- Kementerian Dalam Negeri Vietnam mencatat 123.000 pengajuan tunjangan pengangguran nasional selama kuartal pertama tahun 2026 yang mengalami penurunan signifikan.
- Sebanyak 120.000 pemohon resmi menerima tunjangan, sementara 29.000 orang lainnya mendapatkan dukungan pelatihan kerja serta rekomendasi penempatan kerja baru.
- Industri manufaktur, perdagangan, dan konstruksi menjadi sektor dengan pengajuan tunjangan tertinggi sekaligus kebutuhan tenaga kerja yang paling besar.
Suara.com - Kementerian Dalam Negeri Vietnam melaporkan bahwa pada kuartal pertama 2026 terdapat lebih dari 123.000 orang yang mengajukan permohonan tunjangan pengangguran secara nasional.
Walau terlihat banyak, angka ini sejatinya turun sekitar 42.500 orang dibandingkan kuartal sebelumnya.
Namun, tidak semua disetujui. Dilansir dari quangngaitv, dari jumlah tersebut, lebih dari 120.000 orang telah mendapatkan keputusan resmi untuk menerima tunjangan pengangguran.
Pada periode yang sama, hampir 23.000 orang berhasil mendapatkan rekomendasi pekerjaan, sementara sekitar 6.000 orang memperoleh dukungan pelatihan keterampilan kerja.
Berdasarkan analisis kementerian, sektor dengan jumlah pengajuan tunjangan pengangguran terbesar berasal dari industri pengolahan dan manufaktur, pertanian, kehutanan, dan perikanan, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran.
Sementara dari sisi jenis pekerjaan, profesi yang paling banyak mengajukan tunjangan antara lain penjahit, perajin bordir, pekerja perakitan, akuntan, tenaga penjualan, hingga pengemudi.
Di sisi lain, terdapat lima sektor dengan kebutuhan tenaga kerja tertinggi, yakni industri pengolahan dan manufaktur, perdagangan dan ritel, teknologi informasi, logistik dan transportasi, serta konstruksi dan properti.
Adapun jenis pekerjaan yang paling banyak diminati oleh pencari kerja mencakup bidang administrasi, perkantoran, sumber daya manusia, bisnis, penjualan, pemasaran, komunikasi, akuntansi, hingga keuangan.
(Antara)