- Pakta Konsumen Nasional mengkritik Kementerian Kesehatan karena tidak melibatkan konsumen dalam penyusunan aturan penyeragaman kemasan produk tembakau tersebut.
- Penyeragaman kemasan produk tembakau dinilai berisiko menyulitkan konsumen dalam mengidentifikasi produk legal sehingga dapat meningkatkan peredaran rokok ilegal.
- Tokoh PBNU mendesak pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi terhadap jutaan orang yang bergantung pada ekosistem industri hasil tembakau nasional.
“Banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada tembakau dan tembakau berkontribusi terhadap penerimaan negara. Tembakau jangan dikambing hitamkan,” ujar Savic Ali.
Ketua Bidang Komunikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu meminta pemerintah mempertimbangkan masukan dari seluruh pihak sebelum menetapkan aturan tersebut.
Ia mengingatkan kebijakan yang diambil akan berdampak terhadap jutaan orang yang bergantung pada sektor pertembakauan.
“Kami minta pemerintah mendengarkan semua pihak. Kami harapkan pemerintah jangan gegabah karena ini berkaitan dengan nasib jutaan orang. Kami secara khusus akan membawa aspirasi dan suara kekhawatirn ini dalam agenda Muktamar sehingga bisa jadi perhatian pemerintah,” tambahnya.