- Badan Gizi Nasional berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menindak tegas pelaku penipuan pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis.
- Pelaku penipuan di berbagai daerah mencatut nama pejabat Badan Gizi Nasional untuk meminta uang kepada calon korban.
- Polda Jawa Barat telah menangkap empat tersangka yang menggunakan dokumen palsu untuk menipu korban hingga ratusan juta rupiah.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan langsung menyikapi maraknya dugaan penipuan berkedok pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terjadi di berbagai daerah.
Fenomena tersebut mendorong Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, mendatangi Bareskrim Polri untuk berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri guna mempercepat penanganan kasus-kasus yang sudah dilaporkan ke kepolisian.
Menurut Sony, jumlah laporan yang terus bertambah membuat BGN tidak bisa lagi hanya menunggu proses berjalan di daerah.
"Lama-kelamaan [kasusnya] semakin banyak, makanya saya sudah mulai fokus, oke kalau begitu saya harus turun gunung ini,” kata Sony di Mabes Polri, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan akan mendatangi jajaran kepolisian di berbagai wilayah untuk memastikan setiap laporan yang masuk ditindaklanjuti secara serius.
“Saya harus turun gunung datang ke polres-polres, ke polda-polda, memastikan betul-betul bahwa ini ada korbannya, terduganya ada, maka kemudian saya minta proses."
Dari hasil pemantauan BGN, para pelaku menggunakan pola yang hampir seragam.
Mereka mengaku sebagai pejabat BGN, mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat BGN, hingga menawarkan jasa pendaftaran dan pembukaan dapur SPPG dengan meminta sejumlah uang kepada korban.
Sony mengatakan laporan terkait modus tersebut sudah masuk di sejumlah wilayah, mulai dari tingkat Polda hingga Polres.
"Oleh karena itu, saya perlu mengambil langkah berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri yang juga di dalamnya kan banyak berkomunikasi dengan polres-polres jajaran," ungkapnya.
Satgas MBG Polri pun memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang memanfaatkan program prioritas pemerintah untuk mencari keuntungan secara melawan hukum.
"Tentunya Satgas MBG dalam hal ini mewakili Polri mendukung penuh dalam rangka penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG ini, mengambil keuntungan dengan cara-cara yang menyimpang ataupun melanggar hukum," ujar Kasatgas MBG Polri Irjen Pol Nurworo Danang.
![Aktivitas petugas di dapur SPPG Harapan Mulia I, Kemayoran, Jakarta Pusat. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/26808-sppg.jpg)
Empat Orang Ditangkap
Kasus serupa sebelumnya telah dibongkar Polda Jawa Barat. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan berkedok pembukaan titik dapur SPPG.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Ade Safari mengungkapkan para tersangka berinisial YRN, AY, AN, dan OSP menawarkan koordinat atau titik pembangunan dapur MBG kepada calon korban dengan imbalan uang hingga ratusan juta rupiah.
Untuk meyakinkan korban, para pelaku diduga menggunakan dokumen palsu dan mencatut nama sejumlah pejabat BGN seolah-olah proyek tersebut telah memperoleh persetujuan resmi.
Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan seluruh dokumen yang digunakan para pelaku tidak pernah diterbitkan oleh pihak berwenang.
Kasus tersebut kini masih terus dikembangkan. Penyidik membuka kemungkinan adanya korban lain yang mengalami kerugian dengan modus serupa di berbagai daerah.