Breakingnews! Wapres AS OTW Pakistan, Delegasi Iran Siap Datang

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 April 2026 | 16:03 WIB
Breakingnews! Wapres AS OTW Pakistan, Delegasi Iran Siap Datang
JD Vance (IG JD Vance)
baca 10 detik
  • JD Vance menuju Pakistan guna memulai perundingan damai penyelesaian blokade ekonomi dengan Iran.

  • Delegasi Iran berangkat ke Islamabad setelah mendapatkan persetujuan langsung dari pemimpin tertinggi mereka.

  • Tekanan dari IRGC sempat menghambat rencana dialog sebelum akhirnya mediasi internasional berhasil dilakukan.

Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memulai langkah diplomatik krusial menuju Islamabad untuk memecah kebuntuan blokade ekonomi di Selat Hormuz.

Misi ini menjadi pertaruhan besar bagi pemerintahan Donald Trump dalam menstabilkan kembali jalur perdagangan energi global melalui jalur dialog.

Dikutip dari Jerualem Post, kehadiran sosok berpengaruh seperti Jared Kushner dalam rombongan menunjukkan keseriusan Washington untuk mencapai kesepakatan permanen dengan pihak Teheran.

Pakistan kini menjadi panggung diplomasi internasional setelah mediator dari Mesir dan Turki berhasil meyakinkan kedua pihak untuk bertemu.

Langkah ini diambil di tengah ketegangan militer yang sempat menghambat komunikasi formal antara dua negara yang berseteru tersebut.

Delegasi Iran dilaporkan sempat mengalami keraguan internal akibat tekanan kuat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Kelompok militer tersebut mendesak agar tim negosiasi tetap berpegang pada posisi keras sebelum syarat penghapusan blokade terpenuhi.

Namun situasi berubah setelah adanya intervensi langsung dari otoritas tertinggi di Teheran untuk mengizinkan keberangkatan tim ke Pakistan.

Ketua Parlemen Iran Mohammed-Bagher Ghalibaf dipercaya memimpin delegasi untuk berhadapan langsung dengan utusan khusus Amerika Serikat.

baca juga

Informasi mengenai pergerakan ini sempat simpang siur sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh sumber internal Gedung Putih dan pejabat Iran.

JD Vance didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dalam upaya menyusun kerangka perdamaian yang bisa diterima kedua pihak.

Keterlibatan keluarga dekat Trump dianggap sebagai sinyal bahwa pembicaraan ini memiliki jalur koordinasi langsung ke meja Presiden.

Tim perunding Iran sendiri baru berani melangkah setelah mendapatkan jaminan keamanan dan politik dari pemimpin tertinggi mereka.

Axios melaporkan bahwa tim perunding Iran bimbang karena adanya desakan kuat dari Garda Revolusi untuk bersikap lebih tegas.

"Tim perunding Iran ragu-ragu di bawah tekanan dari IRGC untuk mengambil garis yang lebih kuat dan menolak pembicaraan tanpa diakhirinya blokade AS," lapor Axios.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka

Presiden Xi Jinping Telepon Pangeran Arab Saudi Desak Selat Hormuz Dibuka

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:50 WIB

Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz

Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:30 WIB

Trump Ancam Bom Meledak Jika Gencatan Senjata Berakhir Tanpa Kesepakatan dengan Iran

Trump Ancam Bom Meledak Jika Gencatan Senjata Berakhir Tanpa Kesepakatan dengan Iran

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:16 WIB

Terkini

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:44 WIB

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:41 WIB

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:40 WIB

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:38 WIB

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:37 WIB

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB

Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun

Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB

Kasus Penganiayaan Warga Rupat Utara, Propam Polda Riau Periksa 9 Orang

Kasus Penganiayaan Warga Rupat Utara, Propam Polda Riau Periksa 9 Orang

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:30 WIB

×