- Kapal perusak USS Spruance milik Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran Touska di perairan Teluk Oman.
- Penyitaan dilakukan setelah kapal kargo Iran tersebut menolak berhenti dan mencoba menerobos blokade laut Amerika Serikat.
- Ketegangan meningkat karena pemerintah Iran mempertimbangkan menolak perundingan damai selama blokade laut oleh Amerika Serikat berlangsung.
Suara.com - Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Spruance (DDG-111), mencegat kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade laut.
residen AS Donald Trump mengklaim kapal tersebut dilubangi sebelum akhirnya dikuasai pasukan AS.
Insiden terjadi di Teluk Oman saat kapal kargo berbendera Iran bernama Touska menolak peringatan untuk berhenti.
Menurut Trump, tindakan tegas diambil setelah kapal tersebut tetap melaju meski sudah diberi ultimatum oleh militer AS.
“Kapalnya mencoba menerobos blokade kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” ujar Trump dilansir dari NY Post.
Trump menambahkan bahwa Marinir AS kini telah mengambil alih kendali penuh atas kapal tersebut.
![Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Spruance (DDG-111), mencegat kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade laut. [NY Post]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/28321-kapal-perang-as-tembak-tanker-iran.jpg)
Rekaman komunikasi yang beredar menunjukkan peringatan keras dari pihak AS sebelum tembakan dilepaskan.
“Kosongkan ruang mesin, kami siap melakukan tembakan penghentian,” terdengar rekaman pihak militer AS yang dipublikasikan media Amerika Serikat.
Penyitaan kapal ini terjadi di tengah upaya Washington menekan Teheran agar menerima kesepakatan damai.
Kapal Touska sendiri disebut telah masuk daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena dugaan aktivitas ilegal sebelumnya.
Sebelumnya, Donald Trump, mengumumkan akan mengirim delegasi ke Islamabad, Pakistan, untuk membuka peluang perundingan dengan Iran.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik AS-Israel dengan Iran, khususnya terkait Selat Hormuz.
Trump menyebut pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung awal pekan ini, meski belum merinci siapa saja yang akan mewakili Washington.
Sebelumnya, perundingan putaran pertama yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance berakhir tanpa kesepakatan.
Dalam pernyataannya, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Iran jika menolak tawaran AS.