Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 April 2026 | 15:07 WIB
Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi
Krisis psikologis dan kelangkaan obat menghantui warga Teheran di tengah gencatan senjata rapuh serangan udara Amerika.
baca 10 detik
  • Warga Teheran mengalami trauma psikologis hebat dan kelangkaan obat penenang pasca serangan udara.

  • Gencatan senjata dua minggu memberikan ketenangan sementara di tengah ketidakpastian masa depan Iran.

  • Kelompok disabilitas menjadi pihak paling menderita akibat kehilangan donasi dan trauma suara ledakan.

Kenangan pahit tentang represi pemerintah terhadap protes massa di bulan Januari masih membekas kuat di ingatan warga sipil.

Penghancuran gedung pengadilan yang sering digunakan untuk mengadili aktivis memberikan kepuasan emosional tersendiri bagi para korban penindasan.

"Aku pikir mereka harus menghentikan (pemboman) karena begitu banyak orang sekarat. Kami tidak ingin mereka menghancurkan lebih banyak tempat. Tapi kemudian mereka mengebom gedung pengadilan tempat mereka menangkapku. Itu adalah tempat di mana mereka memberi tahu ibuku, 'kami ingin mengeksekusi putrimu'," kenang Leila saat mendengar kabar ledakan tersebut.

Keputusan Presiden Trump untuk menerapkan gencatan senjata selama dua minggu memberikan ruang napas sementara bagi warga kota.

Suasana Teheran sedikit melunak dengan kembalinya aktivitas warga di ruang publik meskipun kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.

"Aku melihat langit dengan cara yang berbeda, dan aku hanya melihat orang-orang, dan mereka tertawa serta berjalan satu sama lain. Bagiku, tawa ini berarti, 'aku masih hidup' dan 'aku masih di sini'," tutur Leila melihat perubahan suasana kota.

Namun, kepanikan massal masih terlihat jelas di pusat perbelanjaan melalui aksi pembelian bahan pokok secara berlebihan oleh warga.

Masyarakat berbondong-bondong menimbun beras sebagai antisipasi jika perang kembali pecah setelah masa gencatan senjata berakhir.

"Sebagian besar orang benar-benar khawatir tentang masa depan. Jika kamu ingin buktinya, pergilah ke mal besar, hipermarket, toko-toko di kota. Orang-orang berbelanja barang-barang penting, seperti beras. Tidak ada yang lebih penting bagi sebuah keluarga daripada beras, dan mereka melakukannya karena mereka pikir itu akan terjadi lagi," jelas Leila mengenai kecemasan publik.

baca juga

Nasib Kelompok Rentan yang Terabaikan

Kondisi ekonomi yang memburuk akibat konflik berkepanjangan telah memutus jalur bantuan bagi fasilitas sosial di wilayah selatan Teheran.

Pusat rehabilitasi untuk penyandang disabilitas kini berjuang sendirian tanpa dukungan dana dari masyarakat yang mulai mengungsi.

Ledakan keras dari zona industri terdekat menyebabkan trauma fisik dan mental yang luar biasa bagi anak-anak di panti asuhan.

"Mereka tidak memiliki perasaan tentang perang, tetapi karena suara-suara, ledakan-ledakan, mereka tidak bisa mengendalikan diri. Mereka tidak bisa buang air kecil. Mereka hanya berteriak, mereka bersembunyi, (dan) mereka telah melukai diri mereka sendiri," kata Leila menceritakan kondisi warga yang terlupakan.

Korupsi sistemik dan krisis keuangan pemerintah memperparah penderitaan kelompok rentan yang kini kehilangan donatur tetap mereka.

"Mereka memiliki masalah yang sangat serius, masalah uang, karena sebagian besar orang yang membantu telah melarikan diri dari Teheran. Semuanya sangat mahal dan orang-orang berpikir bahwa keluarga mereka harus diutamakan, dan orang lain menyusul kemudian," tambahnya mengenai kesulitan finansial tersebut.

Ketegangan di Teheran memuncak setelah kampanye serangan udara intensif selama 40 hari yang menargetkan pusat-pusat kekuasaan dan infrastruktur militer.

Konflik ini terjadi di tengah gejolak domestik pasca penindasan demonstrasi nasional bulan Januari yang menelan ribuan korban jiwa.

Saat ini, warga Teheran hidup dalam ketidakpastian antara gencatan senjata yang rapuh dan ancaman kelangkaan pangan serta obat-obatan kronis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim

Iran Ngamuk! Drone Teheran Hantam Kapal AS, Balas Dendam Atas Pembajakan Maritim

News | Senin, 20 April 2026 | 14:59 WIB

Rudal AS-Israel Tewaskan 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali

Rudal AS-Israel Tewaskan 3375 Warga Iran, 40 Persen Korban Tak Bisa Dikenali

News | Senin, 20 April 2026 | 14:58 WIB

Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman

Iran Balas Dendam Tembak Kapal Amerika Serikat Setelah Kapal Kargonya Dicegat di Teluk Oman

News | Senin, 20 April 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

×