Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 08 Juni 2026 | 13:17 WIB
Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?
Ilustrasi Nikel. [Antara]

Suara.com - Indonesia berhasil menjelma menjadi pemain utama dalam rantai pasok energi bersih global berkat kebijakan hilirisasi nikel yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

Investasi besar mengalir ke sektor pengolahan nikel, baterai kendaraan listrik, hingga manufaktur kendaraan listrik. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa dominasi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan industri manufaktur berteknologi tinggi di dalam negeri.

Laporan terbaru Energy Shift Institute berjudul Dominance Without Depth: The Smelting Superpower that Imports Its Own Metal menyoroti paradoks dalam industri nikel Indonesia. Meski menjadi kekuatan besar dalam pengolahan nikel global, sebagian besar nilai tambah dari teknologi dan manufaktur lanjutan masih dinikmati negara lain.

Ilustrasi Nikel. Foto Antara.
Ilustrasi Nikel. Foto Antara.

Berdasarkan laporan tersebut, produksi tambang nikel Indonesia diperkirakan mencapai 2,57 juta ton pada 2025 atau setara 61 persen pasokan nikel dunia. Angka itu meningkat sekitar 158 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pembangunan smelter dan kawasan industri yang berkembang pesat di berbagai wilayah. Namun, Energy Shift Institute menilai keberhasilan tersebut masih terkonsentrasi pada pengolahan bahan mentah dan produk setengah jadi.

"Pembangunan pabrik sel baterai merupakan langkah strategis, tetapi sektor ini sangat padat modal dan memiliki keterbatasan dalam menyerap tenaga kerja serta melibatkan rantai pasok lokal," tulis laporan tersebut.

Selain itu, banyak komponen penting untuk industri baterai dan kendaraan listrik, mulai dari material khusus hingga peralatan produksi, masih bergantung pada pemasok luar negeri.

Temuan tersebut muncul di tengah percepatan program hilirisasi yang terus didorong pemerintah. Berdasarkan informasi dari Sekretariat Republik Indonesia pada 7 Juni 2026, pemerintah meluncurkan fase kedua proyek hilirisasi nasional senilai Rp116 triliun yang mencakup sektor energi, mineral, dan pertanian.

Program itu ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui industrialisasi berbasis sumber daya alam.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih membayangi upaya tersebut. Salah satunya adalah sumber energi yang menopang kawasan industri dan fasilitas pengolahan mineral.

Laporan Earthwise Institute pada 7 Juni 2026 mencatat bahwa sejumlah kawasan industri di Indonesia masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi manufaktur skala besar. Ketergantungan ini dinilai dapat menjadi hambatan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk dengan jejak karbon rendah.

Pengamat menilai bahwa tahap berikutnya dari hilirisasi perlu difokuskan pada pengembangan manufaktur lanjutan, penguasaan teknologi, dan penguatan keterlibatan industri dalam negeri. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pusat pengolahan bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang dapat bersaing di pasar global.

Dengan memperkuat industri hilir yang lebih kompleks serta mempercepat penggunaan energi bersih dalam proses produksi, Indonesia berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari transisi energi global yang tengah berlangsung.

Saat ini, tantangan utamanya bukan lagi bagaimana meningkatkan produksi nikel, melainkan bagaimana mengubah dominasi sumber daya menjadi keunggulan industri yang berkelanjutan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:10 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:19 WIB

Terkini

Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot

Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:20 WIB

IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel

IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:17 WIB

Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar

Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:10 WIB

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:48 WIB

Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran

Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:34 WIB

Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan

Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:14 WIB

Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar

Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo

AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB

Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel

Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel

News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:02 WIB