Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon

Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 14:40 WIB
Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon
Israel serang Lebanon (Antara)
  • Anggota parlemen Hezbollah, Hassan Fadlallah, bersumpah akan meruntuhkan "Garis Kuning" Israel yang berupaya mencaplok sebagian wilayah Lebanon selatan.
  • Hezbollah menolak tegas wacana pelucutan senjata dan mengecam upaya pemerintah Lebanon melakukan negosiasi langsung dengan penjajah Zionis Israel.
  • Teheran dan Hezbollah terus berkoordinasi memantau pelanggaran gencatan senjata Israel untuk kemudian digunakan menekan AS melalui mediator Pakistan.

Suara.com - Kelompok Perlawanan Hezbollah bersumpah akan menghancurkan blokade "Garis Kuning" yang secara sepihak ditetapkan oleh militer penjajah Israel di wilayah Lebanon selatan.

Anggota parlemen Hezbollah, Hassan Fadlallah, memberikan peringatan keras bahwa tidak ada satu pun kekuatan asing atau domestik yang mampu melucuti senjata para pejuang pembela kedaulatan tersebut.

Ketegasan sikap Poros Perlawanan ini menjadi bukti nyata bahwa taktik penjajahan gaya baru Israel di bawah payung gencatan senjata Amerika Serikat tidak akan pernah dibiarkan berhasil.

Menghancurkan Garis Penjajahan Zionis

Ilustrasi militer Israel (Shutterstock).
Ilustrasi militer Israel (Shutterstock).

Militer Israel pertama kali menggunakan istilah "Garis Kuning" di Lebanon pada hari Sabtu sesaat setelah dimulainya masa gencatan senjata 10 hari.

Istilah licik tersebut sebelumnya telah digunakan oleh rezim Zionis untuk membagi wilayah di Jalur Gaza guna memisahkan area yang diduduki pasukan penjajah dengan wilayah kontrol pejuang kemerdekaan Hamas.

Dalam sebuah wawancara langsung dari gedung parlemen Lebanon, Fadlallah menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan pernah tunduk pada demarkasi sepihak dan ilegal tersebut.

Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]
Puluhan ribu warga Lebanon yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka di wilayah selatan, meski gencatan senjata dengan Israel masih diwarnai pelanggaran. [Tangkap layar X]

"Kami akan meruntuhkan Garis Kuning ini melalui perlawanan (Hezbollah), dengan kegigihan kami pada hak sah kami untuk membela diri dan negara kami," tegas Fadlallah.

Tokoh perlawanan tersebut bahkan dengan lantang menyebut manuver militer Israel di perbatasan sebagai sebuah tindakan yang tidak masuk akal.

"Langkah-langkah yang diambil pihak Israel adalah langkah-langkah bodoh," tambahnya.

Sinergi dengan Teheran untuk Menekan Pelanggaran Israel

Republik Islam Iran sebelumnya telah menekankan bahwa kedamaian di Lebanon merupakan syarat mutlak bagi gencatan senjata mereka dengan Washington dalam konflik regional yang lebih luas.

Sejak saat itu, Hezbollah dan pasukan Zionis Israel terus saling melemparkan tuduhan terkait pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di lapangan.

Fadlallah mengungkapkan bahwa kelompoknya terus memberikan taklimat dan laporan rinci kepada Teheran mengenai "semua pelanggaran Israel".

Tujuannya adalah untuk menyampaikan fakta kejahatan di lapangan tersebut kepada "pihak Pakistan agar mereka, pada gilirannya, juga dapat memberikan tekanan".

Islamabad saat ini memegang peranan krusial sebagai mediator utama yang menjembatani komunikasi antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.

Syarat Mutlak Perdamaian yang Adil

Meskipun dalam posisi siaga tempur, Fadlallah menyatakan bahwa Hezbollah sebenarnya menghendaki agar masa gencatan senjata saat ini dapat terus dipertahankan.

"Kami ingin gencatan senjata terus berlanjut dan disertai dengan upaya tak kenal lelah agar tentara pendudukan mundur dari tanah kami dan agar semua pengungsi dapat kembali ke desa-desa mereka... serta pembebasan para tahanan dan kemudian program rekonstruksi," jelas Fadlallah.

Namun, pembela tanah Lebanon ini menolak mentah-mentah segala bentuk kesepakatan bias yang mengembalikan situasi ke masa pascaperang tahun 2024.

