Harga BBM dan Elpiji Non-Subsidi Naik, Tulus Cium Aroma Anomali di Lapangan, Apa Itu?

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 22 April 2026 | 16:47 WIB
Harga BBM dan Elpiji Non-Subsidi Naik, Tulus Cium Aroma Anomali di Lapangan, Apa Itu?
BBM jenis Pertamax Turbo naik. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar].
baca 10 detik
  • PT Pertamina menyesuaikan harga BBM dan gas non-subsidi pada 22 April 2026 akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.
  • Disparitas harga yang melebar berpotensi memicu praktik penyelewengan, pengoplosan, serta migrasi konsumen mampu ke produk bersubsidi yang tidak tepat.
  • FKBI mendesak pemerintah dan penegak hukum melakukan pengawasan ketat serta menjatuhkan sanksi tegas guna mencegah perilaku ilegal di lapangan.

Suara.com - Kebijakan PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga pada deretan komoditas energi non-subsidi memicu gelombang reaksi. Kenaikan harga yang menyasar Pertamax Turbo, Pertamina Dex, serta gas Elpiji tabung 5,5 kg dan 12 kg ini dinilai bukan sekadar urusan angka, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas pasar.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) sekaligus pegiat perlindungan konsumen, Tulus Abadi, memberikan catatan kritis. Menurutnya, meski tekanan global sulit dibendung, pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera "pasang badan" untuk memitigasi dampak sampingan, terutama risiko penyelewengan di lapangan.

Faktor Geopolitik yang Tak Terelakkan

Tulus menjelaskan bahwa situasi dunia saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan di Timur Tengah menjadi motor utama yang mengerek harga energi di dalam negeri.

"Kenaikan harga tersebut tidak bisa dihindari mengingat dampak geo politik global di Timur Tengah, yang berpengaruh terhadap pasokan dan harga minyak mentah dunia, yang berimbas pada komoditas energi nasional. Mengingat tak kurang dari 60 persen energi yang kita gunakan masih diimpor," ujar Tulus kepada Suara.com, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya kenaikan harga non-subsidi bisa menciptakan disparitas atau selisih harga yang semakin lebar dengan BBM subsidi maupun Elpiji 3 kg (gas melon). Kondisi inilah yang dianggap Tulus sebagai "lampu kuning" bagi munculnya perilaku menyimpang.

"Disparitas harga yang makin melebar itu akan mendulang berbagaì perilaku anomali, baik yang dilakukan oleh masyarakat konsumen, pengecer, sub agen dan agen, bahkan oleh oknum di SPBU," tegasnya.

Tulus mendesak agar seluruh pihak—mulai dari aparat penegak hukum, Kementerian ESDM, Pemerintah Daerah, hingga Pertamina—segera melakukan langkah mitigasi konkret.

Tulus kemudian mendorong Polri dan Kejaksaan untuk lebih proaktif dan tidak sekadar bersikap reaktif atau menunggu laporan. Pengawasan ketat di pasar menjadi harga mati untuk mencegah praktek ilegal.

baca juga
harga lpg terbaru [Suara.com/Alfian Winanto]
harga lpg terbaru [Suara.com/Alfian Winanto]

"Pihak kepolisian dan kejaksaan musti memberi sanksi keras terhadap pelaku-pelaku pelanggaran tersebut, agar punya efek jera di kemudian hari," kata Tulus.

Tak hanya dari sisi hukum pidana, Pertamina juga dituntut bertindak tegas secara administratif kepada mitra-mitranya yang nakal. Pencabutan izin operasi harus dijatuhkan bagi SPBU, agen, atau sub-agen yang terbukti bermain dalam aksi penyelundupan maupun pengoplosan.

Sentilan Moral bagi Konsumen Mampu

Fenomena "migrasi" atau berpindahnya pengguna BBM/Gas non-subsidi ke barang bersubsidi juga menjadi perhatian serius. Tulus mengingatkan kelompok masyarakat mampu agar tidak mengambil hak masyarakat miskin.

"Pada titik tertentu hal tersebut merupakan tindakan yang tidak etis, bahkan amoral," cetusnya.

Selain itu Tulus juga menyentil kebijakan pemerintah yang dinilai terlalu memaksakan diri mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga berisiko menjebol APBN. Menurutnya, ada ketidakadilan ketika harga non-subsidi terus ditekan naik, sementara subsidi justru "bocor" ke kelompok yang tidak berhak.

Ia menyoroti temuan World Bank yang menyebut mayoritas subsidi energi saat ini masih dinikmati oleh pemilik kendaraan pribadi roda empat, yang sejatinya masuk kategori tidak tepat sasaran.

Jika tren ini terus berlanjut tanpa pengawasan ketat, ketahanan fiskal negara dipertaruhkan demi subsidi yang tidak sampai ke tangan yang benar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:46 WIB

Harga Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Ini 4 Jenis Mobil yang Paling Terdampak

Harga Pertamax Turbo Tembus Rp19.400, Ini 4 Jenis Mobil yang Paling Terdampak

Otomotif | Selasa, 21 April 2026 | 12:27 WIB

Bahlil Beri Peringatan Harga BBM Nonsubsidi Bisa Naik Terus, Jika...

Bahlil Beri Peringatan Harga BBM Nonsubsidi Bisa Naik Terus, Jika...

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 17:55 WIB

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berpengaruh ke Orang Kaya

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berpengaruh ke Orang Kaya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan

Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:05 WIB

Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa

Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:01 WIB

Pemain Persib dan Persija Cetak Gol, Timnas Indonesia Bantai Bali United Jelang Piala AFF 2026

Pemain Persib dan Persija Cetak Gol, Timnas Indonesia Bantai Bali United Jelang Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00 WIB

Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri

Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00 WIB

Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?

Sampah Organik di Kota Depok Masih Menumpuk, Bisakah Maggot Menjadi Solusi?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00 WIB

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Mudah Datangkan Pemain, Mariano Peralta Jadi Buktinya

Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Mudah Datangkan Pemain, Mariano Peralta Jadi Buktinya

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:56 WIB

Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?

Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:56 WIB

Polda Metro Jaya Masih Analisis Berkas Laporan, Kapan Hotman Paris Dipanggil Polisi?

Polda Metro Jaya Masih Analisis Berkas Laporan, Kapan Hotman Paris Dipanggil Polisi?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:55 WIB

Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir

Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:53 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Parigi Moutong Resmi Memasuki Tahap Lelang

Pembangunan Sekolah Rakyat di Parigi Moutong Resmi Memasuki Tahap Lelang

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:50 WIB

×