Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?

Dwi Bowo Raharjo | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:51 WIB
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
Penyakit diabetes tipe 2 yang dulu identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai menghantui generasi muda Indonesia. (Suara.com/Syahda)
  • Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyatakan diabetes tipe 2 kini mulai menyerang remaja dan anak usia sekolah menengah.
  • Gaya hidup tidak sehat serta tingginya konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan menjadi pemicu utama munculnya penyakit tersebut.
  • Dampak obesitas pada anak berpotensi membebani ekonomi negara sebesar 296 miliar dolar AS sepanjang hidup mereka di masa depan.

Suara.com - Bayang-bayang diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan penyakit orang tua kini resmi bergeser.

Penyakit kronis ini mulai "menyerang" generasi muda Indonesia, bahkan mereka yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Keresahan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. Dante mengaku tak lagi bisa duduk tenang melihat tren kesehatan yang kian memprihatinkan ini.

Dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Minggu (24/5), Dante memaparkan fakta mengejutkan bahwa diabetes tipe 2 kini bukan lagi dominasi kelompok usia 40 tahun ke atas.

“Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ungkap Dante.

Infografis darurat diabetes pada remaja. (Suara.com/Syahda)
Infografis darurat diabetes pada remaja. (Suara.com/Syahda)

Fenomena "Penyakit Tua" di Tubuh Muda

Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam pola penyakit di Indonesia. Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mempertegas kondisi ini.

Registry nasional menunjukkan lonjakan tajam kasus Diabetes Melitus (DM) tipe 1 dalam satu dekade terakhir. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah DM tipe 2 yang dipicu oleh gaya hidup dan obesitas kini semakin sering ditemukan pada usia sekolah.

Secara global, satu dari lima kasus baru diabetes pada anak adalah tipe 2. Indonesia kini berada di jalur tren yang serupa.

Lantas, apa biang keladinya? Dante menunjuk perubahan gaya hidup drastis sebagai faktor utama: minimnya aktivitas fisik, durasi screen time (menatap layar) yang berlebihan, kurang tidur, hingga konsumsi makanan ultra-proses dan gula yang ugal-ugalan. Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja dikenal jauh lebih agresif dan berkembang lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa.

Anak-Anak: Target Empuk Industri Minuman Manis

Senada dengan Kemenkes, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut menyuarakan peringatan keras.

KPAI menyoroti bagaimana anak-anak Indonesia dikepung oleh Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengungkap fakta miris: 50 persen anak usia 3–14 tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyebut kandungan gula dalam produk tersebut sudah di luar batas nalar untuk tubuh anak.

“Satu kemasan minuman manis sering kali mengandung 25 hingga 30 gram gula, yang secara langsung telah melampaui batas aman konsumsi harian anak yakni 24 gram,” tegas Jasra.

Menurutnya, industri pangan secara cerdik mengincar anak-anak melalui kemasan yang menggoda secara visual.

“Makanan dan minuman manis sering dirancang dengan visual yang sangat menarik bagi anak-anak, sarat pemanis buatan, pengawet, dalam berbagai bentuk kemasan baik padat maupun cair dan penyedap yang kuat,” tambahnya.

Bom Waktu Ekonomi: Beban 296 Miliar Dolar AS

Dampak dari pola konsumsi ini bukan hanya soal kesehatan, melainkan potensi "bom waktu" ekonomi bagi negara.

Saat ini, 7 dari 100 anak Indonesia sudah mengalami obesitas, dan hampir separuh anak (47%) menderita karies gigi akibat gula.

Jasra Putra mengingatkan bahwa tingginya angka penyakit tidak menular (PTM) pada usia muda akan membebani anggaran BPJS Kesehatan secara masif.

Mengutip data UNICEF, beban ekonomi akibat obesitas anak di Indonesia diperkirakan mencapai angka fantastis: 296 miliar dolar AS sepanjang hidup mereka.

“Jika intervensi kebijakan cukai ini tidak segera diterapkan, maka angka kematian dan pesakitan akibat diabetes pada anak, diproyeksikan akan melonjak hingga dua kali lipat pada tahun 2045,” pungkas Jasra.

Infografis gejala awal diabetes pada remaja. (Suara.com/Syahda)
Infografis gejala awal diabetes pada remaja. (Suara.com/Syahda)

Langkah Penyelamatan: Dari Cek Gratis hingga Label Nutrisi

Pemerintah mulai merancang benteng pertahanan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar 25 juta anak sekolah. Selain itu, penerapan label nutrisi Nutri Level (A hingga D) akan segera diberlakukan untuk membantu konsumen memfilter kadar gula dalam kemasan.

Di hadapan para pelajar, Wamenkes Dante mengingatkan bahwa mengejar prestasi akademik tidak boleh mengorbankan kesehatan.

“Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai. Kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan cara kita menjalani hidup yang bermakna,” pesan Dante.

Sebagai langkah praktis, IDAI juga mengimbau orang tua untuk membatasi screen time anak agar mereka lebih aktif bergerak.

Dukungan keluarga menjadi kunci utama, baik dalam pencegahan maupun pendampingan bagi anak yang sudah terdiagnosis, agar mereka tetap bisa tumbuh dan beraktivitas layaknya teman sebaya mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:33 WIB

KPAI Bongkar Modus Baru Narkoba: Zat Adiktif Disamarkan dalam Vape hingga Makanan Anak

KPAI Bongkar Modus Baru Narkoba: Zat Adiktif Disamarkan dalam Vape hingga Makanan Anak

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:10 WIB

Bogor-Depok Darurat Tramadol, KPAI: Masa Depan Anak-anak Terancam

Bogor-Depok Darurat Tramadol, KPAI: Masa Depan Anak-anak Terancam

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:28 WIB

KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar

KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

Jangan Biarkan Anak Asyik Sendiri dengan Gadget! KPAI Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Kamar

Jangan Biarkan Anak Asyik Sendiri dengan Gadget! KPAI Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Kamar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:43 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

Terkini

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:42 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:34 WIB

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:28 WIB

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26 WIB

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:03 WIB

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:48 WIB

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:21 WIB

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:17 WIB