Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Muhammad Yasir | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
Mantan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menghadiri acara Hari Puncak Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia yang digelar oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026). [Suara,com/Lilis]
  • Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengkritik maraknya kekerasan oleh negara dan di lembaga pendidikan keagamaan.
  • Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia di Jakarta Pusat pada Minggu, 24 Mei 2026.
  • Lukman mengajak masyarakat menolak menjadi korban atau pelaku serta berkomitmen melaporkan setiap tindak kekerasan yang terjadi.

Suara.com - Mantan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, melontarkan kritik tajam terhadap maraknya praktik kekerasan yang belakangan terjadi di Indonesia.

Ia menyoroti fenomena kekerasan yang muncul di berbagai lini, mulai dari tindakan represif aparat negara hingga kasus asusila di lembaga pendidikan keagamaan.

Hal tersebut disampaikan Lukman dalam acara Hari Puncak Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia yang digelar oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026).

Lukman menilai "Deklarasi Cut Nyak Dien" yang dibacakan oleh jaringan KUPI merupakan alarm atas kegelisahan publik terhadap situasi sosial saat ini.

“Deklarasi Cut Nyak Dien yang dibacakan tadi oleh kawan-kawan yang tergabung dalam KUPI itu secara tegas menyatakan ada sesuatu yang sangat mencemaskan kita belakangan ini,” ujar Lukman.

Secara khusus, Lukman menyinggung adanya praktik kekerasan yang dilakukan oleh negara terhadap warga sipil, terutama yang menimpa kelompok kritis seperti mahasiswa dan aktivis.

“Yaitu kekerasan yang dilakukan oleh negara. Misalnya ada kejadian sejumlah aktivis, sejumlah mahasiswa yang mengalami kekerasan,” tegasnya.

Selain kekerasan di ruang publik, ia juga memberikan catatan serius bagi internal lembaga pendidikan keagamaan.

Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren belakangan ini dinilai Lukman sebagai kondisi darurat yang harus segera dihentikan karena telah mencederai martabat institusi agama.

“Juga kekerasan yang terjadi di sejumlah lembaga-lembaga pendidikan keagamaan kita,” imbuh Lukman.

Guna memutus rantai kekerasan tersebut, Lukman bersama KUPI mengampanyekan tiga sikap utama sebagai pedoman bagi masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu menggalang kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk penindasan.

“Upaya untuk itu adalah dengan selalu mengikat tiga slogan tadi itu, saya menolak menjadi korban kekerasan. Yang kedua adalah saya menolak menjadi pelaku kekerasan. Dan yang ketiga adalah saya siap melaporkan segala bentuk tindakan kekerasan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:14 WIB

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:29 WIB

Terkini

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:08 WIB

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:02 WIB

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30 WIB

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:18 WIB