- Sebanyak 50 orang diduga anggota TNI mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis pagi, 9 Juli 2026.
- Kelompok tersebut datang menggunakan delapan mobil pribadi untuk menjemput tahanan serta saksi kasus tindak pidana korupsi.
- Peristiwa ini terjadi pasca penggeledahan di kafe dan rumah Jaksa Agung Muda Febrie Adriansyah oleh kepolisian.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga Kamis pukul 00.40 WIB, suasana di sekitar Perumahan Golf Hijau tampak mencekam.
Sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman dibantu oleh personel Brimob dengan seragam taktis dan senjata laras panjang terlihat berjaga ketat di area akses masuk rumah mewah tersebut.
Penjagaan super ketat ini dilakukan untuk memastikan proses penyisiran alat bukti berjalan tanpa gangguan.
![Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita barang bukti saat penggeledahan dari sebuah rumah mewah di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026) dini hari. [Suara.com/istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/09/81314-penggeledahan-rumah-mewah-di-sentul-city.jpg)
Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor menyisir setiap sudut rumah untuk mencari dokumen penting, alat bukti elektronik, hingga aset-aset berharga lainnya yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.
Operasi di Sentul ini disebut-sebut sebagai pengembangan langsung dari temuan mengejutkan di beberapa lokasi sebelumnya di Jakarta.
Rentetan Kasus: Dari PLN, Asabri, hingga TPPU PT CBS
Penggeledahan ini bukan berdiri sendiri. Polri tengah mengusut tiga klaster perkara besar yang saling bertautan.
Pertama, dugaan korupsi pengadaan batu bara yang menyebabkan krisis pasokan listrik pada PT PLN (Persero).
Kedua, pengembangan kasus korupsi PT Asabri untuk periode 2020–2025 yang diduga melibatkan oknum penyelenggara negara.
Ketiga, dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Ketiga perkara ini memiliki benang merah pada dugaan aliran dana haram kepada oknum pejabat tinggi guna mengamankan perkara atau memperlancar transaksi ilegal yang merugikan keuangan negara dalam jumlah masif.
Temuan Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN
Sebelum bergerak ke Sentul, tim gabungan terlebih dahulu mengobrak-abrik Cafe de'CLAN Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Di lokasi ini, penyidik menemukan bukti yang sangat krusial, yakni sebuah brankas rahasia yang disembunyikan secara rapi di balik furnitur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengungkapkan bahwa brankas tersebut sengaja ditempatkan di posisi yang sulit ditemukan oleh mata awam.
“Brankas ada di balik lemari, jadi tempatnya rahasia. Brankas sudah dibuka," kata Budi.
Saat berhasil dibongkar, isi brankas tersebut membuat tercengang. Penyidik menemukan tumpukan uang tunai dalam pecahan mata uang asing yang nilainya ditaksir mencapai angka yang luar biasa. Selain uang, dokumen-dokumen transaksi rahasia juga turut disita.
“Ada dokumen dan uang dengan jumlah fantastis."
![Tim gabungan Polri berada di dekat barang bukti usai menggeledah salah satu kafe di kawasan Cipete, Jakarta, Rabu (8/7/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/09/21287-penggeledahan-cafe-declan-signature.jpg)
Jejak Pencucian Uang di Money Changer
Tak berhenti di kafe mewah, penyidik juga menyasar sebuah money changer di kawasan yang sama.
Lokasi penukaran uang ini diduga kuat menjadi kanal utama untuk menyamarkan asal-usul uang hasil korupsi sebelum didistribusikan kepada pihak-pihak terkait.
Budi Hermanto menegaskan bahwa keterlibatan money changer tersebut sedang didalami melalui kacamata tindak pidana pencucian uang.
Hal ini dilakukan untuk melacak ultimate beneficial owner atau penerima manfaat akhir dari aliran dana gelap tersebut.
“Kuat diduga itu sebagai tempat pencucian uang," kata Budi.