Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, WEF Sebut 44 Persen Skill Pekerja Perlu Diperbarui

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 12:58 WIB
Kebutuhan Tenaga Kerja Berubah, WEF Sebut 44 Persen Skill Pekerja Perlu Diperbarui
Margana Mohamad, Chief Commercial Officer Staffinc. (dok. ist)
  • Staffinc mencatat pergeseran tuntutan industri 2025-2026 yang mengharuskan tenaga kerja memberikan kontribusi langsung bagi performa bisnis perusahaan.
  • Perusahaan kini mengintegrasikan teknologi AI Interviewer untuk meningkatkan efisiensi serta konsistensi seleksi kandidat dalam skala yang lebih besar.
  • Staffinc akan meluncurkan Industry Center pada kuartal kedua 2026 sebagai wadah kolaborasi strategis bagi para mitra industri.

Suara.com - Perkembangan kebutuhan tenaga kerja lintas industri kian mengalami perubahan signifikan. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, perusahaan penyedia solusi ketenagakerjaan Staffinc mencatat adanya pergeseran tuntutan, di mana tenaga kerja tidak lagi hanya dituntut siap kerja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung terhadap kinerja bisnis.

Tren ini terlihat dari penguatan kapabilitas di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) serta meningkatnya ekspektasi terhadap kualitas dan kesiapan tenaga kerja di berbagai industri. Perubahan ini mencerminkan kebutuhan bisnis yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi distribusi multi-channel dan tuntutan layanan yang cepat serta konsisten.

Fenomena tersebut sejalan dengan laporan World Economic Forum (WEF) bertajuk The Future of Jobs Report 2023 yang menyebutkan sekitar 44 persen keterampilan pekerja perlu diperbarui dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini mendorong perusahaan untuk lebih fokus pada tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan mampu berkontribusi langsung terhadap hasil bisnis.

Chief Commercial Officer Staffinc, Margana Mohamad, mengatakan bahwa perusahaan kini tidak bisa lagi memandang tenaga kerja sebatas kebutuhan operasional semata.

“Banyak perusahaan masih melihat tenaga kerja sebagai kebutuhan operasional. Padahal di lapangan, mereka adalah faktor penentu eksekusi yang berdampak langsung pada hasil bisnis. Tantangannya bukan hanya soal ketersediaan, tetapi bagaimana memastikan kualitas dan konsistensi kinerja,” ujarnya.

Menanggapi tren tersebut, Staffinc menyiapkan sejumlah fokus strategis untuk 2026. Salah satunya adalah memperkuat pengukuran kinerja tenaga kerja serta mengintegrasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses rekrutmen.

Langkah ini sebelumnya juga disampaikan dalam acara buka bersama yang digelar pada Maret 2026 di Ritz-Carlton Jakarta, yang dihadiri lebih dari 200 mitra industri dari berbagai sektor, termasuk PT HM Sampoerna Tbk., LG, dan Coca-Cola Europacific.

Dalam implementasinya, Staffinc mengembangkan sistem AI Interviewer, sebuah teknologi berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses seleksi kandidat. Teknologi ini memungkinkan proses wawancara dilakukan dalam skala besar, jauh melampaui metode konvensional.

Jika secara manual seorang recruiter hanya mampu mewawancarai sekitar 5 hingga 10 kandidat per hari, melalui AI Interviewer proses tersebut dapat menjangkau ratusan hingga ribuan kandidat dalam waktu yang sama tanpa keterbatasan kapasitas.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja secara lebih presisi sekaligus mengurangi potensi hambatan dalam operasional.

Selain penguatan teknologi, Staffinc juga berencana memperluas kolaborasi dengan mitra industri melalui berbagai program sepanjang 2026. Program tersebut mencakup diskusi lintas sektor, sesi komunitas, hingga forum kepemimpinan yang membahas tren dan praktik terbaik dalam pengelolaan tenaga kerja.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Staffinc juga akan menghadirkan Staffinc Industry Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku industri untuk berbagi wawasan, mendiskusikan tantangan operasional, serta mengembangkan strategi baru dalam pengelolaan tenaga kerja.

Melalui berbagai langkah tersebut, Staffinc menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penyedia tenaga kerja, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada kinerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 Lowongan Dilamar 12 Orang, Ini Kondisi Nyata Pasar Kerja Indonesia 2026

1 Lowongan Dilamar 12 Orang, Ini Kondisi Nyata Pasar Kerja Indonesia 2026

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:40 WIB

Rata-rata Lama Sekolah Warga RI Cuma 8,8 Tahun, Tantangan Utama Indonesia Emas 2045

Rata-rata Lama Sekolah Warga RI Cuma 8,8 Tahun, Tantangan Utama Indonesia Emas 2045

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:59 WIB

150 Ribu Pekerja Terancan Jadi Pengangguran Akibat Larangan Vape

150 Ribu Pekerja Terancan Jadi Pengangguran Akibat Larangan Vape

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:04 WIB

Terkini

Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk

Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk

News | Senin, 20 April 2026 | 12:54 WIB

Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020

Terkuak! Motif Pelaku Habisi Nyawa Nus Kei, Dendam Kesumat Pembunuhan Bekasi 2020

News | Senin, 20 April 2026 | 12:48 WIB

24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?

24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?

News | Senin, 20 April 2026 | 12:38 WIB

Alasan Kesehatan, Nadiem Minta Hakim Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan

Alasan Kesehatan, Nadiem Minta Hakim Kabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan

News | Senin, 20 April 2026 | 12:37 WIB

Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah

Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah

News | Senin, 20 April 2026 | 12:24 WIB

Perempuan Kian Rentan di Dunia Digital, KPPPA Ingatkan Bahaya Pelecehan hingga Pinjol Ilegal

Perempuan Kian Rentan di Dunia Digital, KPPPA Ingatkan Bahaya Pelecehan hingga Pinjol Ilegal

News | Senin, 20 April 2026 | 12:18 WIB

Paket Anda Hilang? Hati-Hati! Bisa Jadi Itu Awal Penipuan Besar!

Paket Anda Hilang? Hati-Hati! Bisa Jadi Itu Awal Penipuan Besar!

News | Senin, 20 April 2026 | 12:15 WIB

Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam

Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam

News | Senin, 20 April 2026 | 12:14 WIB

WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga

WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga

News | Senin, 20 April 2026 | 12:04 WIB

Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI

Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI

News | Senin, 20 April 2026 | 12:01 WIB