- Pemerintah Thailand merencanakan pembangunan jembatan darat senilai Rp4.000 triliun guna menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
- Proyek infrastruktur ini bertujuan menyediakan rute alternatif Selat Malaka yang mampu memangkas waktu pengiriman serta biaya logistik.
- Pembangunan direncanakan selama 15 tahun dengan target persetujuan regulasi pada 2026 untuk mengundang partisipasi investor internasional.
Selain itu, dampak lingkungan dari pembangunan berskala besar di wilayah selatan Thailand juga menjadi perhatian.
Pemerintah Thailand tetap optimistis dan melihat proyek ini sebagai investasi strategis jangka panjang.
Untuk mendukung pembiayaan, proyek akan dibuka bagi investor swasta melalui skema tender internasional.
Sejumlah pihak, termasuk Uni Emirat Arab dan perusahaan global seperti DP World, dilaporkan menunjukkan minat.
"Proyek sebesar ini akan mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja."
"Kami memperkirakan sekitar 200.000 lapangan kerja baru dapat tercipta," kata Phiphat.
Saat ini, pemerintah Thailand masih menyiapkan payung hukum sebelum konstruksi dimulai.
Rancangan undang-undang terkait proyek tersebut ditargetkan mendapat persetujuan kabinet pada 2026, dengan estimasi waktu pembangunan mencapai 15 tahun.