- Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan krusial membawa Joko Widodo dari Solo menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI.
- Guntur Romli menyebut pernyataan Jusuf Kalla memberikan kesan bahwa Joko Widodo telah berkhianat terhadap orang-orang yang berjasa besar.
- Politisi PDIP tersebut menegaskan partai telah memecat Joko Widodo dan tidak ingin lagi membahas keterkaitan dengan mantan presiden.
Menurut JK, posisi Gubernur Jakarta merupakan batu loncatan yang mustahil dilewati Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia tanpa restunya saat itu.
"Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden? Coba lihat," tambahnya.
JK juga mengungkap memori saat Jokowi datang ke kediamannya untuk mengucapkan terima kasih setelah memenangi Pilgub DKI Jakarta. Saat itu, kata JK, Jokowi datang dengan masih mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khas kampanyenya.
"Waktu dia menang jadi gubernur, setelah ke Ibu Mega, datang sama saya ucapkan terima kasih. Datang ke rumah, itu masih pakai baju kotak-kotaknya. Tanya sama beliau," tegasnya sembari meminta publik melihat kembali dokumentasi foto masa itu.
Kekesalan JK memuncak saat dirinya justru dilaporkan ke polisi dan dituduh melakukan berbagai tindakan negatif terutama soal polemik ijazah Jokowi oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai "termul".
Ia merasa jasa-jasanya selama ini seolah dilupakan oleh mereka yang kini menyerangnya.
"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bantu Jokowi. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Janganlah macam-macam begitu," pungkasnya.