- Fokus Isu Utama: Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM bahas kesiapan industri hadapi bencana dan perubahan iklim.
- Target Konkret: Forum ini menargetkan rekomendasi teknis penanggulangan bencana, bukan sekadar acara seremonial semata.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Acara hibrida gratis ini menyatukan pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk ciptakan solusi nyata.
Suara.com - Ancaman bencana hidrometeorologi dan perubahan iklim global kini tak lagi sekadar isu ekologi semata, melainkan sudah mulai mengancam urat nadi perekonomian, yakni sektor industri nasional.
Merespons kondisi kritis ini, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Health, Safety, and Environment (HSE) resmi membuka Seminar Nasional berskala besar yang dimulai pada hari ini, Kamis (4/6/2026), di Auditorium Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM.
Mengusung tema "Bridging Science, Policy, and Industry: Integrated Disaster Preparedness and Climate Resilience for Industrial Sectors", acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup 2026 ini mempertemukan tiga pilar utama: pemerintah, akademisi, dan praktisi industri.
Dalam sambutan pembukaannya, perwakilan Universitas Gadjah Mada, Retno Murwanti, M.P., Ph.D menyoroti kerentanan Indonesia terhadap krisis iklim.
"Indonesia seperti yang kita ketahui bersama merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana hidrometeorologi tertinggi di dunia dan tren saat ini semakin mengkhawatirkan seiring dengan perubahan iklim global yang terus berlangsung. Dampaknya bisa mengancam dari ranah masyarakat sampai ke sektor industri nasional," tegasnya.

Tema yang diangkat tahun ini dinilai sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut.
Pendekatan interdisipliner melalui pilar ekologi lanskap, tata kelola finansial, dan tanggap darurat (disaster response) menjadi esensial untuk merumuskan mitigasi yang komprehensif.
Menuntut Rekomendasi Konkret, Bukan Sekadar Seremonial
Kehadiran jajaran narasumber keynote dari kementerian (Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan), lembaga negara, akademisi terkemuka, hingga para petinggi industri—seperti dari PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Adaro Indonesia, hingga PT Antam Tbk—menjadikan forum ini sebagai ruang intelektual yang sangat strategis.
"Kami yakin pemerintah, industri, praktisi, dan akademisi tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadapi persoalan ini. Kita butuh kolaborasi nyata salah satunya melalui forum diskusi saat ini," lanjutnya seraya mengapresiasi inisiatif KAGAMA HSE yang terus berkontribusi bagi bangsa di luar bangku kuliah.
Lebih lanjut, pihak kampus menegaskan bahwa seminar dua hari ini (4-5 Juni 2026) memiliki target output yang jelas dan terukur.
"Kami harap forum ini nanti tidak hanya berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial atau pertukaran wacana semata, melainkan dapat menghasilkan rekomendasi teknis yang konkrit dan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun sektor industri," tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, UGM menyatakan komitmen penuhnya.
"UGM siap menjadi mitra strategis dalam menindaklanjuti hasil-hasil seminar ini melalui jalur riset, kebijakan, maupun kerja sama pendanaan," pungkasnya.
Terbuka Secara Hybrid
Seminar Nasional KAGAMA HSE 2026 ini diselenggarakan secara GRATIS dan terbuka untuk umum. Bagi Anda praktisi, akademisi, maupun masyarakat luas yang belum sempat hadir secara luring di Yogyakarta pada hari ini, panitia masih memfasilitasi kehadiran secara online (daring).
Anda bisa bergabung langsung melalui ruang virtual Zoom Workplace dengan ID Meeting: 990 115 9916 dan Password: KAGAMAHSE, atau mengakses informasi lebih lanjut melalui tautan registrasi bit.ly/seminarkagamahse2026. Peserta juga berkesempatan mendapatkan berbagai benefit seperti E-Sertifikat dan materi seminar eksklusif.