- Pemerintah menuai kritik karena menggunakan dana pendidikan APBN 2026 sebesar Rp270 triliun untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis.
- Prof. Hafid Abbas menyarankan pemerintah mencari sumber dana alternatif dari pos subsidi atau bantuan sosial agar anggaran pendidikan terjaga.
- Program Makan Bergizi Gratis saat ini mendapat sorotan publik menyusul adanya kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi.
"Kalau dikelola dengan baik bisa mengangkat orang-orang yang ada di bawah," tegasnya.
Di sisi lain, ia juga menumpahkan kekecewaannya terkait mencuatnya kasus dugaan korupsi tata kelola MBG yang menyeret nama mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.
Hafid mengecam keras praktik lancung tersebut, terlebih program ini menyangkut hajat hidup masyarakat bawah. Bagi Hafid, korupsi di sektor gizi adalah tindakan yang sudah di luar batas kemanusiaan.
Reporter: Alif Bintang