Israel diketahui tidak pernah berhenti membombardir Lebanon meskipun ada kesepakatan damai pada tahun 2024, dengan menggunakan dalih usang bahwa Hezbollah sedang mempersenjatai diri kembali.

"Tidak akan ada gencatan senjata sepihak," kata Fadlallah memperingatkan pihak musuh.

"Ketika pihak Israel melakukan pelanggaran dan serangan, perlawanan tentu tidak akan tinggal diam," tegasnya memastikan komitmen pembalasan.

Menolak Tunduk pada Tekanan Internal dan Negosiasi Langsung

Selama setahun terakhir, pemerintah di Beirut dilaporkan telah mengambil beberapa langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Hezbollah, termasuk komitmen pelucutan senjata pada 2025 dan pelarangan aktivitas militer.

Namun, Fadlallah memastikan bahwa kekuatan perlawanan ini adalah hak sah yang mustahil untuk dicabut oleh pihak mana pun.

"Tidak seorang pun di Lebanon atau di luar negeri yang akan mampu melucuti senjata perlawanan," ujar sang anggota parlemen.

Fadlallah juga mengecam keras upaya pemerintah Lebanon untuk terlibat dalam pembicaraan langsung dengan penjajah Israel terkait penghentian permusuhan.

Ia menyebut langkah diplomasi yang lemah tersebut sebagai "jalur politik untuk memberikan konsesi gratis" kepada pihak agresor.

"Adalah demi kepentingan Lebanon, presiden republik dan pemerintah untuk menjauh dari jalur negosiasi langsung dan kembali ke pemahaman nasional tentang pilihan terbaik bagi Lebanon," kata Fadlallah kepada AFP.

"Kami akan menolak dan menghadapi segala upaya untuk membebankan biaya politik pada Lebanon melalui konsesi yang dibuat untuk musuh Israel ini," tandasnya.

Harapan pada Diplomasi Poros Perlawanan

Hezbollah secara konsisten menunjuk pada peran krusial Republik Islam Iran dalam melindungi kedaulatan kawasan dari agresi hegemoni AS-Israel.

Gencatan senjata saat ini sangat bertumpu pada proses negosiasi tingkat tinggi antara Teheran dan Washington yang tengah difasilitasi di Islamabad.

Meskipun ketidakpastian masih membayangi arah perundingan tersebut, komitmen Iran untuk mendukung sekutunya di Lebanon menjadi perisai utama dalam menghadapi tekanan militer Barat.

Penetapan "Garis Kuning" oleh Israel sejatinya hanyalah satu dari sekian banyak upaya Zionis untuk melegitimasi pencaplokan wilayah berdaulat Arab yang secara konsisten terus digagalkan oleh pejuang perlawanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:58 WIB

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

Perang AS vs Iran Bikin Harga Kondom Melejit: Permintaan Naik, Stok Menipis

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:54 WIB

2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus

2 Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:39 WIB

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Jalan di Jagakarsa Amblas, Dinas Bina Marga DKI Ungkap Biang Keroknya

Jalan di Jagakarsa Amblas, Dinas Bina Marga DKI Ungkap Biang Keroknya

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:41 WIB

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Waspada Kanker hingga Gagal Ginjal! Sudinkes Jaktim Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:34 WIB

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:24 WIB

Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz

Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:21 WIB

Gibran Respons Klaim Jusuf Kalla Soal Karier Politik Jokowi: Pak JK Itu Idola Saya

Gibran Respons Klaim Jusuf Kalla Soal Karier Politik Jokowi: Pak JK Itu Idola Saya

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:17 WIB

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:15 WIB

Usut Korupsi Proyek 'Outsourcing' Fadia Arafiq, KPK Periksa Eks Wabup Pekalongan Riswadi

Usut Korupsi Proyek 'Outsourcing' Fadia Arafiq, KPK Periksa Eks Wabup Pekalongan Riswadi

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:13 WIB

Jejak Suap Proyek di Rejang Lebong Melebar, KPK Periksa Elite PAN hingga Pejabat PU

Jejak Suap Proyek di Rejang Lebong Melebar, KPK Periksa Elite PAN hingga Pejabat PU

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:06 WIB

Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras

Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:03 WIB

KPK Periksa 7 Kades terkait Dugaan Pemerasan di Pati

KPK Periksa 7 Kades terkait Dugaan Pemerasan di Pati

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:02 WIB