kejelasan perkembangan legislasi.

Kahar mengingatkan kembali janji yang pernah diucapkan Presiden Prabowo Subianto pada May Day tahun lalu di depan ribuan buruh. Saat itu, Presiden menjanjikan RUU PPRT akan disahkan dalam waktu 90 hari.

baca juga

“Presiden menjanjikan undang-undang ini akan disahkan dalam waktu 3 bulan, 90 hari. Dan itu artinya kita sudah juga lewat berbulan-bulan ini juga menjelang May Day yang kemudian janji itu juga belum direalisasikan,” ujarnya.

Atas dasar itu, KSPI memutuskan tidak akan menghadiri perayaan May Day di Monas yang rencananya juga akan dihadiri Presiden. Sebagai gantinya, mereka akan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI.

“Bagi KSPI tidak akan menghadiri May Day yang ada di Monas. Kenapa tidak hadir... karena tadi ini adalah soal janji yang belum dipenuhi,” tegas Kahar.

Ia menambahkan, kehadiran negara tidak boleh sebatas simbolik dalam perayaan, melainkan harus diwujudkan melalui pemenuhan hak-hak pekerja.

Senada dengan itu, perwakilan Emancipate Indonesia dan Suara Muda Kelas Pekerja, Margianta, menegaskan bahwa pilihan ada di tangan Presiden, yaitu menjadikan May Day sebagai perayaan atau justru momentum penagihan janji.

“Mau merayakan atau mau ditagih janji,” katanya.

Ia juga menilai penundaan pengesahan RUU PPRT sebagai bentuk “utang” negara kepada rakyat kecil. Menurutnya, May Day tahun ini seharusnya menjadi perayaan atas disahkannya RUU tersebut, bukan lagi ajang untuk menagih komitmen pemerintah.

"Inilah waktunya tahun ini mari jadikan May Day itu adalah perayaan atas sahnya RUU PPRT bukan lagi penagihan janji. Karena di warung saja utang kasbon itu nggak boleh, masa di tingkat negara utang terus sama pemenuhan hak PPRT?" ujar Margianta.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Zainal Arifin, menilai lambannya pengesahan RUU PPRT sebagai bentuk penundaan keadilan bagi jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia.

“Dengan berlarut-larutnya, ditunda-tundanya atau tidak dipercepatnya pengesahan terhadap RUU PPRT ini maka kita sedang menunda keadilan, sedang membiarkan proses-proses kekerasan berlangsung di ruang-ruang gelap,” pungkasnya.

Koalisi masyarakat sipil pun mendesak pemerintah segera menerbitkan Surpres dan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) agar pembahasan RUU PPRT dapat segera dimulai bersama DPR.

Reporter: Dinda Pramesti K.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap

RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:07 WIB

Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei

Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei

News | Senin, 06 April 2026 | 16:12 WIB

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

News | Senin, 06 April 2026 | 15:47 WIB

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:32 WIB

RUU PPRT Melaju, Puan Targetkan Perlindungan ART Berbasis Semangat Kerja Sama

RUU PPRT Melaju, Puan Targetkan Perlindungan ART Berbasis Semangat Kerja Sama

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:19 WIB

Tok! DPR Sahkan RUU PPRT, Hak Cipta, dan Pengelolaan Keuangan Haji Jadi Usul Inisiatif

Tok! DPR Sahkan RUU PPRT, Hak Cipta, dan Pengelolaan Keuangan Haji Jadi Usul Inisiatif

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:48 WIB

Dasco Pastikan DPR Bakal Resmikan RUU PPRT dan Hak Cipta Jadi Usul Inisiatif di Paripurna Besok

Dasco Pastikan DPR Bakal Resmikan RUU PPRT dan Hak Cipta Jadi Usul Inisiatif di Paripurna Besok

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:35 WIB

Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT

Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10 WIB

Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini

Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 15:35 WIB

Terkini

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

×