Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka

Arif Budi

Jum'at, 24 April 2026 | 12:39 WIB
Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka
Wacana Indonesia untuk mengenakan tarif bagi kapal yang melintas di Selat Malaka kembali memicu perdebatan internasional. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pemerintah Thailand merencanakan pembangunan jembatan darat senilai Rp4.000 triliun guna menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
  • Proyek infrastruktur ini bertujuan menyediakan rute alternatif Selat Malaka yang mampu memangkas waktu pengiriman serta biaya logistik.
  • Pembangunan direncanakan selama 15 tahun dengan target persetujuan regulasi pada 2026 untuk mengundang partisipasi investor internasional.

Suara.com - Thailand kembali mendorong proyek ambisius yang berpotensi mengubah peta perdagangan di Asia Tenggara.

Pemerintah negara tersebut berencana mempercepat pembangunan jembatan darat senilai 1 triliun baht atau setara Rp4000 triliun yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik, sebagai alternatif jalur distribusi global di luar Selat Malaka.

Wakil Perdana Menteri Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn menyebut proyek ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya ketegangan di jalur strategis dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.

"Konflik di Asia Barat telah menunjukkan betapa pentingnya kontrol terhadap jalur transportasi," kata Phiphat dikutip dari bharian.com.my.

Selama ini, Selat Malaka menjadi salah satu jalur paling vital dalam perdagangan internasional, dengan sekitar 40 persen arus barang dunia melintas di kawasan tersebut.

Jalur ini juga menjadi rute utama distribusi energi dari Asia Barat ke negara-negara besar seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Perkiraan lokasi terusan darat Thailand yang rencananya dibangun untuk menjadi alternatif dan saingan Selat Malaka. [Suara.com/Google Maps]
Perkiraan lokasi terusan darat Thailand yang rencananya dibangun untuk menjadi alternatif dan saingan Selat Malaka. [Suara.com/Google Maps]

Melalui proyek ini, Thailand ingin menawarkan alternatif yang lebih efisien.

Jika terealisasi, waktu pengiriman barang diperkirakan bisa dipangkas hingga empat hari, dengan potensi penghematan biaya logistik mencapai 15 persen.

"Thailand akan memiliki keunggulan besar sebagai penghubung antara Samudra Hindia dan Pasifik," kata Phiphat.

baca juga

Rencana pembangunan mencakup dua pelabuhan besar di sisi barat dan timur semenanjung selatan Thailand.

Kedua titik tersebut nantinya akan terhubung melalui jaringan transportasi darat berupa jalan raya dan rel kereta api, memungkinkan distribusi barang tanpa harus melewati jalur laut yang padat.

Bagi Indonesia dan negara ASEAN lainnya, proyek ini berpotensi membawa dampak strategis.

Di satu sisi, keberadaan jalur alternatif bisa mengurangi kepadatan di Selat Malaka.

Namun di sisi lain, hal ini juga dapat menggeser sebagian arus perdagangan yang selama ini melewati wilayah Indonesia.

Meski menawarkan potensi besar, proyek ini tidak lepas dari kritik. Sejumlah analis menilai besarnya nilai investasi dapat menjadi tantangan serius, terutama dalam memastikan keberlanjutan ekonomi proyek dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jembatan Cangar Ada di Mana? Sederet Tragedi di Balik Keindahan Wisata Pegunungan

Jembatan Cangar Ada di Mana? Sederet Tragedi di Balik Keindahan Wisata Pegunungan

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 12:21 WIB

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:03 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Finalis Puteri Indonesia 2026 Dibekali Edukasi Keamanan Produk oleh BPOM

Bukan Sekadar Cantik, Finalis Puteri Indonesia 2026 Dibekali Edukasi Keamanan Produk oleh BPOM

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 11:41 WIB

John Herdman Full Senyum, Gelandang Kreatif Incaran Kirim Sinyal Positif

John Herdman Full Senyum, Gelandang Kreatif Incaran Kirim Sinyal Positif

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 11:30 WIB

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

×